"sebenernya lo pernah di apain sampai lo nyesek kayak mo mati gini cuma buat si cowok bangke itu?" Alita mengintrogasiku dengan nada tegas sambil menyetirkan mobilnya. tanpa menengok kearah ku tapi aku tau tatapan nya sangat tajam sekarang.
"Gue gak bisa ngomong apa-apa sekarang ta, d**a gue sakit bgt. nyesek banget rasanya..." jawabku memegang dadaku dengan nafas naik turun.
Alita menepi kan mobil nya berhenti di pinggiran jalan. dia menatapku kasihan. yang tau baik buruknya aku hanya Alita, Alita teman Curhat terbaikku, dia membenci hubunganku dengan Beril namun dia menjadi tempat curhat terbaikku karna dia selalu memberikan nasihat. Alita punya luka masa kecil ketika dia berumur 9tahun ayahnya meninggalkan dia dan ibu nya, hanya untuk Wanita Jalang. Mungkin itu Alasan Alita terlalu membenci laki-laki. sampai sekarang pun Alita tak pernah punya teman dekat laki-laki.
dalam mobil Alita hanya ada Aku dan dirinya sedangkan Fitri di dalam mobil Fina dan Fina membawa motorku.
"terus sekang lo mau gimana Yu?" Tanya Alita
"Sekarang gue mau balik ke kosan dulu, lo tolong hubungi Fina dan Fitri jangan ke kosan gue. gue mau nenangin diri gue dulu."
Alita mengangguk mengerti lalu nge video call Fina dan Fitri bersamaan. ternyata Fina dan Fitri masih di parkiran Caffe menunggu kabar dari kita.
Alita mengantarkanku sampai ke Parkiran kamar kost ku lalu berpamitan dan Berpesan harus menghubungi nya kalau aku mau berbuat apapun. dia akan membantu dengan senang hati. Aku mengangguk dan Mengucapkan terimakasih karena sudah mengantarku.
Ku langkahkan kaki ku berat sekali rasanya untuk melangkah. malam ini gagal, gagal untuk happy happy dengan teman-temanku, gagal untuk merayakan malam tahun baru. semua gagal ! aku benci diriku yang lemah aku Benci Beril darmawan !! tepat pukul 22.30 ku lihat hp ku dalam tas sebelum menaiki Tangga ini. Tangga menuju kamar nomor 13 ini. Ku gengam dengan erat Gadget ku karna tangan dan kaki ku seperti tak punya tenaga. kulangkahkan kaki ku manaiki anak tangga satu persatu dengan berpegangan pada besi pinggir tangga. Saat aku sampai di atas aku melihat Kak Caca sedang mengisap Rokok nya sediri, sambil memainkan hp nya. Kak caca adalah Tetangga kost ku yang sudah mempunyai suami namun dia sebagai Istri ke 2. dia menyewa kamar kost ini tanpa sepengetahuan suami nya, jadi disini tempat ia membawa teman-teman nya. dia menceritakan nya setelah 3 hari aku baru pindah disini. Dia terlihat Jutek namun aslinya sangat ramah dan baik. berambut panjang, berkulit putih, tinggi agak berisi dan bertindik di hidung dan lidah nya.
"hai kak caca..." sapaku saat ingin melewati nya kamar nya di nomor 5 jadi posisi nya di sebelah kiri. sedangkan kamarku belok ke sebelah kanan.
"eh Ayyu baru pulang?" tanya nya sambil menaruh rokok nya pada selah selah pagar depan kamar nya.
"iya kak, aku mau masuk dulu ya.." lanjutku
"ih mau kemana? sini dulu.."
Aku menghampiri nya dengan senyum tipisku lalu duduk di kursi sebelah nya.
"ada apa kak?" tanyaku sambil mengambil kacang yang ada di meja kecil depanku. agar tidak terlihat aku sedang galau ku coba biasa saja.
"Dari mana? tadi ada yang nanyain kamu.."
"hah siapa kak? pacar aku bukan? tapi dia belum tau kost an ku yang ini. aku hubungi juga belum aktif nomor nya.." jawabku
"ih bukan. kalau pacar kamu mah aku belum tau muka nya kayak gimana.." jelasnya sambil memakan kacang
"hah.. terus siapa kak?"
"Yang kost di nomor 12 , Aji namanya. tadi nanyain nama kamu. terus aku bilang tanyain aja sendiri.."
"terus gimana lagi?" jawabku penasaran
"Dia minta nomor kamu, tapi aku juga belum tau nomor kamu yang mana. terus dia nitipin ini" dia mengambil sesuatu di kantong celana jeans nya dan memberiku secarik kertas.
ku ambil kertas tanpa melihat isi tulisan nya.
"Aji tuh yang mana sih kak? aku gak tau dia yang mana. dan kapan juga dia liat aku?" ucapku bingung karna aku belum mengenal siapapun disini kecuali Rina teman kost ku , Kak Caca dan bapak-bapak tukang kantin.
"ada lah pokoknya nanti juga kamu tau. susah jelasin nya..."
Akhirnya aku habiskan akhir tahun ini dengan mengobrol dengan Kak caca di depan kamar kost nya. tadinya aku hendak masuk ke kamarku tapi aku malas harus terpikirkan lagi Beril.
"sekarang dia ada di kamar nya?"
"Gak ada barusan Pergi sama temen nya." jawab Kak Caca sambil menyalakan lagi Rokok nya yang baru.
Aku mengangguk tanda mengerti.
"Eh tapi Kak Caca Kenal sejak kapan sama si Aji itu?" tanyaku penasaran.
"Dia Teman suamiku. jadi suamiku menjadi investor di perusahaan nya.." jelas kak caca yang membuatku sangat kaget
"Loh dia punya perusahaan? ngapain dia sewa kost disini ? yang kosan nya hanya harga 3.5jt perbulan?" aku mengercitkan dahiku
jangan bilang dia sewa kost disini untuk menyembunyikan orang-orang seperti kak Caca? aku terus bertanya pada diriku sendiri
"Entah" jawab kak caca sangan simple sambil mengangkat kedua bahu dan tangan nya.
Akhirnya ku Buka secarik kertas yang ia berikan untukku. disana bertuliskan,
Hai Aku Senang ketika melihat mu menuruni Tangga tadi malam pukul 8. Hubungi aku ya 0857********
aku mengangguk mengerti bahwa dia adalah si Pria Di Persimpangan Tangga. Aku tersenyum sendiri karna membayangkan senyuman nya.
Kak caca yang melihatku agak mendorong tubuhku dan tertawa.
"kenapa lo? senyum-senyum. apa isinya coba sini liat..."
saat hendak mengambil kertas nya aku langsung memasukan nya kedalam tas ku karna aku malu.
kak caca hanya tertawa wajar karna dia mengerti bahwa aku sangat malu.
Tepat pukul 23.30, Kak caca mengeluarkan beberapa minuman yang ada dalam kulkas nya dan menaruh di meja depan kami. Yap Beer yang dia keluarkan. dia mengajakku minum-minum namun aku menolak, aku bilang padanya aku hanya akan menemani nya minum saja tanpa meminum. dia mengangguk mengerti. Saat kami sedang asyik mengobrol ada seseorang menaiki tangga sambil mengobrol. aku tau suara itu. Yap dia si nomor 12, dengan teman nya sedang berjalan ingin melewati kami. namun saat hendak berbelok ke kanan dia menoleh ke arah ku dan tersenyum tipis. aku balas juga dengan senyum tipisku. Kak Caca yang menyaksikan ikut tersenyum sendiri melihat ku. namun dia tidak berkata apapun. dia terus minum hingga habis 1 botol sendiri.
Aku merongoh tas ku mengambil secarik kertas yang tadi, dan ku catat nomor yang ia berikan. lalu mencoba menuliskan pesan untuk nya.
"Hai....ini Aji.?" ada sedikit keraguan saat menulis pesan untuk nya namun ku tetap ku kirim.
namun tak kunjung dia balas
Hingga pukul 00.00 Suara Petasan pun banyak terdengar di beberapa titik. aku dan kak caca sambil menyaksikan Setiap petasan yang meluncur ke udara...
bleduugg....bleduugggg... bledugg..
namun aku lihat ada temen Aji pulang.. dan aku tidak melihat dia ikut keluar bersamanya. namun pintu nya tidak ditutup dari dia pertama datang sampai dia pergi, dan teman nya pergi seperti orang mabuk. apakah dia mabuk? dalam pikirku.
dia melihat ke arah kami dan sedikit mengangguk. tanda permisi.
Disisi lain kak caca sudah menghabiskan 2 botol Beer nya, dan aku berpamitan untuk masuk ke kamar ku karna sudah ngantuk. dan kak caca juga mau pulang ke rumah nya.
"kak, aku mau masuk dulu. ngantuk nih."
"Oh iya. aku juga mau balik dulu lah ke rumah. nanti pagi mau jalan sama suami"
"Kak caca masih bisa nyetir? pusing ga? naik taxi online aja takut kenapa napa dijalan." jawabku melihat keadaan nya yang terlihat agak pusing
"halah Cuma Beer 2 botol gak bakal bikin gue mabuk, tenang aja. masih sadar kok. udah sana masuk."
Aku Berdiri dan melangkah ke arah kamarku dan Kak Caca Turun Tangga menuju parkiran Kost.
Saat aku melewati kamar 12 , aku melihat dia tertidur dan pintu nya tidak ditutup.
"pantesan gak bales pesan dia udh tidur" gumamku pada diriku sendiri sambil menutup pintu kamarnya.
lalu aku membuka kunci kamarku. ceklek...ceklekk...Assalamualaikum..meski tidak ada siapa-siapa aku selalu mengucapkan salam ketika masuk kedalam ruangan. dan kembali menutup dan mengunci kamarku.
ku rebahkan diriku dikasur mpuk ini dan menyalakan ac nya. kupejamkan mata sekejap, namun aku lupa belum membersihkan diri kembali ku buka mata, saat hendak bergegas ke kamar mandi ada tlp masuk..
Panggilan Masuk
My Ber❤
BERSAMBUNG...
LANJUTAN BAB 3