BAB 3
Beril setelah kamu membohongiku, kamu menelponku malam-malam untuk apa? Dalam pikirku terus berkata seperti itu. Akhirnya ku putuskan untuk tidak mengangkat telpon nya. Biarkan saja sesekali dia yang mencariku. Selama 1tahun ini aku bertahan tanpa kepastian, kadang dia menghubungiku kadang juga tidak. Kadang aku berarti namun kadang juga tidak.
Entahlah ini sebuah titik jenuh atau aku sudah merasa tidak dihargai, yang pasti pria di tangga itu membuat jantungku berdebar bahkan saat aku melewati pintu kamarnya. Bukan tanpa alasan jika aku berpaling, Beril adalah pria yang humoris ketika dekat namun juga dia yang selalu mengabaikan komunikasi.
Setelah membersihkan diri, kembali ku rebahkan tubuhku diatas kasur mpuk ini hingga aku tak ingat apa-apa.
kriiingggggg.....kriiingggggg.....
Suara alarm berbunyi dengan begitu nyaringnya di telingaku. dengan tangan secepat kilat ku tekan tombol Alarm pada meja pinggir kasur tanpa membuka mata. mataku sangat berat sekali untuk membuka. karna aku tidur pukul 3 dini hari dan Alarm pukul 8 pagi. ku merasakan ada orang lain di sebelahku. aku kaget dan langsung duduk dan membuka mataku dan ternyata Rina disebelahku sedang tidur juga. Entah pulang jam berapa dia. Rina memang memegang kuci agar memudahkan nya masuk ketika pulang larut malam. kembali merebahkan diri di kasur karna masih pusing. aku ingat semalam Beril menelponku berapa kali dia menelponku ya? gumamku dalam hati.
Aku ambil hp di meja sebelah Alarm dan melihat ada 6 panggilan tak terjawab dan 3 pesan
pesan masuk
"Ayyu apa kabar? aku lagi banyak kerjaan belum sempat ngajak kamu kemana-mana."
"Ayyu kamu marah sama aku?"
"Semoga kabar mu baik ya Yu, I miss you. maaf kalau aku terlalu sibuk sampai susah buat kasih kabar ke kamu."
Itulah isi pesan singkat Beril. jika saja aku menjawab telponnya tadi malam, itu hanya akan berlangsung sebentar. dan foto yang Alita ambil ah sudahlah hatiku sangat hancur melihat itu.
Aku di kagetkan dengan Isi pesan yang lain, Yaitu nomor yang belum aku simpan sebelumnya.
Pesan Masuk 0857********
"Hai... kita ketemu di halaman belakang ya"
tak terasa mulutku membentuk senyum tipis. jantungku berdegup tak karuan. halaman belakang adalah tempat nongrong dan ngopi-ngopi. disana juga ada kantin. dia mengirim pesan pukul 7 pagi tapi sekarang udah jam 8. duh gimana ini datang atau gak ya... aku memutuskan untuk segera mandi agar bisa bertemu dengan Pria persimpangan tangga itu.
Setelah mandi dengan secepat kilat, aku mengetik pesan balasan untuknya.
"haii... aku baru bangun kak. masih di halaman belakang?"
Pesan masuk
"iya nih lagi sarapan dan lagi nunggu kamu:)"
aku tersenyum melihat isi pesan nya. lalu aku menaruh gadget ku dan secepat kilat bersiap dan nyatok rambut.
Tepat pukul 8.24 aku selesai dan mulai bergegas menuruni tangga dengan pakaian santaiku, celana jeans putih dan kaos lengan pendek belang berwarna pink putih dan rambut hitamku di gerai sebahu. jalanku agak sedikit berlari kecil karna tidak mau dia menunggu terlalu lama.
Saat aku memasuki area halaman belakang agak sepi hanya ada beberapa orang dengan pasangan nya yang habis berjoging. aku melihat-liat sekeliling dan Deggg.... aku mematung Saat melihat dia yang sangat menarik perhatianku. dia sedang duduk sambil memainkan gadget nya dengan pakaian santainya celana jeans hitam dan kemeja lengan pendek garis garis dongker dan putih. aku menghampiri nya,
"Haii.." Sapaku dan dia langsung menengok ke arahku sambil tersenyum
"Hai. sini duduk." ucapnya berdiri dan menyilahkanku duduk
"maaf ya kak nunggu lama."
"engga kok santai aja. Oh iya Nama aku Aji, Aji adriansyah" menyodorkan tangannya
"Ayyu Malleya" membalas tangannya
"namamu cantik sama seperti orang nya" menatapku tersenyum dan aku menatap mata nya tersenyum lalu menunduk
"Makan yu, aku tadinya mau makan duluan tapi gak enak makan sendiri hehehe. kamu mau makan apa?"
"hmm apa ya, samain aja deh" jawabku karna aku gak tau menu disini apa aja dan Aji gak membawakan buku menu
"nasi goreng sea food mau ga?" tanya nya
"iya itu aja. aku minumnya air mineral aja kak"
Dia mengangguk tersenyum dan meninggalkan ku untuk memesan makanan karna jarak kantin dan tempat duduk kami agak jauh. tidak mungkin juga dia berteriak-teriak manggil tukang kantin.
aku yang dari tadi gerogi menghela nafasku. sambil tersenyum senyum tak karuan.
aku melihat dia berjalan kearahku dengan gagah nya. lalu duduk disebelahku lagi.
"kamu tinggal di nomor 13 ya?"
"iya kak"
"Udah berapa hari pindah disini? kok kita baru ketemu ya hehehe"
"8harian kayaknya deh sama hari ini" jawabku agak sedikit mikir
"Aku kira bukan kamu yang ngekos di sebelah."
"Oh itu, iya tadinya Rina sendiri tapi dia ngajak aku. jadi kita berdua katanya Rina sering kesepian kalau sendiri. tapi dia juga sibuk kerja sih , aku juga mungkin kalau udah mulai masuk sekolah bakal jarang disini." jelasku pada aji
"hah.. Sekolah? kelas berapa?" dia kaget langsung menatap wajahku
"3 SMA kak di SMAN Unggulan MH Thamrin"
"Wah hebat , jurusan apa?"
"Ipa kak" aku sedikit malu menjawab nya.
"Kamu kayak mahasiswi bukan kayak siswi SMA hehe"
"iya kak banyak yang bilang seperti itu. boros hahaha" ketawa ku menutup sambil menutup mulut
"Jadi kayak sepantaran gitu kalau diajak jalan." ucapnya tersenyum manis padaku
"Jalan?"
"Permisi...nasi goreng seafood 2 porsi, minum nya air mineral 2 ya." Ucap Pelayan kantin menghentikan pembicaraan kami. sambil meletakkan Nasi goreng dan botol air mineral di hadapan kami.
"Makasih ya mas." Ucap Aji pada pelayan nya.
Setelah mas mas nya berlalu Aji mengambil Tisue di tas kantong celana nya dan mengambil sendok yang sudah di sediakan dengan tisu dan di lap lagi dengan tisue nya. aku menyimpulkan bahwa dia orang yang apik.
"Silahkan makan." ucapnya menaruh sendok dan garpu ku yang sudah ia bersihkan ke piringku.
"Makasih kak." ucapku tersenyum padanya
"Bismilah dulu."
"Oh iya. Bissmillahirohmanirrahim."
"Bissmilahirohmanirrahim." ucapnya
Aku dan Aji menyantap sarapan dalam diam. sesekali aku dan dia saling menatap dan memberi senyum tipis. sesekali aku mengecek notif hp ku tak ada kabar lagi dari Beril. aku sangat kecewa tapi yasudah mungkin aku sudah tidak di anggap. Biarkan Cintaku mengalir sepertu air.
Saat Aku dan Aji selesai makan. barulah dia mengajakku bicara lagi
"Tadi apa?" tanya nya
"Apa kak?" Jawabku pura-pura bingung pedahal aku tidak lupa yang aku ucapkan sebelum pelayan tadi datang.
"Iya tadinya aku mau ngajak kamu jalan. ini kan hari libur tahun baru."
"ekhm. gimana kak? jalan kemana kak?" jawabku gugup
"Puncak. sama temen-temen aku. mereka sama pasangan nya masing-masing masa iya aku sendiri. tadinya gak mau ikut tapi bete juga gini gini doang."
"kapan kak?"
"berangkat jam 2. gimana mau ikut gak? kalau gak ikut aku juga gak berangkat. mau disini aja nemenin kamu hehehe"
"Iya deh kak. Aku ikut"
"Bener nih? hmm yaudah nanti aku suruh temen-temenku buat ngumpul disini dulu ya"
"Iya kak. kakak udah lama kost disini?"
"Udh 1tahun disini. ini buat tempat nenangin diri aja. nenangin diri dari kerjaan hehehe"
"Oh gitu, sibuk bgt berati ya kak kalau udah kerja. kerja dimana kak?"
"Di daerah Jakarta Selatan. nanti aku tunjukin ya kapan-kapan"
aku mengangguk mengerti
"Oh iya. Waktu tadi malam........temen kakak pergi tapi pintu kamar nya gak di tutup, jadi aku tutup deh dari luar" ucapku hati hati
"hah, kebiasaan tuh anak. soalnya aku ngantuk bgt tadi malem terus dia gak balik-balik jadi ketiduran duluan. kirain dia mau nginep" jawab aji kaget
"kirain udah biasa pintu nya gak pernah di tutup kalau tidur hehehe"
"Hehehe gak lah. makasih ya" Ucapnya tersenyum sambil mengacak-ngacak rambutku.
Aku kaget sekali dengan sikap nya yang baru bertemu sudah membuatnya nyaman. apa dia seperti ini pada setiap orang? dalam pikirku
Aku dan Aji memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing untuk berkemas dan cuaca di luar sudah mulai terik. Saat naik tangga, Aji mempersilahkanku jalan di depan nya dan kami berhenti di depan kamar nya.
"Jam 2 siang aku tunggu disini ya" ucapnya padaku seraya tersenyum
"iya kak, See you" jawabku melambai-lambai tanganku pelan mulai berjalan menjauh darinya untuk memasuki kamarku.
BERSAMBUNG...
BAB 4 ⏩