Sial, gara-gara banyak berpikir, kantuk Sean jadi menguap begitu saja. Kini mata Sean malah fokus menatap dahi dan leher Darius yang berkeringat. Bola mata Darius bergulir dengan cepat dalam tidurnya. Gerak napas yang tadinya pelan dan teratur, kini terengah-engah dan kacau balau. Apakah Darius sedang bermimpi? "Aarrgghh!!!" Sean nyaris terjatuh berguling saat Darius tiba-tiba berteriak kencang seperti itu tepat di depan wajahnya. Sial! "Lo kenapa, Dee? Kaget gue, anjir!" Darius menatap Sean nanar, napasnya begitu tak beraturan, keringat dingin pun bercucuran dan bercampur dengan air mata serta ingus yang meleleh. Darius kembali terisak. Ia terlihat sangat depresi. "S-Sean ...." Darius berbisik. Sean mendekati sahabatnya. Hatinya bergetar hebat. Entah mengapa, saat melihat Darius ka

