BAB 18

807 Words

BAB 18 “KAYAKNYA gue ketinggalan sesuatu ya?” Ratu menatap Adrian lalu beralih menatap Chandra dengan tatapan penuh selidik, ketiganya sekarang sudah duduk di tengah-tengah kantin. Pemandangan yang aneh memang, biasanya Chandra dan Adrian sering saling berpukulan satu sama lain, tapi sekarang malah makan dengan meja yang sama. Keduanya saling bertatapan, bagi Ratu tidak ada yang lebih indah daripada hal ini. Musuh dan teman hanya berada dalam garis tipis, dan bisa berubah dan berpaling kapan saja. Lihat saja, bahkan Adrian dan Chandra sudah berteman, siapa yang tahu dan menyangka? “Lo mau kita musuhan lagi gitu? Berantem sampe bonyok?” sahut Adrian, Ratu langsung menggelengkan kepalanya cepat. Jika itu terjadi Ratu tidak tahu lagi harus melakukan apa, menyatukan mereka adalah hal ters

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD