Bab 17

726 Words

BAB 17 ADRIAN memantulkan bola basketnya tanpa tenaga sedikit pun. Ia menembak bola ke ring dan hasilnya meleset. Laki-laki itu langsung saja terduduk lemas di tengah lapangan bahkan dengan kondisi tangannya yang masih diperban. Adrian langsung membuang basketnya ke sembarang arah, teriknya mentari saat itu tiba-tiba terhalangi oleh bayangan seseorang. Sampai Adrian harus mendongak untuk melihat siapa laki-laki itu. Chandra mengukir senyumnya. Ia langsung mengambil posisi untuk duduk di sebelah Adrian. Adrian langsung memberikan tatapan permusuhan padanya. Chandra tidak peduli. Ia tetap tersenyum pada Adrian, “Lo bego tahu nggak!” Chandra mendecakkan lidahnya. Mata Adrian kini menatap Chandra tidak senang. “Santai kali, lo apa-apa pake urat mulu perasaan,” keluhnya dan Adrian segera m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD