BAB 10 “Bapermu hanya mematahkan.” RATU dengan segera menghabiskan rotinya. Saat terdengar suara deruan motor dari luar, Ratu langsung menyandang ranselnya dengan tergopoh-gopoh, kemudian gadis itu menyium punggung tangan Tara. “Berangkat, Ma!” kata Ratu kelabakan. Tara mengangguk. “Iya, hati-hati!” balas Tara pada Ratu yang sudah berlari menuju pintu utama, Ratu langsung membukakan pintu terlihatlah wajah Adrian yang sudah tersenyum pada Ratu. “Lama ya? Maaf!” Ratu merasa bersalah, Adrian malah menggelengkan kepalanya, ia langsung menarik tangan Ratu, tapi tiba-tiba langkah Ratu berhenti. Ratu menautkan sebelah alisnya. “Kenapa?” Tanpa menjawab, Adrian langsung berjongkok di depan Ratu, Ratu hanya mengernyit bingung. “Buru-buru boleh tapi jangan lupa iket tali sepatu dong,” omel

