Rumah Sakit

2216 Words

Davino membuka matanya perlahan-lahan dan langit-langit kamar menjadi objek pertama yang ditangkap oleh matanya. Untuk sejenak dia hanya diam membisu menatap lurus. Tubuhnya masih lemas, mungkin karena roh nya belom terkumpul sempurna. Hingga mata halzelnya membualt sempurna saat dia mendengar suara gelak tawa dari ruang bawah. Suara gelak tawa milik keluarganya yang begitu Davino rinduka. Suara yang sudah lama tidak dia dengar. Lalu detik itu juga Davino pun langsung turun dari ranjang empuknya menujuh ruang keluarga. Perasaan nya campur aduk saat ini, dia merasa senang namun ada perasaan takut kecewa yang timbul di hatinya. Hingga senyuman Davino pun mengembang lebar saat menemukan keluarga kecilnya yang sedang berkumpul dengan gelak tawa keceriaan di ruang tamu. Dan saat itu juga, tanp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD