JENGGALA SENJA : VAG Tour and Travel

1206 Words
Sebuah gedung dua lantai dengan desain ruangan mewahnya dipenuhi oleh wartawan. Mobil-mobil dengan logo berbagai macam stasiun televisi berjajar rapi di parkiran. Karangan bunga dengan tulisan congratulation berjajar di halaman dari berbagai macam nama pengirim. Beberapa manusia dengan seragam berwarna biru-hitam berlalu-lalang dengan mengenakan name tag di da-da. Ada juga segerombolan pria berjas dan membawa walkie talkie tengah berkoordinasi. Semua keribetan di gedung ini adalah karena adanya pembukaan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa perjalanan wisata. Lebih tepat lagi adalah dibukanya cabang dari VAG Tour and Travel, milik dari seorang gadis cantik bernama Nara—begitulah panggilannya. Gadis yang baru berumur 20 tahun itu sangat mempesona dengan mengenakan pakaian rancangan Giocan yang tentunya sangat mahal dan jarang dimiliki oleh orang kebanyakan. Rambutnya yang lurus pun dibuat bergelombang dengan tatanan yang rapi, khas untuk acara-acara penting. Make up yang menempel di wajahnya pun hanya tipis sekali, namun sangat memperjelas setiap lekukan pahatan di wajahnya. Anara tampil sangat sempurna, seperti harapannya. Bahkan dia sudah menyiapkan segalanya dengan sangat rapi dan diharapkan dapat berjalan dengan baik. Terlihat Eldas pun datang bersama dengan Javier Andersson. Lalu tepat di belakang keduanya ada Ilma yang menggandeng lengan Verma. Mereka semua sudah seperti keluarga yang begitu akur, karena pertunangan putra-putri mereka. Sayangnya, sejauh mata memandang, tidak ada tanda-tanda kehadiran Karen di sini. Padahal Nara sudah memberitahu kepada pria itu untuk datang pada acaranya. Kemarin Karen meminta untuk bertemu dan Nara dengan sombong meminta Karen untuk mendatangi dirinya di acara pembukaan cabang perusahaannya yang baru. Namun sampai detik ini, Karen tidak tahu di mana. Pria itu berani-beraninya mempermainkannya! Padahal Nara ingin semuanya berjalan dengan lancar. Apa kata wartawan jika sampai Karen tidak menemaninya? Bagaimana pandangan orang-orang jika sampai Karen tidak datang ke acara tunangannya sendiri? Semua lamunan Nara pun hilang begitu saja karena kedatangan kedua temannya; Salva dan Nesa. Mereka berdua sudah mengenakan setelan pakaian yang dibelikan oleh Nara. Gadis itu tidak mau melihat kedua temannya datang ke acara penting untuknya dengan mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan konsepnya. Beberapa wartawan pun sibuk ketika melihat sebuah mobil hitam datang—boyband Fastro yang akan menjadi brand ambassador VAG Tour and Travel yang baru. Nara tersenyum dengan puas ketika salah satu dari temannya mengatur jadwal Fastro untuk datang pada acara launching cabang perusahaannya yang baru. Dengan bantuan orang tua Nesa yang bekerja di bidang entertainment dan bekerjasama dengan banyak sekali penggiat seni, maka sangat mudah untuk membuat perjanjian dengan manajemen artis manapun. "Bagaimana perasaanmu Nara? Apa kau senang karena aku berhasil untuk me-lobby boyband yang digemari banyak remaja? Mereka pasti akan menjadi brand ambassador yang paling ditunggu, mengingat harga yang dibayarkan memang luar biasa mahalnya." Ucap Nesa kepada Nara yang tersenyum ke arahnya. "Kau memang teman yang bisa diandalkan, Nesa. Aku akan segera memberikan hadiah yang pantas." Jawab Nara yang selalu mengatakan tentang 'hadiah yang pantas' ketika ada orang yang menyenangkannya. Gadis lainnya yang berada di sana, Salva, hanya mencibir Nesa dengan kesal. Beberapa hari ini Nesa lebih menonjol dibandingkan dirinya karena lebih banyak berkonstribusi dalam acara pembukaan cabang VAG Tour and Travel dibandingkan dirinya. Apalagi wartawan di stasiun televisi Papanya hampir saja membuat nama Karen tercoreng karena diketahui tidak tinggal di rumah keluarga Andersson. "Salva," panggil Nara dengan nada yang cukup menekan. "Kau tahu apa yang perlu kau kendalikan dari para wartawan di perusahaan Papamu, bukan?" Sambung Nara dengan penuh penekanan. Salva mengangguk dengan sangat cepat, "iya, ... aku sudah berbicara dengan Papaku tentang apa yang boleh diliput dan yang tidak boleh diliput. Kau tidak perlu khawatir sama sekali. Semua sudah aku atur dengan sedemikian rupa baiknya." "Hm, baguslah! Tapi, jika sampai ada masalah sedikitpun, aku tidak akan memberikanmu tempat lagi! Kau mengerti?" Tandas Nara dengan menatap Salva. "Iya, kau tidak perlu khawatir?" Jawab Salva dengan wajah yang khawatir. Semua fokus mereka semua pun beralih dengan datangnya sebuah mobil berwarna Silver yang datang. Dechan keluar lebih dahulu untuk membuka pintu belakang. Nara tersenyum tipis, akhirnya sang tunangan datang juga. Terlihat kamera seluruh wartawan yang datang mengarah kepada sosok pria dengan setelan jas hitam dan tatanan rambut rapinya. Sepertinya para gadis akan benar-benar tenggelam pada pesona seorang Karen yang begitu sangat nyata. Terlihat senyuman tercetak di wajahnya, membuat siapa saja merasa bahwa Karen memang terlahir sebagai seorang pemimpin yang menyenangkan. Jadi, tidak salah jika semua orang berharap penuh kepadanya untuk menjadi seorang pemimpin Andersson Company nantinya, setelah Javier. Nara mendekat ke arah Karen yang baru saja turun dari mobilnya—menyambut sang tunangan dengan sebuah pelukan yang menjadi daya tarik bagi semua orang. Membuat banyak media berlomba untuk mengabadikan momen itu. Karen tidak mempunyai pilihan lain, dia hanya membalas pelukan singkat yang Nara berikan kepadanya lalu tersenyum di depan kamera, seperti biasanya. Orang-orang kaya memang terlalu kebanyakan tersenyum palsu. "Kau memenuhi janjimu, bukan?" Tanya Nara berbisik di telinga Karen ketika mereka berjalan bersama seperti sepasang kekasih yang sesungguhnya. Karen menghela napas panjang dan melirik ke arah Nara, "aku datang ke tempat ini bukan untuk menjaga harga dirimu, tapi aku datang untuk kepentinganku sendiri." "Hm, ... aku tahu! Kau ingin tahu tentang kerjasama antara orang tua kita, bukan? Kau datang pada orang yang tepat!" Jawab Nara dengan tersenyum ke arah Karen. "Dengar, kau tidak bisa menghancurkan menara yang baru saja dibangun. Tetapi kau bisa membatalkan pembangunan menara yang lain sebelum dibangun." Sambung Nara yang menjadikan ucapannya sebagai teka-teki. Karen tersenyum sinis, "aku selalu bisa menghancurkan apapun yang aku inginkan. Kau tidak mengenal aku dengan baik, jadi kau tidak tahu seberapa besar yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan sesuatu." "Ya, ... aku tidak terlalu bodoh dengan itu, Tuan Muda. Kau tiba-tiba datang kembali ke negara ini setelah hampir sepuluh tahun, bukan tanpa alasan, 'kan? Kau mempersiapkan sesuatu yang besar di sini, kau juga sedang merencanakan sesuatu yang tidak orang lain tahu! Bahkan kau yang selalu menolak permintaan kedua orang tuamu tiba-tiba mengiyakan pertunangan kita. Bukankah itu hal yang aneh? Padahal kau selalu bisa menggagalkan rencana mereka. Tapi kali ini? Kau diam saja! Ada apa?" Sindir Nara yang memang sangat cerdas dalam menarik kesimpulan dalam segala hal. Karen menganggukkan kepalanya pelan, "bagaimana jika kita saling mengurus masalah masing-masing, jangan terlalu ikut campur masalah satu sama lain. Kita bukan pasangan yang selalu orang-orang lihat! Kita tidak saling mencintai! Kita juga bukan satu diantara banyak umat manusia yang dipertemukan karena sebuah takdir lucu bernama ikatan cinta. Tentunya kau tahu bukan, bahwa image sempurna yang ada dalam diriku yang membuatmu mau menerima semuanya, pertunangan kita, pernikahan kita nantinya, dan mungkin perjanjian-perjanjian bodoh lainnya!" "Hm, ... kau bisa melakukan semua yang kau mau! Tapi jika kau sampai mengancam hubungan kita, mungkin semuanya akan berbalik kepadamu. Aku tidak ingin orang-orang melihat sisi kita yang lain! Cukup tentang kebahagiaan pura-pura kita! Jangan mengganggu kesenanganku dan aku tidak akan mengganggu kesenangan dirimu, Tuan Muda." Tandas Nara sambil menatap tajam Karen. "Yaps, kau gadis yang sangat cerdas dan tentunya sangat mandiri. Sayang sekali kita tidak bisa berteman! Tapi setidaknya aku tahu tujuanmu, Nona. Kita tidak perlu mengkhawatirkan satu sama lain, bukan?" Ucap Karen yang mengelus pundak Nara dan berlalu meninggalkan gadis itu untuk menemui beberapa orang yang dikenalnya, walaupun lewat daftar yang diberikan Javier kepadanya. Nara memperhatikan Karen yang meninggalkannya, pria itu memang tidak mudah ditaklukkan olehnya. Padahal hampir seluruh pria di negara ini, pasti menyukainya. Tapi Karen, seperti membuangnya tanpa melihatnya sama sekali. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD