Gestar menarik kertas dari mesin printer-nya dan meletakkannya di depan Karen, "kau lihat, ada yang tidak beres dengan pemindahan Laboratorium Andersson ke kota Candala ini. Ada juga keterlibatan Rumah Sakit Seravin yang sudah menandatangani kontraknya dengan Laboratorium Andersson. Dan itu tandanya, Laboratorium Andersson dan Rumah Sakit Seravin sedang bekerjasama!"
"Apa salahnya dengan itu? Keduanya sama-sama milik keluarga Andersson. Laboratorium Andersson di-handle langsung Tuan Javier dan Rumah sakit Seravin di-handle langsung Nyonya Verma. Jadi, anehnya di mananya?" Tanya Gigan yang baru saja muncul dengan membawa empat kaleng minuman soda dari dapur.
Karen menarik kertas yang baru saja disodorkan Gestar kepadanya dan membacanya. Sebuah senyuman muncul di wajahnya, tentu saja dia memahami semua alur dari surat kontrak yang ditandatangani oleh kedua perusahaan besar milik orang tuanya itu.
"Bagaimana kau mendapatkan ini?" Tanya Rheas yang sudah mengambil alih kertas yang tadinya berada di tangan Karen.
Gestar menghela napas panjang dan menatap ketiga temannya, "seperti biasa, aku datang ke kantor Mommy dan mengambil beberapa data yang menarik untuk dianalisis sendiri. Lalu tanpa sengaja aku menemukan salinan kontrak antara Rumah sakit Seravin dengan Laboratorium Andersson. Menarik, bukan? "
Prok... Prok... Prok...
Karen bertepuk tangan dengan riuh sambil tertawa. Dia benar-benar sangat memahami jalan pikiran kedua orang tuanya yang begitu mudah untuk ditebak olehnya.
"Jadi, ... Nyonya Berlin ikut terlibat dalam perjanjian itu?" Tanya Karen kepada Gestar yang menanyakan tentang keterlibatan Berlin—Ibu Gestar yang sekarang duduk di pemerintahan daerah—dengan kontrak kerja kedua orang tuanya.
Gestar mengangguk pelan, "aku rasa begitu! Pasti Mommy yang membantu kedua perusahaan itu untuk bekerja sama. Bayangkan saja dalam kurun waktu satu bulan, semua sektor di kota Candala takluk pada Andersson Company. Sektor-sektor itu saling mengikat satu sama lain dan pada akhirnya tunduk kepada perusahaan yang sama; Andersson Company. Ya, kita mulai dengan pemerintahan, sektor kesehatan, sektor keamanan pun ikut-ikutan, dan mungkin akan ada sektor lainnya yang terlibat tapi kita belum mengetahuinya."
Karen mengangguk paham, ketiga teman-temannya memang sangat bisa diandalkan dalam urusan-urusan menganalisis sesuatu. Semalam pun Gestar sudah heboh memintanya untuk datang ke villa temannya itu agar bisa menjelaskan apa yang dia ketahui secara bebas tanpa adanya mata-mata yang bisa mengetahui pembahasan mereka. Apalagi yang dibahas adalah hal sensitif karena berhubungan dengan banyak sektor yang bisa membuat mereka dalam bahaya.
"Kenapa kau repot-repot mencari tahu tentang keterlibatan keluarga Andersson dengan semua sektor di kota Candala? Bukankah kau lebih baik tidak mencari tahu? Lagipula, Andersson Company akan jatuh kepadamu nantinya. Bukankah ada baiknya dunia luar tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Rheas kepada Karen yang sejak tadi masih diam.
Karen menyatukan jemarinya dan tersenyum, "aku tidak akan pernah duduk di kursi kepemimpinan di Andersson Company. Kalian semua mengenalku dengan baik, bukan? Bahkan selama sepuluh tahun aku menghilang untuk meninggalkan negara ini dan tidak menjadi bagian dari keluarga Andersson. Namun, kabar tentang anak perusahaan baru itu mengusikku selama di sana. Aku harus tahu apa yang Daddy coba rencanakan dengan membangun anak perusahaan yang masih tidak aku tahu seperti apa. Apalagi ini berhubungan langsung dengan pengacara itu, Eldas Gamamentra. Tentu saja bukan anak perusahaan biasa, bukan?"
Gigan menyodorkan ponselnya kepada Karen, memperlihatkan sebuah berita yang viral beberapa hari belakangan ini. Banyak orang yang membicarakannya dan Karen sempat mendengarnya dari Dechan. Namun Karen belum membaca isi berita itu dengan seksama karena menganggap hal itu berita yang biasa. Namun kali ini, Karen berubah jalan berpikirnya.
"Seperti konspirasi, bukan?" Tanya Gigan sambil menunjuk salah satu bagian yang menarik perhatiannya.
Mereka semua berkumpul di dekat Karen dan membaca isi berita yang memang cukup menarik. Apalagi ketika Gigan menyinggung tentang konspirasi, semuanya terlihat sangat nyata. Walaupun mereka baru menginjak umur 20 tahun, namun jangan ragukan pemikiran mereka yang sudah sangat matang. Untuk urusan pemerintahan, perusahaan, dan segala t***k-bengek yang melingkupinya, mereka sudah sangat khatam. Untuk sekedar menganalisis beberapa kejadian atau berita, mereka bisa menyambungkan semuanya menjadi fakta.
"Pemecatan terhadap kepala rumah sakit yang lama penuh dengan konflik dan juga melibatkan banyak sekali sektor." Ucap Gigan memberikan pendapatnya. "Bahkan Nyonya Berlin pun ikut terlibat, padahal dia bukan orang yang berkepentingan untuk ikut ambil bagian dalam masalah ini." Sambung Gigan yang menunjukkan foto Ibu dari Gestar yang berada di laman berita.
Gestar mengingat-ingat sesuatu sambil menatap ketiga temannya yang sedang berdiskusi, "sepertinya aku mengingat sesuatu! Berikan aku sedikit waktu untuk mencari file itu di laptopku."
Gestar beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya. Mereka bertiga pun membuntuti Gestar dari belakang. Pria itu menatap ketiga temannya yang berada di belakang tubuhnya. Lalu Gestar pun dengan cepat menggeser lemarinya dan memperlihatkan sebuah pintu kecil dengan keamanan tingkat tinggi, mereka semua pun tahu bahwa pintu itu dilengkapi dengan keamanan khusus yang bisa membukanya hanya si pemilik saja.
"Kau mempunyai sebuah tempat penyimpanan di sini?" Heran Rheas ketika melihat Gestar sibuk dengan berbagai macam kode yang dirinya masukkan. "Ya Tuhan, banyak sekali kode keamananmu!" Gerutu Rheas sambil menghela napas panjang.
Cliring. Pintu itu terbuka dan menampakkan sebuah laptop dan beberapa kertas yang berada di dalam sana.
"Waw, aku kira ada uang atau emas di dalam sana." Ucap Gigan kemudian.
"Aku bahkan berpikir bahwa di dalam sana ada narkoba atau sesuatu yang lebih menarik daripada kertas," ucap Karen menanggapi.
Gestar dengan cepat mengeluarkan laptop itu dari dalam ruangan penyimpanannya, "bahkan semua barang-barang ini jauh lebih mahal daripada uang, emas, atau narkoba. Ini adalah biaya seumur hidupku jika aku uangkan."
"Aku menjadi penasaran," tandas Rheas yang mendapatkan anggukan kecil dari Gigan dan Karen.
Bahkan mereka bertiga tampak sangat takjub ketika Gestar mulai mengakses laptopnya yang tentunya mempunyai banyak kode. Fyi, Gestar ini mantan hacker jaman SMA—itu yang diceritakan Gigan dan Rheas kepada Karen kemarin. Gestar walau sering disakiti, namun dia sangat lihai meretas banyak jaringan, bahkan dia tahu mantan-mantan pacarnya selingkuh karena Gestar berhasil meretas isi telepon sang pacar. Parahnya, Gestar mempunyai beberapa video tidak senonoh milik mantan pacarnya yang berselingkuh dengan melakukan video ketika mandi.
"Aku menjadi semakin yakin bahwa kau memang mantan hacker. Tetapi yang disayangkan adalah kenapa kau menyia-nyiakan keahlianmu hanya untuk menyadap ponsel pacarmu dulu. Dan mengapa kau menyimpan video yang buruk, bahkan tidak memberitahu pacarmu bahwa~" ucapan Karen terputus dengan tatapan membunuh yang Gestar layangkan padanya.
"Kau bisa diam atau tidak?" Tandas Gestar yang hanya mendapatkan anggukan kepala dari Karen. "Ini semua pasti karena ucapan kalian berdua!" Sambung Gestar yang menatap kedua temannya yang lain, Rheas dan Gigan yang memang selalu menjadi informan tentang kelakuan absurd Gestar.
Keduanya hanya diam, pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Terbuka! Jadi, ... kalian mau melihat data yang mana dulu?" Tanya Gestar setelah berhasil membuka laptopnya yang penuh kode itu.
"Wah, ... gila!" Ucap mereka bertiga dengan takjub.
Teknologi secanggih apapun bisa ditembus oleh orang yang sudah berkawan dengan teknologi tersebut.
***