"Sssssttt jangan nangis, jangan nangis, kenapa hm?" Dimas membawa Mawar untuk duduk dan kemudian, menyimpan wanita itu di pelukannya. "Ada apa? Mau cerita sama Mas?" "A-aku juga enggak tahu aku kenapa, cuma rasanya ... kayak sedih aja Mas." "Kenapa tiba-tiba sedih kayak gitu?" "Mungkin karena perlakuan kamu yang baik dan aku yang ngerasa bersalah karena udah ngerepotin kamu." "Udah Mas bilang berulang kali kalau Mas seneng direpotin sama kamu, Mawar. Mas seneng kalau kamu minta tolong sama Mas." Ungkapan ini tulus dari dalam lubuk hati Dimas. Entah karena apa, tapi ia sungguh merasa seperti itu. Pada dasarnya, yang tidak Dimas sadari adalah, perlahan dan mengakar, ada perasaan lain yang tumbuh di dalam d**a Dimas atas lamanya kebersamaan mereka, atas bagaimana Dimas semakin mengenal M

