Mawar tak berani kemana-mana di hari itu, jadi saat sore dengan keadaan yang masih lemas tak berdaya, ia mau tak mau harus ikut pulang dengan Dimas. Mawar tahu, kalau pun ia kabur hari ini, Dimas akan dengan mudah menemukannya. Ia sedang sakit, tak mempunyai uang untuk biaya transportasi dan bersembunyi, Mawar tak ingin hidup melarat di mana ia bisa bersembunyi nanti. Jadi usai menaiki mobil dan mengenakan sealbealt dengan aman, Mawar duduk menatap segala pemandangan di luar jendela mobil. "Ada yang mau kamu beli, Mawar?" Mawar tak ingin bicara dengan laki-laki mengerikan di sampingnya. Sungguhan. Ia sudah tidak respect dan punya keinginan untuk kembali akrab dan kenal dengan Dimas. Cukuplah dia tahu tentang bagaimana lelaki itu sekarang. Mobil melaju lebih cepat setelah sang empunya ta

