"Kalian barusan, ngomongin apa?" tanya Mawar kala akhirnya Ari menghampiri dan menarik kursi untuk bisa diduduki, posisinya berada tepat di depan Mawar kala itu. "Enggak kok, cuma basa-basi aja." "Bohong!" Mawar langsung menunjukan wajah cemberut kesal. Lagian kan ia memang tahu kalau laki-laki di depannya berkata bohong. "Tadi toh aku ngelihat kalian ngobrol, ekspresinya enggak kayak orang lagi basa-basi." "Kamu salah lihat, kami biasa aja." "Enggak mungkin, Ari. Jujur sama aku please. Aku beneran mau tahu. Apa Mas Dimas larang kamu buat temuin aku lagi? Atau dia ngomong hal-hal aneh ke kamu? Ayo jujur dan kasih tahu aku!" Ari menatap Mawar yang nampak sangat penasaran. Kedua mata bulatnya terus memancarkan pengharapan kepada Ari. Dan tentu melihat hal tersebut, Ari luluh dengan send

