Acara menonton film di hari itu tidak seseru seperti apa yang direncakan oleh Dimas hanya karena pertemuan dengan laki-laki bernama Ari yang tidak diduga oleh siapapun. Dimas merasa, mana mungkin ia cemburu kepada Ari hanya karena sosoknya mendekati sang istri. Atau mencintai sang istri. Sebenarnya Dimas tak perlu memperdulikan hal tersebut. Tapi entah kenapa, Dimas terusik. Atau hanya mungkin, Dimas tak ingin apa yang telah dimilikinya diusik? Lagian kan Mawar tameng yang selama ini Dimas gunakan untuk bisa membalaskan dendam. "Astaga!" Dimas berkedip kala Mawar tiba-tiba saja berpegangan padanya. Wanita itu kaget di pertengahan film. "So-sorry Mas. Enggak sengaja." "Enggak apa kok. Takut ya? Sini-sini-sini." Sebelah tangan Mawar dengan lembut ada di dalam genggaman Dimas. "Enggak

