84. Dimas, Lily dan Kamar Hotel

1032 Words

Lily nampak mengangguk-anggukan kepala sembari memperhatikan barang yang kini ada di dalam genggaman tangannya. "Kamu udah nonton dikit kan?" "Kamu enggak malu video itu aku tonton?" tanya Uni penasaran. Pasalnya kini, Lily nampak biasa saja. Tidak ada yang menjadi masalah sama sekali di rautnya. "Enggak, kenapa harus malu? Lagian ini kan kamu. Kalau orang lain, pasti iya malu." Bangga dan senang, Lily memasukan flashdisk tersebut ke dalam tas dan menatap Uni yang kini tengah menyesap minuman matcha yang sebelumnya sudah dia pesan. "Aku pengen kamu janji buat jaga semua, jangan sampai bocor dari mulutmu tentang video ini dan alasan kenapa aku sama Dimas cerai." "Iya, tenang aja, yang aku mau sekarang cuma high heels dan tas yang udah aku kirimin fotonya ke hp kamu." "Harganya hampir ny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD