"Tidur di kamar kamu Mas!" "Enggak mau!" "Iiiih!" Mawar mencoba menggulingkan Dimas dari kasurnya, ia sungguh malas berurusan dengan lelaki itu. Hanya saja, ditengah-tengah usahanya yang nampak sia-sia, Dimas memerangkap Mawar. Memegang kedua tangan kecilnya. "Jangan aneh-aneh ya Mas! Aku gak mau tidur lagi sama kamu." "Kenapa? Takut nyaman dalam pelukan Mas kayak semalam?" "Bukan kayak gitu! Lepasin gak?" "Enggak, mending kita bobo." "Ya bobo di kamar masing-masing. Kenapa sih kamu tuh enggak bisa dibilangin? Susah banget buat dikendaliin tahu." Mawar berkelit dari Dimas dan akhirnya bisa lepas karena mungkin Dimas merasa iba pada Mawar yang sudah berusaha dengan keras sejak tadi. "Kamu kalau tidur ngorok." "Kamu yang ngorok, kemarin aja kamu ngorok keras sampai ganggu Mas mau bobo

