"Halo Ri?" "Udah makan siang, Mawar?" Mawar melirik jam yang menggantung di dinding ruang tamu. Sejak tadi karena keasikan nulis, Mawar sampai lupa bahwa hari sudah beranjak siang. "Enggak, belum sama sekali." "Kebetulan kalau gitu, aku ada di depan rumah kamu, boleh masuk enggak?" "Hah? Ngapain?" tanya Mawar kaget. Wanita itu kemudian menyimpan segera laptopnya di atas meja. Sedang ia buru-buru membawa diri ke arah depan, melihat apakah Ari sedang bercanda atau memang lelaki itu sudah berada di depan rumahnya. "Bawa makanan, kita makan siang sama-sama. Nasi Padang gimana?" Mawar terkekeh mendengar hal tersebut. Semua orang sangat tahu bahwa ia memang menyukai nasi Padang. Termasuk Ari yang notabenenya teman semasa kuliah dulu. "Beneran?" Kala membuka pintu, Mawar mendapati seorang

