Emmm..
Ayu yang masih terlelap mendengar dering ponsel miliknya berulang kali, dia yang masih merasa sangat lelah dengan sangat enggan dia mencari ponselnya, untuk mengetahui siapa yang menghubunginya berulang kali.
Ayu mematikan sambungan telpon yang terus mengusik tidur lelapnya, Ayu kembali menyimpan ponselnya, tanpa ingin tau siapa yang menghubungi dia.
Berbeda dengan Al dering ponsel Ayu menggangu tidur lelap nya, Al membuka mata tajamnya, dia merai ponsel yang ada dsebelah bantal Ayu. "Siapa sih??" batin lirih Al dengan kesal.
Al menatap nama sih galak dilayar ponsel kekasih nya, Al terkejut bukan main saat Rocky berulang kali menghubungi Ayu. "Astaga!" lirih Al terkejut
Layar ponsel menunjukkan pukul 21.00 hari sudah malam, pantas saja Rocky berulang kali menghubungi Ayu bahkan Rocky, sudah mengerahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Ayu.
Rocky terlihat sangat cemas dan khawatir saat dia mengetahui kalau motor besar milik keponakannya masih ada disekolah, sejak sore Rocky sudah berulang kali menghubungi Ayu, namun sayang tidak ada satu panggilan pun yang dijawab Ayu.
Rocky sangat takut kalau musuh bisa mengendus keberadaan Ayu, selama ini Ayu akan memakai topeng saat ikut perang bersama dengan Rocky dan saat Mansion, diserang Ayu masih sempat memakai topeng yang selalu menemani nya.
Tidak ada satu orang pun yang tau wajah Ayu di dunia hitam, bahkan sahabat Rocky Al sendiri tidak menduga kekasihnya sendiri adalah orang yang paling Rocky sayangi selama ini, dia bahkan rela memberikan nyawanya pada sang keponakan.
Al sama sekali tidak perna melihat wajah cantik Ayu, dia perna melihat Ayu keluar dari dalam Mansion Rocky, hanya saja Ayu sudah memakai setelan hitam, helm teropong, membuat Al sangat sulit melihat wajah keponakan Rocky
Al sempat menduga kalau Ayu mungkin terkena penyakit menular atau mungkin tidak secantik gadis sekolah pada umumnya, sayang semua dugaan Al salah! Ayu begitu sangat cantik bahkan dia masih suci saat bersama dengannya.
Sempat ada rasa sesal, sudah mengira Ayu tidak cantik dan punya penyakit menular kini Al malah terjerat pesona, bocah tengil, bocah ingusan.
Hah..
Al membuang napas kasar, dia tidak tau harus bagaimana saat ini, Al terus menatap ponsel Ayu yang ada di tangannya. "Rocky, terus menghubungi Ayu" batin Al.
Al menoleh ke arah Ayu yang terlihat sangat pulas, Al tidak tega untuk membangunkannya! tapi Rocky tidak berhenti menghubungi Ayu. "Hah, sudah lah! aku sangat paham dengan Rocky saat ini" batin Al dengan sangat terpaksa membangunkan singa kecilnya.
"Sayang" lirih Al dengan mengusap pucuk kepala Ayu
Tidak ada tanda-tanda Ayu akan bangun dari tidurnya, Ayu memang sangat lelah saat ini, sedangkan Al! dia masih berusaha membangunkan Ayu dengan lembut. "Sayang kamu bangun dulu" ucap Al dengan pelan.
Emmm..
"Sayang! uncle kamu terus menelpon" ucap Al
Ayu yang masih setengah sadar, dia langsung membuka mata indahnya, saat mendengar nama uncle disebutkan Al. "Siapa??" tanya Ayu dengan membuka matanya lebar-lebar, rasa kantuk yang melandanya seketika hilang entah kemana.
"Rocky menghubungi kamu terus" ucap Al
"Astaga! pasti uncle sangat cemas dengan ku" lirih Ayu dengan bangun dari rebahannya.
Al memberikan ponsel Ayu, saat ponsel Ayu kembali berdering, Ayu menatap layar ponselnya dengan menarik napas dalam, lalu dia keluarkan perlahan. Ayu melakukan berulang kali, sampai dia merasa tenang, baru akhirnya Ayu mengangkat telpon dari Rocky.
Hah..
"Hallo!" sapa Ayu dari seberang telpon
"Astaga! Ayu!!! kamu kemana saja??" ucap Rocky dari seberang telpon, Al yang ada didekat Ayu bisa mendengar teriakan Rocky dari seberang telpon, sedangkan Ayu dia langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Astaga!! bom nuklir meledak" lirih Ayu dengan mengusap d**a dengan pelan.
"Uncle, tenang lah" ucap Ayu
"Kamu bilang tenang?? kamu, tidak pulang sekolah sampai jam 9 malam, uncle kamu suru tenang!! kamu sehat Ayu" kesal Rocky diseberang telpon, ingin sekali rasanya Rocky saat ini menenggelamkan Ayu di lautan.
Rocky sangat cemas, khawatir secara bersamaan, mungkin selama ini Rocky, mengijinkan Ayu pergi bahkan pulang pagi dari tempat-tempat harem, tapi Rocky tidak membiarkan Ayu sendirian, Rocky menyuruh anak buahnya mengawasi Ayu selama dia keluar.
Ayu sendiri tidak perna pulang telat selama ini, Dia akan pergi bersama dengan dua sahabat nya, saat setelah Ayu pulang ganti baju terlebih dulu! kini untuk pertama kalinya Ayu pulang telat, sampai membuat sang uncle hampir saja gila.
"Kamu dimana?? uncle akan menjemput kamu" ucap Rocky saat dia tidak mendengar jawaban dari Ayu.
"Ah, tidak-tidak uncle" sahut Ayu dengan cepat
"Kenapa?? kamu takut, uncle tau kamu pergi dengan seseorang??" tuduh Rocky sangat tepat sasaran.
"Bukan begitu uncle" sahut Ayu dengan lelah
"Aku, akan naik taxi saja" lanjut Ayu.
"Tidak! uncle, akan menjemput kamu" Rocky memaksa Ayu
Ayu semakin bingung dengan keadaannya saat ini, Ayu tidak akan membiarkan Al dan Rocky bertemu, apalagi hari sudah sangat malam dan yang lebih paranya lagi, kini Ayu ada di Mansion kekasih tuanya.
"Ayu!!" pekik Rocky.
Rocky akan menjadi sangat cerewet, posesif dan juga sangat galak saat bersama dengan sang keponakan, tapi saat tidak bersama dengan Ayu jangankan bicara banyak senyum, saja tidak!.
Rocky akan menjadi sangat dingin dengan orang luar, tidak ada keramahan, tidak ada kecerewetan, tidak ada suara yang dia keluarkan, bahkan saat rapat dengan klien saja, Rocky akan mengandalkan Asisten dan Sekertarisnya.
Rocky seolah punya dua pribadi, membuat Al yang ada disamping Ayu, tidak menyangka kalau Al sesayang itu pada Ayu. Nyali Al menciut saat mendengar Rocky sangat sayang dengan Ayu. "Bagaimana aku menjelaskan padanya, soal hubungan ku dengan Ayu yang sudah sangat jauh" batin Al.
Pikiran Al kini berkelana kemana-mana, entah apa yang akan Rocky lakukan padanya saat dia tau, kalau keponakannya sudah dia nodai dan sampai menjalin hubungan terlarang.
"Apa, nanti dia akan meledakan kepala ku??" batin Al dengan ngeri.
Al.masih saja mendengarkan pembicaraan sahabat dan kekasihnya, Rocky masih memaksa Ayu untuk menjemputnya, sedangkan Ayu dia berusaha membujuk Rocky agar tidak menjemputnya.
"Uncle, ayo lah" rengek Ayu
Rocky yang ada diseberang telpon menatap jam yang sudah semakin malam, kalau tidak mengalah, mungkin Ayu tidak akan pulang sampai larut malam. "Hah, baik lah! cepat pulang" ucap Rocky dengan sangat terpaksa.
"Gitu dong uncle sejak tadi" sahut Ayu dengan senang.
Emm..
"Cepat pulang!! uncle akan meminta pelayan memanaskan makan malam" ucap Rocky
"Okay" sahut Ayu dengan merasa sangat lega.
Sambungan telpon terputus, Ayu segera turun dari atas ranjang milik kekasih tuanya, Ayu memunguti pakaian dan dalaman yang berserakan dengan tubuh polosnya! Al menatap keindahan yang berjalan ke sana kemari.
"Sayang, maaf yah" ucap Al
"Maaf untuk apa??" tanya Ayu dengan menaruh semua pakaiannya diatas ranjang
Ayu memakai pakaiannya dengan menatap Al, dia ingin mendengar apa yang harus dia maafkan. "Kenapa uncle??" tanya Ayu.
"Sudah membuat kamu kenak semprot Rocky" ucap Al
"Oh, tidak apa santai saja" sahut Ayu.
"Ayo uncle mengantar ku atau tidak?? kalau tidak aku akan memesan taxi" ucap Ayu dengan sangat pengertian.
Al langsung saja turun dari atas ranjang nya, dia langsung memungut semua pakaiannya dengan buru-buru, Al segera memakai pakaiannya, lalu mengantar Ayu pulang.
Memastikan Ayu pulang dengan selamat sampai tujuan, Ayu pulang telat juga karena dirinya yang sudah membuat Ayu kelelahan.