(14)

2627 Words

"Ini udah di kamarkan? Yaudah sekarang jelasin, kalian sebenernya ngerencanain apa lagi tanpa sepengetahuan gue? Kalian ngebahas apalagi tanpa nanya pendapat gue dulu?" Tanya gue begitu Azril kembali mendudukkan tubuhnya di sofa kamar, gue sendiri masih berdiri tegak di hadapan Azril siap mendengarkan penjelasaannya sekarang, mereka jangan aneh-aneh lagi, apa yang mereka rencanain sekarang, gue harus tahu semuanya, gak ada pengecualian, bukan karena masalah perempuan atau laki-laki tapi ini masalah gue, menyangkut hidup gue, yang mereka bicarakan tentang gue, yang mereka perhatikan untuk masa depan gue jadi gue rasa semua yang mereka lakuin gue harus tahu, karena segala sesuatunya, gue yang di perdebatkan dari awal. "Lo gak mau duduk dulu gitu? Lo mau gue cerita sambilan menengadah natap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD