Lauren termenung karena hari ini dia tidak memiliki kegiatan lain. Lauren menggunakan waktunya hari ini untuk berkeliling apartemen Andreas,sekaligus mencari udara segar. Tiba-tiba Lauren ditabrak seseorang dari belakang. Seorang pria berpenampilan sedikit berantakan. Memegang map cokelat berambut agak gondrong. Setengah berlari karena dia seperti dikejar waktu.
"Maaf,nona. Saya tidak melihat anda."kata pria itu dengan nada tulus.
"Tidak apa-apa."kata Lauren sedikit merapihkan diri.
"Lain kali aku akan lebih berhati-hati.Saya sedang terburu-buru, saya mempunyai pameran lukisan akan buka pekan ini. Sekali lagi maaf."kata pria itu dengan nada memelas.
"Lupakan aajah, aku baik-baik sajah. Kamu sedang terburu-buru dan saya tidak terluka."kata Lauren dengan nada lembutnya.
"Begini sajah, sebagai permintaan maaf saya mengundang anda melihat pameran lukisan saya."kata pria itu lagi.
"Wah, senang sekali bisa kesana. Kamu seperti pelukis berbakat."ujar Lauren tulus.
"Hah?terlihat seperti itu, saya jadi malu. Owh,iya nama saya Rain Wijaya."kata pria itu sambil mengulurkan tangannya dan menaduh amplop cokelat itu kembali ditasnya.
"Nama saya Lauren Anastasia,senang bertemu denganmu."kata Lauren dan menyambut tangan Rain dengan hati gembira.
"Ini Saya berikan undangannya. Jangan lupa datang yah minggu depan."kata Rain dan memberikan undangan kepada Lauren.
"Terimaksih dan sampai jumpa. Serta hati-hati dijalan."kata Lauren dengan nada lembut.
"Terimakasih dan maaf."kata Rain sambil berlalu pergi.
Setelah kepergian Rain, Lauren melanjutkan perjalanannya menuju sebuah kedai ice cream tidak terlalu jauh dari gedung apartemennya. Lauren melirik sedikit ke arah jalan raya. Lauren memesan 1 scoop ice cream.
"Selamat siang,ada yang bisa saya bantu?"kata penjual ice cream itu ramah.
"Saya ingin memesan 1scoop ice cream rasa Vanilla dengan buah stawberry."kata Lauren dengan nada tegasnya.
"Baik,ada lagi?"kata penjual ice cream itu.
"Tidak itu sajah,jadi totalnya berapa?"kata Lauren dengan nada tenangnya.
"Semua totalnya Rp 120.000 Qris atau cash?"kata penjual ice cream itu ramah.
"Qris,sajah."kata Lauren dan mengarahkan hpnya kepada barcode diberikan kasir tadi.
"Baik, sudah kami terima pembayarannya,Terimakasih. Bisa mengambil di sebelah sana yah,kak.Untuk Ice creamnya."kata penjual ice cream itu ramah.
"Baiklah,Terimakasih dan ini tipsnya."kata Lauren sambil memasukan tips kedalam kotak telah disediakan.
Lauren kemudian berjalan menuju tempat pengambilan Ice cream dengan wajah cerianya.
Tiba-tiba seorang wanita cantik menabrakan dirinya. Memakai baju kuning yang sertai aksesoris senada.
"Hey,kamu mengapa jalanmu lama sekali?"kata Wanita itu.
"Hey,kamu yang menabrakku. Malah kamu yang marah. Aneh.Lagipula Saya memang berjalan seperti biasa."kata Lauren memarahi wanita itu kembali.
"Ish,kamu sendiri yang jalannya lama,saya juga mau mengambil Ice Cream saya."kata Wanita itu tidak mau kalah.
"Jalan saya lama bagaimana?Orang jalan saya benar."kata Lauren setengah mencibir Wanita itu
"Lain kali,beli Ice cream jangan ditoko jika jalanmu selambat siput. Sedangkan,orang lain ingin langsung mengambil pesanannya."kata Wanita itu marah.
"Kamu, benar-benar cari masalh denganku bilang sajah."kata Lauren dengan nada tidak kalah tinggi.
"Kamu yang memang lambat tidak tahu diri."kata Wanita itu dengan nada marahnya.
"Kamu pikir dengan mengkorfotasiku kamu berhasil?"kata Lauren dengan nada marah sambil menunjuk.
Semua orang mulai melihat ke arah mereka berdua ada dengan tatapan iba dan ada yang drngan tatapan mencibir.
"Sudah, stop jangan bertengkar disini. Nona,kamu jangan membuat msalah disini. Walaupun kamu adalah konsumen kamu bisa menegur nona ini baik-baik."kata Pelayan itu melerai.
"Sudah,panggilkan sajah satpam."kata seseorang yang menyahut dari belakang.
"Hey, aku hanya memarahinya karena dia lelet. Mengambil Icee Cream sajah seprrti siput." sergah wanita itu.
"Tidak sepatutnya seorang wanita, berkata seprti itu kepada wanita lain hanya karena dia berjalan lamban. Bagaimana emoatimu terhadap orang lebih tua nanti,nona?"kata orang itu lagi.
Seketika muka wanita tadi berubah menjadi kepiting rebus. Wanita itu segera mengambil pesanannya dan pergi tanpa berkata apa-apa. Wanita itu tidak bisa menjawab pertanyaan dari orang itu.
"Hah,syukurlah,Terima kasih,Namamu siapa?"kata Lauren sembari menjabat tangannya.
"Namaku adalah Nicole Anderson,kata wanita itu dan tersenyum.
"Terimaksih,bantuanmu sekali lagi."kata Lauren dengan tersenyum.
"Akh,tidak masalah. Dia sepertinya baru disini dan terlihat norak. Lagipula seharusnya dia menegurmu dengan baik,bukan malah seperti mempermalukanmu."kata Nicole dan tersenyum kembali.
"Akh,apakah kita bisa bertemu lagi?"kata Lauren sangat antusias.
"Mungkin,rumahku tidak jauh dari apartemen dan toko Ice cream ini. Bisa mampir ke jalan Hamsterdam no5."kata Nicole memberitahu alamatnya.
"Oh iya, mungkin. Jika boleh besok aku mentraktirmu makan siang. Kebetulan aku juga baru pindah mengikuti suamiku. Diapartemen kami disebrang jalan ini."kata Lauren dengan nada antusias.
"Baiklah,kita bertukar no hp sajah. Nomorku 08xxxx67"kata Nicole dengan nada senang.
"Nomor teleeponku 08xxxx73."kata Lauren dengan nada antusiasnya.
"Sampai juga besok dan selamat menikmati Ice Cream terlezat diKota ini."kata Nicole dan meninggalkan Lauren di Toko Ice Cream sendirian.
******
Dikantor Andreas Kesal karena dia hampir sajah tidak bisa tidur pulas.
Emma bahkan tidak memberikannya kabar karena pertengkaran konyol mereka.
"Andri,masuk keruanganku sekarang."kata Andreas memberi titah.
"Baik, saya srgera kesana."kata Andri dan bergerak pergi dari kursinya di meja depan.
Tidak beberapa lama kemudian Andri mengetuk pintu kantor bosnya.
"Jadi,bagaimanan menurutmu tentang Emma?"kata Andreas kembaki bertanya.
"Menurut saya lebih baik jelaskan biduk permasalahannya dan buat Emma menjadi lebih mengerti tentang semuanya. Perjelas arah hubungan anda dengan dia."kata Andri selaku sekertaris pribadinya.
"Bahkan telepon sayapun dia matikan. Bagaimana saya dapat.menghubunginya?"kata Andreas gelisah.
"Bukankah anda bisa menemui orang tua Emma?"kata Andri memberi Andreas sebuah ide.
"Hem, Baiklah, ngomong-ngomong bagaimana kerjasama dengan perusahaan Tirta? sudah ada kejelasan?"kata Andreas penasaran.
"Meminta kita menurunkan sedikit harganya. Sepertinya akan cukup sulit berkerjasama dengan mereka."kata Andri memberikan laporan.
"Biarkan kita turunkan sedikit harganya. Lagipula Perusahaan Tirta memang seharusnya proyek itu milik kita."kata Andreas memberi Titah.
"Apa perlu manajer,James pergi kesana,pak?"kata Andri lagi.
"Atur agar dia yang pergi mewakili saya. Saya mau libur selama 2 hari dan menginap di desa."kata Andreas kembali memberi perintah.
Setelah itu dia mulai membaca beberapa dokumen yang harus dia lakukan. Setelahnya dia akan mengambil libur menemui Lilian orang tua tunggal Emma.
****
Sementara itu Emma sebenernya sedang berselingkuh dengan seseorang. Emma sebenarnya lebih mencintai James daripada Andreas namun James tidak memiliki banyak uang. Hingga Emma hanya bisa memanfaatkan kesempatan saat tahu Andreas mencari dirinya. Bahkan Andreas tidak tahu bahwa semuanya telah di atur oleh Emma.
"Sayang, kamu sedang apa?"kata James baru bangun dari ranjang Emma.
"Aku sedang menyiapkan saraoan untukmu. Pergi kekantor hadus dengan sarapan yang full,sayang."kata Emma manja.
"Kamu puas dengan full service aku berikan kepadamu?Mami ingin bertemu denganmu,sayang."kata James manja dan memeluk Emma dengan erat seakan dia merasakan kenyaman dengannya.
"Hem,pelukanmu seungguh tempat ternyamanku.Sekarang aku harus membuat Andreas merasa bersalah karena dia sudah menduakanku. Hahaha."kata Emma setengah tertawa.
"Betul,kamu harus meminta banyak uang untuk penebusannya. 2 Miliar misalnya."kata James memberikan ide.
"Sib*d*h itu bahkan tidak akan merasakan surga duniaku sekalipun dia mau. Karena aku akan segera menikah denganmu setelah ini. Aku harus mengeruk semua kekayaannya dulu."kata Emma tertawa jahat.
"Karena kamu hanya milikku, aku akan membuatmu hanya hamil anakku."kata James tertawa senang dan mulai mengecup mesra Emma.
"Akh...sayang... disitu iya. Memang paling lihai.Aayo kita Lakukan lagi."kata Emma dan mengajak James masuk kembali kekamarnya.
Pergumulan mereka berdua dimulai. Emma bukan wanita polos seprti Andreas pikirkan dia berkamuflase. Demi satu tujuan,Emma beruntung sang penolong James tidak terlalu pintar,bahkan kalung dikenakan sipenolong itu ada ditangan Emma saat ini.
Emma dan James sudah berpacaran sebelum Andreas datang. Bahkan mereka berdua pasangan paling bahagia. Namun Andreas datang setelah dia menyelidiki Emma,sang penolongnya. Emma disekolahkan oleh keluarga Andreas. Hingga dia lulus kuliah dan membuat Emma menjadi desainer.
James kekasih rahasia Emma turut mendapatkan bagian karena berjasa membantu penyelidikan ini.
"Ehem,aduh gimana ini,James.Dia akan ke rumah orang tuaku."kata Emma dengan nada panik.
"Biarkan saja, ajukan sajah permintaan uang tadi aku sebutkan pasti diberikan. Bilang Mamimu juga memanfaatkan kesempatan ini dengan baik."kata James dengan nada licik.
"Baiklah,untung mami tidak telepon. Dia teleponpun dia tahu aku bersamamu,sayang."kata Emma dengan nada memujanya.
"Hem,baiklah.Kita sarapan dulu dan aku mau berangkat kekantor."kata James mengingatkan Emma.
"Ayo,sayang."kata Emma antusias.
Setelah sarapan,mereka berdua membersihkan diri bersama dan mengulang aktivitas panas mereka. James dan Emma bagaikan sepasang kekasih saling memuja satu sama lain.
James dan Emma berangkat bersama dalam satu mobil. Emma diturunkan dibutiknya dan James menuju kantornya.
Ketika Emma membuka pintu Klara merupakan teman Emma datang.
"Emma,apa kamu sudah dengar?"kata Klara memberi informasi.
"Dengar apa aku sajah baru datang,apa kamu tidak melihat?"kata Emma kesal.
"Itu Lauren teman kita menikah dengan Andreas. Andreas Starling dan resepsinya sabtu ini."kata Klara memberikan klarifikasinya.
"Hah?Andreas Starling,apa aku tidak salah dengar?"kata Emma sedikit kesal.
"Pengusaha Terkaya dikota ini. Anak tunggal banyangkan.Aku merasa seperti pevundang dibuatnya."kata Klara kesal.