15. Di hatimu saja

1438 Words

Part 15 "Haha maaf Bu, ini Tuan Putra. Dia majikan Hana di kota, Bu." Aku terkejut, benar-benar tidak menyangka Tuan Putra bergurau sampai sebegininya. Debaran jantung jadi tak karuan dibuatnya. Gara-gara kata-kata itu saja membuatku gugup tak menentu. Astaghfirullah, ada-ada aja ini Tuan Putra. "Oh, ya ampun, majikan Hana. Maaf ya Tuan ganteng, ibu teh gak tahu, silakan masuk." Aku melirik ke arah lelaki itu yang tampak santai seolah tak terjadi apa-apa, membuatku makin salting saja. Lelaki itu masuk mengekori ibu lalu berdiri di sebelah ranjang pasien. Akupun menghampiri bapak yang tengah tertidur, wajah keriputnya tampak pucat. Kuciumi pipi bapak. "Pak, Neng pulang. Bapak cepat sehat ya, Pak. Cepat sembuh biar bisa beraktivitas seperti sedia kala," bisikku lirih di telinganya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD