Sah

1539 Words

"Aku minta restu buat nikahin Marina, Ma." "Menikah? Jangan main-main, Erick. Bukankah wanita itu sedang hamil muda dan barusaja bercerai?" Mama begitu terkejut ketika aku sampaikan perihal keinginanku untuk menghalalkan Marina lewat sambungan telepon. "Iya Ma, aku ingin segera menikahinya, kalau bisa besok sekalian. Aku ingin melindungi wanita itu, terlebih sekarang dia sudah keguguran dan tak punya siapapun untuk melindunginya," tuturku pada wanita yang sudah melahirkanku ke dunia. "Kalau begitu Mama bisa apa selain ikut mendoakan dan memohon yang terbaik untukmu. Jangan lupa bawa dia ke italy kalau bisa. Mama yakin pikirannya akan sedikit lebih tenang, mengingat di sini tidak sepanas masalah yang dihadapi di negaranya." "Aku berterima kasih dan lega karena Mama mendukung keputusan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD