7.

947 Words

Rania menatap kagum pada rumah bertingkat 2 di hadapannya ini, rumah yang mewah dan besar, lebih besar dari rumahnya dan rumah Ran. "Ini rumah siapa Ran?" Tanyanya pada sang suami. "Rumah kita Rania," Rania tercengang kaget mendengarnya. "Apa aku tidak salah dengar Ran? I-ini rumah kita?" Ulangnya lagi. "Iya Rania sayang," jawab Ran lagi yang gemas pun mencubit pipi Rania. "Sakit," keluhnya yang manyun. "ASTAGA Ran," Rania berkata menganggetkan, " ini sakit berarti nyata Ran! " Ran pun hanya geleng-geleng melihat Tingkah istrinya, namun tak ayal itu membuat dirinya bahagia. "Ayo masuk!" Ran mengajak masuk istrinya ke dalam, kebetulan ini hari libur, jadi mereka akan menghabiskan waktu di rumah barunya. Keindahan di dalam rumah ini bahkan sangat menakjubkan, perabotan rumah yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD