Jam empat sore, Shafa dan Sinar baru bisa datang menjenguk Viona di rumah mamanya. Padahal tadi janjinya jam satu, sepulang dari kuliah. Tapi karena malas, jadi mereka istirahat dulu di kosan Sinar. Mereka datang dengan membawa berbagai makanan kesukaan Viona. Mulai dari cimol, dimsum, donat, lemper ayam. Bahkan berbagai jenis roti pun mereka belikan. Entah dimakan atau tidak, yang penting mereka sudah menunjukkan kepeduliannya pada sahabat kesayangannya itu. “VIO ... I’M COMING!” teriak Shafa seraya membuka pintu kamar Viona. Mereka berdua langsung masuk tanpa menunggu perintah dari Viona. Karena mereka tahu, wanita itu pasti sedang tepar di atas kasurnya. Dan benar saja, wanita itu saat ini sedang tidur di atas kasur. Tapi tidak sendiri, melainkan bersama suaminya. Peluk-pelukan

