Eps 2 Kesenangan yang Fana

1042 Words
"Tchiiiit!" Telingaku berdengung, kepalaku terasa berputar, mataku mulai mencari fokusnya. Banyak suara yang memanggilku. “Haii....” “Hai kamu kenapa?” “Ayok ke sini” “Ayo buka matamu." Suara-suara itu terus memanggilku dan mulai mengembalikan kesadaranku. Mataku mulai melihat di sekelilingku dengan rasa takjub dan tidak percaya, "WOW..." hanya itu yang terucap dari benakku. “Mereka semua barbie!” ucapku dengan mata yang sangat terbuka. Kulihat di sekelilingku penuh dengan warna-warni yang mencolok mengisi seisi kota yang berisi barbie yang sedang melihatku. Tiba-tiba ada seseorang berambut pink selayaknya barbie mendekatiku dengan senyumnya. "Rachel ayoo kita shopping, terus jalan-jalan," ucap orang itu. Aku merasa bingung, terkejut sekaligus bahagia, karena pertama kalinya seseorang mendekatiku dan ingin berteman denganku, meskipun bukan manusia, tapi tetap saja ini pertama kalinya. Aku berusaha menahan tubuhku dan melihat para berbie berlaluan berserta mobil mereka. Saat itulah aku melihat bayanganku terpantul di kaca mobil mereka yang terparkir. “Hahh!,” Tiba-tiba badanku terasa lemah dan aku kehilangan keseimbangan karena sakin terkejutnya. Ini aku? beneran ini aku?. Aku menatap kaca itu dengan penuh keraguan sambil memegang wajahku sendiri, kenapa jadi seperti ini? Apakah ini mimpi? “Auww!” sambil mencubit pipiku. Aku menjadi barbie! apa yang sebenarnya terjadi kepadaku? Aku berusaha memberanikan diri bertanya dengan mereka. "Ooh hai... kita sekarang ada di mana?" ucapku dengan canggung mengangkat tanganku. Ada apa dengan diriku? Kenapa gayaku seperti mereka dan suaraku juga ikut berubah. "Oh my god! Rachel...” ucap orang itu sambil menepuk bahuku dengan gemulai. “Kamu amnesia yaa? kita lagi ada di depan rumah kamu dan mau pergi, kan kamu sendiri ngajak kita untuk bertemu di sini karena kamu bilang sama kita kalau kamu lagi pusing dengan keadaan kamu sekarang." Dengan wajah herannya dia bicara seolah-olah dia berkata jujur.      "Hah! Di depan rumah ku?" sambil menengok kebelakang aku melihat rumah yang sangat besar berwarna pink, lebih tepatnya itu rumah barbie. "Ini rumahku?” menunjuk rumah tersebut. “Kamu bilang tadi KITA? maksudmu aku dan kalian?” ucapku penuh kebingungan. “Iyaaa...” ujar mereka semua menyahut. “Trusss, kalian siapa? Dan dari mana kalian tahu namaku?” Kutanya lagi mereka. Begitu banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan, tapi sangat sulit untuk mengungkapkannya, karena mereka terlihat sangat akrab dan santai denganku. Aku harus bagaimana? Ayo Rachel tenang jangan gugup, relax... “Huuuhhh....” "Aku sangat yakin Rachel hilang ingatan, right??" ucap si rambut pink itu sambil menoleh ke barbie satunya yang terlihat sangat cuek. "Hmm, mungkin?" Dengan wajah dinginnya dia menatapku. "Oh honey, what's going on? Apa ada hal buruk yang terjadi kepadamu darling?" ucap rambut pink itu lagi. Situasi macam apa ini? Aku sangat bingung akan diriku sendiri, tapi aku harus tenang. Tapi bagaimana bisa aku tenang? Dengan situasi seperti ini. Apa aku sudah gila? atau aku sedang berhalusinasi? Oke Rachel sadar. Aku menutup mata dengan penuh harap aku kembali ke dunia nyata dan perlahan aku membuka mataku tetapi... tidak terjadi apa-apa. Apa yang harus kulakukan sekarang? apa aku harus mengikuti mereka?. Okee baik, aku harus  mengikuti mereka, siapa tahu aku menemukan jawabannya dari mereka. "Kayanya aku emang lagi banyak pikiran deh, kita mau kemana yaa?" Dengan percaya diri aku ingin mengikuti alur cerita ini. "Ooh baby, kan kamu yang mengajak kita bertemu, harusnya kami yang menanyakan hal itu." Ucap rambut pink itu. "Okee kalau begitu kita pergi ke mall aja, eh siapa nama kalian? Aku lupa deh." Dengan percaya diri aku menanyakan itu supaya terlihat akrab bagi mereka. Muka mereka terlihat bingung, tapi tetap mereka jawab "Sana" Ucap si wajah dingin itu sambil memalingkan wajahnya. "And me carla” Sambil mengangkat tangan lentiknya. “Aneh sekali kamu hari ini, sepertinya kamu memang tertekan ya honey? oke untuk menghilangkan stres kamu kita ke mall aja gimana?" ucap Carla. "Oke!" Aku dengan begitu saja menyetujui hal itu walaupun aku tahu aku kesana tidak punya uang. Aku pun merogoh tas kecil yang sudah ada padaku, dengan rasa tidak percaya aku menemukan dompet yang didalamnya penuh dengan kartu kredit, dan ada black card juga, ada tanda pengenal yang menunjukan identitasku sendiri seolah aku memang dari sini. Tapi aku tidak perlu memperdulikannya karena ada black card semua tidak perlu dikhawatirkan lagi. Sesampainya kami di mall yang sangat besar dan juga berwarna pink aku berguman haha warna barbie sekali, seketika aku melupakan kegelisahanku setelah memasuki mall itu, “Waah...” Mall ini benar-benar bagus. Carla dan Sana membawa aku ke tempat baju, di sana bajunya seperti baju barbie, mereka hanya fokus untuk menyenangkan aku, mereka memilih baju itu dengan sangat senang. Mereka berusaha mencarikan baju yang cocok denganku. Perasaan aneh apa ini aku merasa bahagia, tenang, dan ini yang kuinginkan dikelilingi teman yang sayang sama aku, aku sangat terlarut dalam kebahagian ini hingga aku melupakan kehidupan asli ku. Aku punya teman yang mau mendengarkan aku, berbagi keluh kesah, shopping, jalan-jalan layaknya sahabat yang sudah lama kenal satu sama lain. "Oh iya habis ini kita kemana?" tanyaku dengan penuh semangat. "SPA!!" Sana dan Carla serempak menjawab. "Oh oke! haha, kalian emang tau ya apa yang aku perlukan, ayo kita kesana." Kataku Sana dan Carla memegang tanganku dan membawa aku ketempat spa yang biasa mereka datangi sepertinya, mereka sangat akrab dengan pegawai disana yang menandakan mereka sering kesini. Aku, Sana, Carla mengganti baju kami dan bersiap untuk dipijat, dan kami dipersilahkan berbaring di atas kasur pijat. Waah... Aku sangat bahagia, tidak pernah aku merasakan kebahagian seperti ini. Pijatannya pun sangat menyegarkan, lama kelamaan aku mulai ngantuk dan tidak sadar pandanganku mulai gelap dan aku tertidur. “BRAAK!!!” Tiba-tiba aku terbangun mendengar suara keras itu. Aku kembali ke dalam kamar ku sambil dengan keadaan bingung aku menoleh ke kanan ke kiri dan melihat keseluruhan kamar ku. "Aku benar-benar kembali" Apa aku hanya bermimpi?. Aku melihat ke arah jarum jam dan hanya satu jam berlalu, rasaku di sana sudah sangat lama. Apa ada perbedaan di dunia ini dengan dunia barbie itu, sambil menatap kotak barbie itu. Hah!! Betapa terkejutnya aku tempatnya berubah, itu kan aku, Carla dan Sana dipijat ada apa ini seolah waktu di sana terhenti dengan menampilkan latar tempatku berada. "Apakah aku bisa kembali kesana? aku belum cukup bersenang-senang, kenapa harus berakhir sekarang sih?" aku begitu sedih dan ingin kembali ke sana. Apakah aman untuk kembali ke sana? Mungkin aku tidak perlu mengkhawatirkannya. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD