Suasana rumah yang sunyi seperti biasa aku rasakan, orang tuaku belum kembali dari kesibukkannya. Aku termenung di depan meja belajar sambil memikirkan dunia Barbie itu. Pikiranku berkecamuk memikirkan bagaimana caranya aku kembali ke sana? apakah aman untuk kembali ke sana? kenapa tombol power itu belum bisa ditekan? apakah ketika aku tertidur aku akan kembali ke dunia nyata, berapa lama aku harus menahan ngantuk di sana.
“Oke Rachel kamu harus berpikir tenang.” Sembari menatap kotak Barbie itu. Karena tidak ada seorangpun di rumah, mungkin saja aku bisa mencobanya lagi. Dengan memberanikan diri aku menekan tombol power itu dan seketika pandanganku mulai gelap.
“Sayang kamu sudah bangun?” Suara lembut itu terdengar dari kejauhan. Suara itu berbeda dengan suara Sana dan Carla suara itu terasa lemah dan penuh kasih sayang. Aku perlahan membuka mataku dan aku bukan berada di tempat SPA itu, tapi di dalam kamar yang penuh dengan warna pink. Aku memang tidak terlalu suka warna pink tapi Barbie pasti identik dengan warna ini, walaupun aku tidak menyukai warnanya aku sangat suka suasana di sini yang dipenuhi kehangatan dan kebahagian yang tidak bisa aku dapatkan di dunia nyata, itu terlihat jelas dari foto-foto yang tertempel di dinding. Oh ya sepertinya aku harus bergegas mencari sumber suara itu. Aku mulai membuka pintu kamar dan waaah rumah ini sangat besar, punya dua lantai dan memiliki bentuk yang melingkar. Lantai atas ada kamarku dan ada 3 ruangan lainnya, dengan penuh takjub aku turun menuju lantai bawah. Sangat luas, setelah turun aku langsung melihat ruang tamu, di belakangnya ada ruang kumpul sepertinya karena ada tv besar di sana, dan di sebelahnya ada dapur bersih. Siapa di sana wanita yang memiliki rambut panjang berwarna putih dengan pakaian santai tetapi sangat anggun dikenakannya?. Dia tiba-tiba berbalik kearah ku dengan senyuman hangat dia menyapaku dengan senyuman indah.
“Sayang, kamu sudah bangun, gimana tidurnya enak? tidak bermimpi buruk kan? ibu masak makanan kesukaan kamu nih cream sup, gimana baunya harum kan?.” Sambil tersenyum menatap kearahku. Aku yang benar-benar bingung, tapi akan kutahan dengan menjawab dengan lemah lembut dan senyuman halus seolah-olah ibuku memang di sini.
“Iya bu... tidurku nyeyak ko ngga ada mimpi buruk sama sekali hehehe.” Sambil menggaruk kepalaku. “Ibu masak makanan kesukaan aku nih, kayanya enak banget, aku ngga sabar pengen coba pasti masakan ibu seenak masakan chef bintang 5.” Dengan canggung aku bicara seolah-olah kebiasaanku. Perasaan seperti ini sangat tidak biasa aku rasakan dan aku bahkan tidak bisa menjelaskan perasaan dalam situasi seperti ini, tapi... walaupun tidak biasa, aku sangat menyukainya. Ini adalah situasi yang selalu aku harapkan setiap harinya, tapi tidak bisa kulakukan karena kesibukkan orang tuaku yang hanya bisa menyapa di pagi hari untuk pergi bekerja.
“Bisa aja kamu” Ibu itu tersipu malu. “Masakkan ibu tidak seenak chef bintang 5 hihihi, tapi kalau disandingkan ibu juga suka sih. Oh ya!” Mengejutkanku dengan melepas sendok tiba-tiba. “Katanya kamu mau jalan-jalan ke gunung ya sama Sana dan Carla hari ini?.”
“Eeuuumm... iya-a-a-iya bu hari ini, makasih ibu udah ingetin aku, hampir aja lupa. Nanti Sana dan Carla bisa marah sama aku hehehe.” ucapku dengan gagap. Aku bingung sekali dengan ucapannya kapan aku mau kegunung? dan kapan aku cerita?, yang penting di iyain aja deh dulu daripada nanti malah membuat dia bingung. Setelah makan aku pergi kekamar untuk memulai menyiapkan barang-barang yang diperlukan di sana, tiba-tiba dari jauh aku mendengar seseorang memanggil namaku, sepertinya itu Carla dan aku pun melihat keluar benar saja dia dengan pakaian berwarna pink topi berwarna pink semua yang ada di tubuhnya serba pink dengan sangat hebohnya dia masuk ke dalam rumah ku. Haha sangat banyak barang yang dibawanya. "Carla, tunggu sebentar ya, sebentar lagi aku akan ke bawah."
"Okeh darling, don't worry about me, aku bisa mengurus diriku sendiri, Sana dan para lelaki kita sebentar lagi sampai." ucap Carla sambil sibuk dengan barang bawaannya sendiri seolah-olah kami akan pergi selama 1 bulan.
Akupun sudah selesai menyiapkan barang dan pergi menemui Carla. Kami berdua sedang menunggu sambil berbincang-bincang dan datanglah Motorhome barbie camper yang berwarna pink tentunya dengan Sana dan para lelaki. Mulutku terbuka lebar dan merasa masih tidak merasa nyata saat aku memandangi para laki-laki itu. Ada 3 orang KEN!! Oh my godness siapa lagi mereka? bagaimana aku menanyakan namanya?. Tiba-tiba ditengah pikiranku yang kebingungan ini Carla dengan lantangnya memanggil nama mereka sambil berlarian memeluk mereka.
"Oowwh para honey, bunny, swetie ku, Jack, Sebastian and Ken." Sambil memeluk mereka satu-satu dengan wajah yang sangat terpesona dengan ketampanan mereka.
Aku mengangkat alis kananku sambil memikirkan ada nama Ken yang Carla sebut tadi. Apakah nama Ken selalu ada di setiap dunia barbie? Dalam hatiku bertanya-tanya. Muka mereka sangat mirip dan yang membedakan hanya warna rambut, kulitnya dan matanya.
Akan sulit bagi mereka yang putus cinta untuk move on, karena semua pria yang dilihat sama dengan mantannya “Xixixi...” Tanpa kusadari aku mengeluarkan tawaku.
“Why honey? kamu tiba-tiba aja tertawa?” Tanya Carla sambil kebingungan kepadaku.
“Nggak ada-ngak ada” ucapku sambil menggelengkan kepala. “Sepertinya tipe laki-laki kalian sama ya?” sambungku sambil menahan tawa.
Coba kulihat lagi, sepertinya Jack ini adalah pasangan Sana dari tadi aku melihat mereka berdua selalu bersama. Sebastian barbie yang memiliki warna kulit sawo matang, dengan rambut berwarna coklat dan mata coklat seperti choco lava dan tentu saja dia pasti dengan Carla, melihat betapa hebohnya Carla menggandeng tangan Sebastian. Dan yang terakhir Ken miliki kulit berwarna putih, rambut pirang, yaa pasti ada ken di dunia barbie ini haha. Aku dan Ken saling memandang dan dia tersenyum hangat padaku, ada apa ini jangan-jangan Ken itu pasanganku aaah tidak. Dia perlahan berjalan ke arahku dan langsung memelukku dengan erat seperti lama tidak bertemu.
"Rachel aku sangat rindu denganmu, bagaimana bisa kita tidak bertemu selama tiga hari,” Sambil memelukku.
“Hahhhh!” Mataku langsung membesar dan kebingungan.
“Itu sangat berat untukku, pasti kamu juga begitukan?." sambil melepaskan pelukannya.
"Eeemmm... 3 hari ya kita tidak bertemu.” Sambil menganggukkan kepalaku. “Waktu yang sangat lama yaa? Hehe." ungkapku dengan canggung. Ini manusia kenapa? Ehh! bukan manusia! Maksudku ini berbie kenapa sih alay banget. Sepertinya aku ingin mengeluarkan sarapan pagiku.
"Iyakan, lama sekali. Tapi aku akan menebusnya di perjalanan kita ini." ucap Ken dengan mata berbinarnya dia menatapku. Membuat aku menjadi luluh... Hah! Sadar Rachel dia bukan style kamu.
Carla berjalan kearah ibuku "Come on guys, kita berangkat, Mommy kita berangkat ya, jangan terlalu merindukan Rachel dia akan bersenang-senang dengan kita, Mommy juga harus bersenang-senang ketika tidak ada rachel yaa." Sambil memeluk ibuku.
"Iya bu aku berangkat ya, jangan terlalu khawatirkan aku." Sambil memeluk ibuku dan mencium pipinya akupun dan yang lain berjalan masuk ke dalam mobil dan ibuku mengantarkan kami sampai ke depan pintu dengan wajah yang penuh perhatian dan rasa percaya kepada kami.
"Tante kami berangkat!!" ucap para laki-laki di dalam mobil.
"Kami berangkat"
"Mommy bye, see you"
"Daah ibu." Sembari melambaikan tangan ku berangkat bersama yang lain menggunakan mobil camping pink ini. Di perjalanan kami semua mendengarkan lagu dan bernyanyi bersama, sambil menikmati keindahan alam berbie yang ada kami lewati. Aku hampir melupakan kehidupanku di dunia nyata karena disini kehadiranku terasa lebih berarti di kelilingi oleh orang-orang yang sayang kepadaku. Untuk sementara aku akan melupakan kehidupanku sebenarnya dan menikmati kehidupanku di sini, semuanya akan baik-baik saja kan?