Aku terhanyut dalam kebahagiaan ini, pemandangan dan teman-teman yang tidak bisa aku dapatkan di kehidupanku itu semua ada di sini. Aku mulai merasa tenang berada di sini, tidak ada kekhawatiran yang mendalam. Perasaan asing ini sudah benar-benar menyatu denganku.
Carla memecah lamunanku dengan teriakannya "WAAAH!!! Kita sudah sampai guys, oh my godness bagaimana bisa ada sungai bersamaan dengan pegunungan, this is so beautiful." dengan bergegas Carla keluar dari mobil dan berteriak "YAHOOOOO, i'm very happy datang kemari. Guys kita harus menikmati hari-hari ini. Come on kita bersiap." Sambil dengan perasaan lega dia mulai mengambil barang-barang.
Akupun ikut turun dan ikut membantu menyiapkan barang barang. Jack, Sebastian dan Ken mulai mendirikan tenda, sedangkan aku, Carla dan Sana menyiapkan bahan buat barbeque dan makanan yang lainnya.
"Aku akan memasak Sup, jangan ganggu dan cukup bersihkan bahannya." ucap Sana dengan nada datarnya. Aku tidak menyangka di dunia berbie ada orang yang sedingin dia, sepertinya kami sudah terbiasa dengan itu. Kamipun tanpa bicara langsung menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan Sana.
"Sana, aku membersihkan kerang ya?." ucapku sambil mengambil kerang yang ada di dalam box ice.
"Mmh" Dengan singkat pastinya.
"Okey, kalo begitu aku akan membersihkan sayur, carrot, kol dan sawi. Semuanya langsung aku potong ya Sana." ucap Carla.
"Mmh"
Di sisi lain Jack, Sebastian dan Ken sibuk sendiri mendirikan tenda dan menyiapkan perapian tanpa suara dan cepat. Kemudian Jack merakit kursi dan meja, Ken dan Sebastian menyalakan perapian, kami semua disibukkan dengan tugas kami masing masing. Setelah hampir 1 jam kami menyiapkan segalanya, kami semua bersiap untuk makan Sup Kerang buatan Sana dan setelah itu kami berencana untuk mandi di sungai dekat dengan tenda kami. Kemudian semua duduk melingkar untuk bersiap makan sambil berbincang-bincang di depan api unggun. Tiba-tiba Jack bertanya kepadaku.
"Rachel, kemana kamu selama tiga hari lalu, aku dengar dari Ken kalian berpisah selama tiga hari, emang kamu lagi terkena masalah ya?" Tiba-tiba suara jangkrik terdengar jelas seketika, panah itu langsung mengenai jantungku dan badanku mulai dingin. Mungkin ini pertanyaan biasa bagi mereka, tapi ini pertama kalinya aku ke sini dan aku tidak tau apa-apa tentang 3 hari itu.
"Iya Rachel, ada problem apa kamu?" Sambung Carla.
Semua mata tertuju kepadaku, dengan hati-hati aku menjawab "Saat itu... Keadaanku.. Tidak baik-baik saja, jadi aku hanya ingin merenungkan diri dan tidak ingin menghubungi siapapun selama 3 hari.” Sambil tersenyum aku menjelaskan alasanku agar mereka percaya. Tapi kenapa ekspresi mereka datar?. “Tetapi keadaanku sekarang baik-baik saja, tidak ada masalah, aku hanya ingin bersenang-senang sekarang." Sambungku dengan senyum yang lebih lebar seolah-olah mulutku hampir robek.
"Ohh, bukankah kita akan berenang?" Potong Sana kepembicaraan lain.
"Tentu saja!" sambil mengangkat alis Sebastian menjawab.
"Owwh yeeay, hari ini aku bawa baju renang kesukaan aku, kalian semua jangan terpana ya dengan pesonaku" Seperti biasa Carla penuh semangat.
Berkat Sana mereka tidak melanjutkan pertanyaanku. Setelah selesai makan kami bersiap untuk berenang. Carla dengan bikini pinknya, sedangkan aku hanya berpakaian renang pada umumnya dan Sana sepertinya dia lebih ingin melindungi kulitnya dari pada berenang. Jack, Sebastian, dan Ken mengenakan boxer tanpa baju yang memperlihatkan perut kotak-kotaknya. “OMG!” ucapku tanpa sadar, kapan lagi aku bisa melihat pemandangan seindah ini, di kampus hahaha sangat tidak mungkin. Aku tersadar dari lamunanku melihat mata Ken yang sangat hangat tersenyum kepadaku.
"Ayo semuanya kita berenang!" seruku dengan semangat, "Guys, gimana kalo kita main game buat nentuin siapa yang paling lambat berenang cuci piring, tuh liat banyak banget tumpukan piringnya." tanyaku dengan semangat.
"Aku setuju banget, oh my god, tapi tidak adil kalo kita lawan sama mereka." Carla menunjuk kearah para pria, "Gimana kalo yang cuci piring ada dua, jadi pria saling bertanding dan kita bertiga juga bertanding, sepakaaat!"
"Oke"
"Baiklah!"
"Siapa yang duluan?" tanya Sana.
"Ladies First." jawab Ken.
"Okey!" sambungku,
"Aku hitung ya.. satu, dua , goo!!" seru jack.
Kami bertiga dengan penuh semangat dan sangat kompetitif untuk memenangkan game ini, karna kami berusaha menghindar dari yang namanya cuci piring, haha masa iya aku cuci piring lagi di sini. Apapun yang terjadi aku harus menang, dengan sekuat tenaga aku berenang dan sedikit lagi aku sampai.
"YEAAAAAY!!!!" Teriaku dengan keras karena aku berhasil menang, senyum bahagiaku yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Aku dan Sana tertawa dengan sangat keras karna yang kalah adalah Carla! haha, selama aku disini baru pertama kalinya aku melihat Sana tertawa dengan keras.
"Sekarang giliran kalian," ucapku ke arah laki-laki.
"Oke!"
"Okey"
Para pria ini siap untuk bertanding dan pandanganku tertuju pada Ken "Semangat ya" ucapku padanya, dengan senyuman tipis dia membalas. Sambil memandang mereka dari jauh aku memikirkan betapa bahagianya aku di sini, semua yang kuinginkan terjadi di sini, dari teman, keluarga, sampai seseorang aku cintai.
Kenapa kehidupan nyataku begitu pahit? Mengingat itu, tapi tiba-tiba saja aku merindukan orang tuaku, apakah keadaan mereka baik-baik saja? Berapa lama aku sudah tertidur di sana? Pikiranku sekarang sedang bercampur aduk antara dua dunia ini, ditengah pikiran yang bercampur aduk ini aku mulai mengantuk dan pandanganku perlahan memudar, seketika semuanya menjadi gelap.
....
Cahaya itu mulai kembali, sepertinya aku terbangun dari mimpiku. Segera aku mencari jam dan menemukannya yang sudah menunjukan pukul 7 malam. “Berarti aku tertidur selama 2 jam saja? Bagaimana caranya aku kembali?” Sambil melihat keadaan sekitar kamarku dan melihat ke arah kotak barbie itu. “Apakah mereka....” Kulihat dalam kotak itu berhenti tepat di tempat kami berkemah dan aku sedang duduk termenung di sana, kucoba tombol power itu dan belum bisa digunakan.
"Kreek...."
Aku mendengar suara pintu di buka dan segera aku berlari ke sana, aku melihat kedua orang tuaku pulang dan langsung berlari kearah mereka dan memeluknya. Tentu saja mereka kaget karna tidak biasanya aku seperti ini
"Ada apa Rachel?" tanya mereka cemas.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa sudah lama tidak memeluk kalian." Kemudian aku berlari kekamar dengan wajah merah.
"Ada-ada saja kamu." ucap ibuku.
Aku berbaring di tempat tidur sambil menatap ke arah kotak itu, aku berpikir bagaimana caranya aku bisa kembali kesana dan ke dunia nyata lagi?. “Aargh mari tidur saja, mungkin besok tombol itu sudah bisa digunakan”.
Mari tidur dan berharap besok sudah bisa digunakan. Tapi.. Ah sudahlah pikirkan saja besok....