Eps 5. Mencari Segala Kemungkinan

1025 Words
"KRIIIING.... KRIIIING" ARRGH suara alarm yang menyebalkan, ayo Rachel bangun kamu harus kuliah. Mari mulai hari yang membosankan ini dengan.... Tiba-tiba aku terdiam sambil teringat tentang kotak barbie itu. "Oh ya, tombol power!". Segera aku berdiri dari tempat tidur dan berlari kearah kotak barbie itu. Tiba-tiba aku merasa kecewa dan terdiam tepat di depan kotak barbie itu sambil melihat tombol power itu yang belum bisa digunakan. Arrgh bagaimana bisa, bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke sana? Aku tidak ingin kuliah.... Aku kembali ke kampus yang suram ini, lihatlah orang-orang ini, aku merasa seperti hantu di sini, tak terlihat. Semua orang terlihat buram bagiku, tapi lambaian tangan itu terlihat jelas dari kejauhan, yaah siapa lagi kalo bukan Ales. Aku dengan senyum terpaksa ke arahnya, dia mendekat dan bertanya tentang dunia mainan. "Bagaimana dream worldnya kamu sudah ke sana?" dengan mata berbinar dan senyum yang sangat lebar dia bertanya. "Eeumm, sudah sih.. T-t-tapi tidak ada yang menarik di sana jadi aku langsung kembali." ucapku sambil memalingkan mata kearah lain untuk menyembunyikan kebohonganku. Aku berharap tidak ada yang melihatku saat membeli mainan barbie itu, karna aku tahu itu sangat memalukan bila ada yang melihatnya. "Yakin?.... " dengan senyum curiga dia menatap kearahku seolah tidak percaya atau mengetahui sesuatu. "Ya e-e-enggalah, ngapaian juga aku beli mainan di sana gak penting banget." Berharap supaya dia tidak tambah curiga, aku berusaha mengalihkan perhatiannya, "Eh ada dosen! ayok masuk," dengan buru-buru aku masuk agar dia tidak bertanya hal-hal aneh lagi. "Masa sih mana dosennya..., ngga ada?" sambil melihat ke arah ku yang sudah melarikan diri darinya, "Yaa!, aku kita belum menyelesaikan pembicaraan kita!" sambil mengejarku dan berhenti berbalik ke arah lain, karena melihat dosen tiba-tiba datang. Seolah tuhan mendengarku dosen masuk di saat yang tepat dan Ales terlihat sedih karena tidak bisa bertanya lagi kepadaku. .... Kuliah hari ini selesai, aku segera bergegas keluar agar ales tidak mengejarku lagi dan untung aku berhasil kabur darinya, aku memikirkan bagaimana kalau aku ke toko mainan itu lagi untuk bertanya bagaimana caranya bisa kembali ke dunia barbie itu lagi, siapa tahu menemukan petunjuk disana. Akupun menuju ke toko itu dan betapa terkejutnya aku melihat toko itu sudah tidak ada, lebih parahnya lagi tidak ada bangunan apapun di sana seolah tidak pernah ada apapun yang menajak tanah kosong itu yang hanya dipenuhi dengan rumput liar. Seketika seluruh tubuhku merinding dan kebingungan akan apa yang aku lihat, apa yang baru saja aku alami???  ... Kepalaku terasa mau pecah, begitu banyak teka-teki dikepalaku yang harus ku pasang kembali puzle teka-teki itu bisa bersatu untuk menemukan jawabannya, selama perjalanan pulang aku memikirkan kenapa toko itu tiba-tiba tidak ada, aku merasa sepertinya kotak barbie itu memang ditujukan padaku, tapi kenapa harus aku? lalu bagaimana caranya aku bisa kembali ke sana. Arghhh bagaimana ini? Kepada siapa yang harus aku minta bantuan “Hufftt....” Baiklah rachel mari berpikir  secara jernih, mari kita memikirkan dari awal bagaimana aku bisa ke sana. Kotak barbie itu! ketika aku buka sudah ada tombol power, saat kutekan aku tiba di dunia barbie dan caranya aku kembali adalah ketika aku tertidur di tempat spa, kemudian satu jam setelahnya tombol power itu baru bisa di tekan, kemudian aku terbangun di dalam kamar barbie itu. Setelahnya aku kembali ke dunia nyata setelah tertidur di tempat perkemahan kami dan aku melihat jam yang mana itu menunjukan aku tertidur selama 2 jam. Apakah karena tertidur aku bisa kembali ke sana? Tapi aku sudah tertidur malam tadi dan pagi ini masih belum bisa ditekan hemm bagaimana ya caranya? Aku mulai kangen dengan Sana dan Carla, aku juga ingin berjalan berdua dengan Ken, kenapa aku harus kembali di saat aku sangat menikmati perkemahan itu, aku harus segara sampai rumah mungkin saja tombol power itu sudah bisa ditekan. ... Sesampainya di rumah aku segera berlari ke arah kamar untuk memastikan tombol itu sudah dapat ditekan atau belum. Setelah kulihat ternyata tombol itu masih belum dapat ditekan aku sangat frustasi memikirkan bagaimana caranya aku kembali ke sana, aku mulai mencari cara di nternet apakah ada seseorang yang dapat membantuku. ‘Dunia Barbie’ tidak ada ‘Cara agar dapat ke dunia Barbie’ juga tidak ada. Hufft berarti hanya aku orang aneh yang dapat ke sana. Bagaimana ya aku bisa ke sana, sambil berbaring di kasur aku memikirkan segala kemungkinan itu, tapi tidak menemukan apapun.  "Bagaimana mana ya keadaan ibu di sana" ucapku dengan penuh kekhawatiran. Apakah Sana dan Carla baik-baik saja? Apakah Ken merindukan ku? Seandainya aku tahu bagaimana caranya untuk bisa kembali ke sana aku pasti sudah dapat bolak balik. Sambil memandang langit-langit kamarku aku memikirkan betapa berbedanya kehidupanku di sini dan di dunia barbie, aku punya 2 teman yang sangat bertolak belakang satu sama lain. Carla wanita ceria penuh dengan semangat dan bahasa yang selalu dilebih-lebihkan hahaha membayangkannya saja aku sudah sangat merindukannya dan Sana sangat pendiam dan dingin setiap tindakan terlihat seperti pertama kali aku melihat sosok yang berbeda ada didirinya. Bagaimana bisa kami bertiga berteman?, itu sangat aneh bagiku melihat sifat seseorang yang berbeda tapi berteman karna di sini tidak ada satupun yang pertemanan seperti itu, mereka selalu berteman dengan satu frekuensi. Sambil memikirkan betapa bahagianya aku mengalami pengalaman itu aku mulai mengantuk dan tidak lama aku tertidur. ... Aku bangun dan melihat di handphoneku kalo sekarang sudah jam 3 sore dengan badan yang lelah aku berusaha berdiri dan berganti baju, tapi mataku langsung tertuju ke tombol power itu.  “Sudah bisa digunakan!!!” Seruku. “Horeeeee” Aaaaa betapa bahagianya aku bisa kembali ke sana, okee Rachel kamu harus ganti baju dulu agar nanti kalo kamu kembali ke sini baju kamu udah diganti haha tapi bagaimana polanya. Kenapa tiba-tiba tombol itu bisa digunakan lagi? apakah karna tertidur? Mari kita cari pola itu agar memudahkan aku kembali ke dunia nyata lagi . aaaa betapa senangnya aku bisa bertemu sana dan carla. Bergegas aku mengganti pakaianku dan posisi ku sekarang sudah sangat siap untuk k esana, perlahan aku tekan tombol itu dan pandanganku mulai gelap dan aku mulai kehilangan kesadaranku. Perlahan kesadaranku mulai kembali dan aku membuka mataku dengan perlahan. Tempat apa ini, tidak seorangpun yang kukenal, apakah kembali ke sini adalah pilihan yang tepat ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD