"1..2..3..Tak, Tak, Tak, Ulang!"
Ketika membuka mata betapa terkejutnya aku, di mana aku? tempat apa ini? sangat asing bagiku dan tidak ada satupun orang yang aku kenal. Tetapi tempat ini sangat menarik perhatianku, mereka semua sedang menari dengan gaya pakaian yang terlihat keren. Apakah dunia ini membaca pikiranku? Bagaimana bisa hal yang kuinginkan tiba-tiba muncul? Ini dunia impianku. Sesorang perempuan perlahan mendekat, dengan kulit putih mata biru rambut pendek berwarna merah dan pakaiannya bernuansa hiphop.
"Kamu Rachel kan?" ucapnya. Mataku membesar menatap kearahnya, aku terkejut dia mengetahui namaku. "Kamu baru bergabung di TY Studio Dance ini kan?" alisku mengerucut bingung dengan pertanyaannya, aku mendaftarkan diriku di Studio ini? Pikirku. Tapi karena aku memang tidak tahu bagaimana aku bisa sampai berada di sini aku harus mengiyakan semua yang terjadi agar semuanya aman.
"I-iya, aku baru mendaftar." ucapku dengan ragu.
"Mungkin kita harus berkenalan dulu, namaku Fia aku yang mengurus pendaftaran kamu, jadi kalo ada sesuatu hal yang kamu bingungkan bisa bertanya dengaku." dengan tersenyum dia melihat kearahku. "Oh ya sebelum kamu masuk ke dalam kelas dance, kamu harus menari di hadapanku dulu, untuk melihat sebagus apa kemampuan menarimu. Dan dari kemampuan itu, kami baru bisa menentukan kelas apa yang bisa kamu ambil, sudah siapkan?" ucapnya sambil menepuk bahuku.
"Haa!" Betapa terkejutnya aku mendengar hal itu. Aku tidak mempersiapkan apapun, aku hanya menyukai dance tapi tidak pernah untuk mencoba tampil. "T-tapi aku belum siap untuk tampil di hadap orang lain, aku terlalu malu." ucapku dengan ragu.
Sambil tersenyum tipis dia menatapku "Tak perlu khawatir, kamu bisa saja langsung menari mengikuti alunan musik, aku hanya akan menilai dari situ tidak perlu persiapan yang matang." Dia berusaha menyakinkanku untuk tampil.
"B-baiklah, akan aku coba tapi jangan berekspektasi apapun ya tentang aku." Dalam keraguan aku berjalan dan mencari posisi untuk menari di hadapan fia.
"Okeey, silahkan." Dia mengangguk seolah tidak memberi ekspektasi apapun kepadaku.
Suara musik mulai berputar, lagu ini yang aku suka dengarkan You Belong With Me dari Taylor Swift. Seolah tersihir tubuhku bergerak dengan sendirinya ke kanan dan ke kiri dengan sangat lincah. Aku sendiri terkejut dengan kemampuanku apakah aku memang sebagus ini dalam menari? Atau karena aku di dunia barbie semua yang kuinginkan dapat semudah itu aku dapatkan. Musiknya berhenti dan secara otomatis tubuhku juga berhenti menari dari arah depan ku aku mendengar tepuk tangan seseorang.
"Prook... Prook... Prook... Prook...."
Fia berdiri sambil memberikan tepuk tangan seolah tidak percaya aku melakukan gerakan itu. "Bagaimana bisa kamu menari sebagus itu? Apa benar ini pertama kalinya kamu menari? Apa yang baru kulihat kamu seorang pemula tapi sudah memiliki bakat sebagus ini, teknik dan skill sudah lumayan bagus kita tinggal mengasah kemampuanmu saja. Kamu sudah bisa masuk ke kelas A dengan kemampuanmu itu." Dengan semangatnya Fia memujiku sambil berjalan ke arahku.
Aku perlahan ikut berjalan ke arah Fia sambil mendengarkan perkataanya "Hehe aku baru pertama kali ini dipuji mengenai penampilanku, aku kira aku tidak punya bakat apapun, terimakasih Fia." Dengan tersenyum bangga kepada diriku sendiri aku menatap kearah Fia.
"Kamu bagus untuk ukuran pemula, kamu harus berusaha lebih keras lagi supaya teknik dan skill kamu sempurna, kamu sudah bekerja keras, istirahatlah dulu nanti temui aku di ruangan ya," ucap Fia sambil menepuk bahuku seolah mengatakan aku sudah sangat bekerja keras selama ini.
Aku terdiam sejenak memikirkan bagaimana aku bisa sampai sini?, sebelumnya aku pasti akan bertemu dengan Sana dan Carla sekarang, tapi aku tidak melihat kehadiran mereka di sini. Apakah aku memang menginginkan tempat ini atau memang tempat ini sudah ada sebelumnya?. Di tengah lamunanku Fia memanggilku di balik ruangan.
"Rachel kamu sudah istirahat? ayo kesini." Panggilnya sambil berdiri di balik pintu
Aku bergegas keruangan itu sembari melupakan pikiran-pikiran yang memusingkan itu. Aku masuk kedalam ruangan itu dan dipersilahkan oleh Fia untuk duduk, sepertinya aku di suruh untuk membaca formulir pendaftaran dan menandatangani beberapa dokumen.
"Rachel ini formulir pendaftaran kami dan di sini sudah tertera kamu lolos untuk tahap pemilihan kelas menari, dan kamu masuk ke dalam kelas A, yang mana nanti kamu di sana diajarkan lebih dalam lagi dan mengasah kemampuan kamu, sampai sini kamu paham kan?" Dia terlihat serius sembari menyampaikan mengenai formulir ini, sepertinya dia sangat menginginkan aku terus bertahan.
"Iyaa Fia aku paham, jadi aku tinggal isi formulir ini kan?" ujarku sambil memegang formulir yang diberikan Fia.
"Iya, silahkan diisi, apa ada yang ingin kamu tanyakan?"
Aku mengisi formulir itu penuh dengan semangat, hobi yang sangat aku sukai ini! akhirnya bisa aku lakukan disini "Iyaa!, sepertinya tidak ada yang ingin aku tanyakan." Selesai mengisi formulir aku ingin bergegas pulang dan bertemu Carla dan Sana, tapi... aku sendiri tidak tahu ini di mana?. "Ini Fia formulirnya sudah aku isi" sambil menyerahkan formulir itu.
"Oke kalau begitu, kamu bisa langsung pulang atau mau melihat-lihat studio ini, terserah kamu saja, oh iya satu lagi untuk jadwal kamu latihan nanti aku kirimkan lewat chat ya, silahkan." Sambil mengarahkan tangan kearah keluar dengan senyuman, dia terlihat senang aku bergabung di sini.
Aku berjalan keluar dari studio itu, sembari memikirkan apa yang harus aku lakukan setelahnya dan aku harus mencari cara bagaimana caranya agar aku bisa sesuka hati bolak-balik ke dunia nyata. Ooh iya sepertinya aku sangat bodoh! aku bahkan tidak memikirkan bagaimana caranya aku pulang dari sini? ini tempat yang sangat asing bagiku. Apakah lebih baik aku telfon Sana dan Carla saja ya?. T-tapi itu akan merepotkan mereka. hufft tapi tidak ada seseorang pun yang dapat kuhubungi.... Aku terjongkok pasrah memikirkannya. Ah! aku ingat!, aku punya pacar disini. Ken! iya aku harus menghubunginya, aku tidak pernah berjalan berdua dengannya. Bergegas aku berdiri mencari nomor telfon Ken dan langsung menghubunginya.
"Hallo, Ken? Kau di mana?"
"Oh hallo Rachel, aku baru saja ingin menghubungimu. Apakah kamu sudah selesai dari studio?" Aku terkejut dengan ucapannya, bagaimana bisa dia tahu ada di sini? Apa dia yang mengantar aku ke sini? Apa selalu ada kejadian yang tidak aku ketahui terjadi di sini? Pikiranku tiba-tiba menjadi kacau memikirkan betapa anehnya kejadian ini.
"E-e-e iyaa, aku sudah selesai, tolong jemput aku yaa aku tunggu di depan."
"oke, tunggu sebentar ya, aku sepertinya akan sampai dalam 5 menit."
"Iya, baiklah." Aku mematikan telfonnya sembari berfikir tentang kejadian ini, bagaimana aku bisa sampai ke studio ini? apakah aku memikirkan sesuatu tentang menari saat mencoba kesini? Hemm... sepertinya tidak! atau semua yang aku suka akan terjadi di sini?. Tapi kenapa setelah aku sampai selalu ada peristiwa yang terjadi sebelumnya, padahal setelah aku di dunia nyata barbie ini berhenti sesuai dengan tempat terakhir aku kehilangan kesadaran.
"Vrooom, Vrooom, chiiit...."
Suara mobil sport yang nyaring membuat aku terkejut dan mengalihkan perhatianku kearah mobil itu. Sosok laki-laki mengenakan baju kaos hitam, menggunakan celana jeans keluar dengan proporsi tubuh yang sangat ideal. Aku terhanyut dengan adegan itu, sepertinya adegan yang ada difilm yang aku suka. OMG! Itu sangat keren. Batinku hampir berteriak.
"Rachel?" Dia memanggil aku.
"OH! Ken?" betapa terkejutnya aku yang ada di sana adalah Ken. Dia menjemput aku dengan gaya kerennya, membuatku seperti pemeran utama wanita dalam film. Oh... sangat romantis. Dengan senyum kosong tanpa kusadari keluar, aku benar-benar bahagia sambil masuk ke dalam mobil ini, dan dijemput dengan pacar yang super ganteng dan keren....
"Kita jalan-jalan dulu yuk!" pintaku sambil menatap dalam ke arah Ken seolah aku memang ingin bersamanya cukup lama.
"Baiklah, sebutkan saja kita mau kemana?" Menatap ke arahku dengan tersenyum manis.
"Kita lurus saja dulu, gooo...." dengan semangat aku ingin menyuruhnya itu segera pergi berdua dengan Ken. Semuanya sudah hampir sangat sempurna di sini, aku perlahan-lahan melupakan cara kembali. Sepertinya perasaanku ingin aku lebih lama berada di sini.
...