Eps 14. Mencari Jawaban

1405 Words
Sunyi senyap tidak ada satu suarapun terdengar, aku dan Ales saling berhadapan banyak pertanyaan yang ingin kulontarkan setelah mendengar perkataannya, seolah dia mengetahui banyak hal mengenai apa yang ingin kuketahui, tatapan matanya terasa begitu memiliki banyak jawaban. Dengan yakin aku bertanya kepada Ales, "Apakah kamu mengetahui tentang dunia mainan itu?" "Iya aku tau" jawabnya santai. "Kamu tahu rahasia dibalik dunia mainan itu?" "Rahasia? Apa maksud kamu rahasia ?" "Kamu tidak tau ?" Aku bingung dengan ucapanya "Bukankah kamu pernah berkata mereka seolah hidup?" "Kamu maksud mainan yang kita beli di dream world itu bisa kita masuki, dan mereka hidup apabila kita berada di sana?" "Itu kamu tahu." "Itu bukan rahasia, dream world akan memilih orang-orang spesial yang akan merasakan kebahagian itu."  "Jadi hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat dream world" ucapku dengan keheranan. "Iya, dream world ada karena semua orang ingin bahagia, aku rasa kamu sudah merasakannya." "Bagaimana kamu tahu?"  "Kamu ingin tahu lebih dalam tentang dunia itu?"  "Iya, aku ingin mengetahuinya, aku rasa karena kamu lebih dulu mengetahui tentang dunia itu, kamu tahu bagaimana caranya kembali ke dunia itu kan ?" "Tentu aku tahu, tapi aku hanya ingin mengingatkan, sesuatu yang kamu inginkan itu pasti ada konsekuensinya." "Tak apa, asalkan aku bisa bahagia di sana, di sini tidak ada yang perduli denganku juga" ucapku dengan yakin. "Apa kamu yakin tidak ada yang perduli denganmu?" ucapnya meyakinkan. "Iya aku yakin, jadi bagaimana caranya agar bisa kembali dan berada di sana selamanya?" "Apa yang kamu ketahui ?" "Yang kutahu apabila aku memikirkan dunia itu, aku dapat ke sana, dan sebaliknya. Oh ya dan juga waktu aku tertidur terus bertambah seiring dengan berapa kali aku kembali ke dunia itu." "Iyaa, tepat sekali, apabila kamu memikirkan dunia itu kamu dapat pergi ke sana, dan apabila kamu di sana dan memikirkan dunia ini setelah kamu memejamkan mata, kamu akan kembali. Tapi ada satu hal yang belum kamu sebutkan." "Apa itu ?" ucapku heran. "Kamu tidak menyebutkan bahwa seiring kamu pergi ke sana, kamu akan kehilangan waktu, yang terus bertambah sebanyak berapa lama kamu tertidur. Tapi itu akan membuat kamu berada di sana selamanya." "Hah , aku kehilangan waktu? Bagaimana bisa? Tapi aku bisa berada di sana selamanya." "Iya, aku rasa kamu sudah kehilangan waktu selama 10 jam, lihat sekarang sudah sore" ucapnya dengan santai. Mataku segera melihat ke atas, ke kanan dan ke kiri, benar apa yang dikatakan Ales, sekarang sudah sore, apakah aku memang kehilangan waktuku?, sepertinya ini konsekuensi yang aku dapatkan, t-tapi... "Bagaimana kamu tau aku kehilangan waktu, bukankah hanya aku yang kehilangan waktu kenapa kamu juga merasakannya?" Aku bertanya-tanya "Sepertinya karena aku berada di dekat kamu waktu akan berputar cepat" "ooh baiklah aku sudah tau caranya kembali, terimakasih Ales, oh ya bagaimana dunia mainan kamu? apakah semuanya berjalan lancar ?" ucapku penasaran. "Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir, sebentar lagi aku juga akan menemukan kebahagian baru." ucapnya dengan ekspresi yang sangat bahagia. "Oh ya, kalau begitu aku pergi dulu yaa, terimakasih sekali lagi" sambil berpaling dari Ales aku berjalan menuju rumah. Aku sudah sampai rumah di depan rumah, suara teriakan itu terdengar lagi, orang tuaku bertengkar lagi entah apa itu masalahnya, dengan langkah berat aku masuk ke dalam rumah, berusaha menampakkan diri agar pertengkaran itu berakhir, tapi apa yang kuinginkan tidak tercapai semudah itu, orang tuaku masih bertengkar walaupun aku sudah di dalam rumah, mereka seolah menganggap aku tidak ada, memang waktuku bertambah cepat jadi aku bisa bertemu dengan orang tuaku tapi untuk apa bertemu mereka kalau aku hanya melihat pertengkaran. Semua itu membuatku yakin kalau aku memang harus tinggal di dalam dunia barbie itu, di sana lebih mengharapkan kehadiranku. Aku masuk ke dalam kamar dan melihat tombol itu belum bisa dibuka, tapi aku sudah tahu cara menggunakannya jadi aku memilih untuk berdiam diri dan memikirkan kebahagianku di dunia itu, aku memejamkan mata dan mulai memikirkan bahagianya aku bertemu dengan Carla dan Sana serta Ken yang selalu ada untukku dan teman baruku Hans dan juga pikiran dan perasaan yang membuatku bahagia berada di sana, perlahan aku membuka mataku dan benar saja tombol itu sudah bisa digunakan tapi sebelum itu aku harus melanjutkan catatanku supaya aku tidak lupa. Rabu, 3 November 2021 -          aku sudah mengetahui caranya untuk kembali, dengan memikirkan dunia yang ingin aku datangi, atau memikirkan sesuatu yang bahagia tentang dunia itu, atau perasaan yang mengingatkanku tentang dunia itu -          konsekuensi yang aku dapatkan, aku akan kehilangan waktu  -          aku akan kembali ke dunia barbie dan akan tertidur selama 5 jam dan kehilangam waktu sebanyak 15 jam  -          aku akan berada di sana selamanya apabila waktuku di dunia ini sudah habis -          baiklah Rachel, kamu tidak perlu berpikir Setelah aku selesai menulis catatan itu, aku segera menekan tombol power dan seperti biasa pandanganku mulai gelap, kepalaku mulai sakit dan aku mulai tertidur tanpa sadar. ... Suara musik yang bising, teriakan orang-orang terdengar sangat bersemangat membuat telingaku sakit, perlahan aku membuka mataku dan mendapati sebuah cahaya di tengah panggung dan ada orang-orang bernyanyi di panggung itu, saat mataku mulai melihat secara jelas, kesadaranku kembali sepenuhnya aku melihat para Barbie di tengah panggung berjumlah 9 orang dan lagu yang tidak asing terdengar dengan jelas. "Aku ada di Konser EXO!!!" teriakku dengan nyaring, meski versi barbie hehehe. "IYAA, KAMU KAN YANG MAU KE SINI!!" teriak seseorang dari sebelahku, kudapati Carla dan Sana ada di sampingku sedang berteriak mendengarkan konser tersebut. Aku mendapatkan impianku lagi di sini, menonton konser kesukaanku bersama teman-teman. Kami bertiga menikmati konser ini, aku melupakan semua kejadian yang ada di dunia nyata, seakan dunia nyata adalah mimpi buruk yang menghampiriku, di sini lebih seperti kehidupanku yang sebenarnya. Kami bertiga selesai menonton konser dan kami pergi ke tempat makan terdekat, euforia yang kami rasakan saat konser masih terasa menyenangkan dan kami bertiga masih membicarakan tentang konser itu, perbincangan mengenai seberapa serunya konser itu, lagu yang mereka putar, penampilan yang mereka bawakan dalam layanan untuk para penggemar selama konser membuat kami sibuk berbicara mengenai itu, tanpa terasa kami sudah ada di tempat makan dan kami mulai makan, kami terdiam karena kami lebih fokus untuk makan dan akan melanjutkan perbincangan kami setelah makan. "Oh ya, Rachel setelah ini kamu ingin kita pergi ke tempat tari kamu kan?" ucap Carla Aku yang tidak tahu tentang rencana itu, tapi tetap berusaha terlihat tenang, aku hanya mengangguk untuk membalas ucapan Carla. "Kamu ingin memperkenalkan Hans kepada kami kan?" "Eemm.. Iya" aku menyetujui seolah memang merencanakan hal itu. "Okedeh, kamu jangan mengecewakan kami yaa" "Baiklah" Aku sudah ada di dalam tempat tari, ada Carla dan Sana di sampingku kami bertiga berdiri di depan pintu melihat Hans berlatih tariannya, kami terkagum-kagum melihat keindahan tarian Hans. Tiba-tiba aku dan hans saling memandang dan merasa canggung, benar saja setelah kejadian itu aku dan Hans belum bertemu, aku merasa Hans sekarang menjaga jarak denganku, tapi karena janji yang tanpa kusadari kubuat dengan Carla dan Sana aku harus melepaskan rasa canggung ini dan mulai menegur Hans. "Hai Hans" ucapku ragu. "Oh hai Rachel, bagaimana keadaanmu?" ucapnya. "Emm baik,oh ya hari ini aku mengajak teman-temanku untuk melihat tarianku, apakah kamu ingin bergabung?" "Baiklah, oh ya perkenalkan aku Hans" ucapnya sambil mengulurkan tangan ke arah Carla dan Sana. "Hay Hans, aku Carla" "Aku Sana" "Mari kita lihat penampilah Rachel" ucap carla tanpa ragu. "Baiklah" Aku mulai memutar musik yang aku suka dan mulai menampilkan keterampilanku di depan mereka bertiga, seolah aku sudah melatih ini tanpa ragu aku menggerakkan tubuhku dengan ringan dan sangat bersemangat. Setelah musik berhenti kurasakan tubuhku yang sangat lelah dan aku mulai menarik nafas secara tak beraturan, aku merebahkan tubuhku ke lantai, dengan tepukan yang sangat keras kulihat Carla, Sana dan Hans terpesona dengan penampilanku yang membuatku sangat bahagia. Aku mulai memikirkan mengenai dunia barbie ini, aku melihat di dalam kotak akan berhenti sesuai dengan kapan aku pergi, tetapi aku rasa dunia ini tetap berjalan walaupun aku melihat dari luar kotak, barbie ini berhenti. Apa yang belum aku ketahui tentang kotak ini?, pikirku. Pikiran tentang dunia ini berjalan walaupun aku tidak berada di sini mulai menjadi tanda tanya bagiku, apakah Rachel memang sudah ada di sini? dan aku mulai mengambil raganya, tapi bagaimana bisa aku mengambil raga barbie? kan mereka bukan makhluk hidup, atau aku tercipta setelah aku memasuki dunia barbie ini jadi mereka terus berjalan walaupun aku kembali ke dunia nyata?. Satu demi satu teka-teki tentang dunia ini mulai aku ketahui tapi tentang berjalannya dunia ini aku belum menanyakan kepada Ales, walaupun itu menjadi tanda tanya aku akan tetap menikmati kehidupanku yang ada di sini.   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD