BAB 87

1285 Words

"Hamil?" tanya seorang pria yang duduk di kursi kerjanya di belakang meja yang terdapat tulisan Kepala Sekolah itu dengan ekspresi kaget. Jordi dan Rico yang mendapati reaksi itu, hanya menganggukkan kepala. Keduanya hanya berharap kepala sekolah yang bernama Ridwan itu mau menerima Mikha untuk bersekolah dengan kondisi hamil. Sesaat Ridwan terdiam, mencoba memikirkan apa yang dia dengar dari kedua orang yang sudah kedua kalinya menemuinya. Sekolah swasta yang kini dia pimpin, memang berasal dari keluarga besarnya sendiri. Namun semua rencana yang akan dia ambil, hanya boleh didiskusikan terlebih dulu dengan semua pengurus, tak terkecuali pihak OSIS yang selalu diikut sertakan sama semua keputusan sekolah. "Dia mengalami hal ini bukan karena keinginannya, Pak, ini murni karena dus rema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD