Chloe bangkit dari duduknya begitu ia mendengar suara pintu apartemennya yang terbuka. Tanpa bertanya siapa, ia tahu kalau itu adalah Chris karena hanya pria itulah yang mengetahui password apartemennya selain dirinya.
Setelah Chris kembali, Cleo tak pernah bisa jauh darinya. Dan itu membuat Chloe harus menerima penawaran Chris yang memintanya untuk tinggal di gedung apartemen yang sama dengannya. Dan di sinilah ia sekarang, tinggal di salah satu apartemen mewah yang sengaja dibeli oleh Chris untuknya dan Cleo. Apartemen yang hanya berbeda satu lantai dengan apartemen yang menjadi tempat tinggal Chris.
"Dia tidur?" tanya Chloe begitu ia melihat Chris dengan Cleo yang berada dalam gendongannya.
Chris mengangguk dan terus berjalan ke kamar putrinya itu yang langsung diikuti oleh Chloe. "Sepertinya hari ini dia terlalu banyak bermain. Dia kelelahan sampai membuatnya tertidur," jawabnya kemudian.
Chloe hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan mata yang terus memandang ke arah Chris yang tengah membaringkan Cleo di atas kasur. Terkadang, Chloe heran dengan Chris yang begitu lihai dalam mengurus Cleo. Walaupun pria itu sangat menyukai anak-anak, tetapi biasanya ia hanya menggendongnya atau mengajaknya bermain saja. Bukan mengurusnya seperti apa yang dilakukannya saat ini.
Namun, terlepas dari itu semua, Chloe merasa lega karena Cleo akhirnya mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orang tuanya. Chris begitu peduli dengan Cleo. Dan siapa pun bisa melihat kalau pria itu sangat menyayangi putrinya. Terlihat dari kesehariannya yang selalu mengantar dan menjemput Cleo di sela-sela kesibukannya yang begitu padat. Pria itu bahkan tak pernah mengeluh sekalipun dengan sikap Cleo yang kelewat manja.
"Kau akan langsung kembali ke kantor?" tanya Chloe setelah Chris mengecup kening Cleo yang masih terlelap dalam tidurnya yang terlihat begitu nyenyak.
"Aku kembali setelah makan siang," jawab Chris sambil berjalan mendekat ke arah Chloe. "Uhm... Chloe, bolehkah aku di sini sampai jam makan siang? Tadi aku berjanji kepada Cleo untuk makan siang bersamanya," tanyanya meminta izin.
Chloe tampak mengerutkan keningnya bingung. Entah kenapa ia merasa kalau Chris sedang berusaha untuk mencari cara agar pria itu bisa memiliki waktu berdua bersamanya. Aneh saja jika Chris ingin menunggu Cleo di sini. Padahal, apartemen pria itu hanya berada satu lantai di atas apartemennya. Gampang bagi Chloe untuk membawa Cleo ke sana ketika gadis kecil itu bangun dan ingin bertemu ayahnya. Sama seperti hari-hari sebelumnya.
"Sebaiknya kau menunggu di apartemenmu saja. Aku akan membawa Cleo ke sana saat jam makan siang nanti," ucap Chloe menolak permintaan Chris seraya berjalan keluar dari kamar Cleo.
Chris mengikuti langkah kaki Chloe yang berada beberapa langkah darinya. "Apartemenku sedang dibersihkan," katanya memberi penjelasan.
Chloe mengembuskan napasnya lantas menghentikan langkahnya kemudian berbalik sehingga ia bertatapan langsung dengan Chris yang juga sudah menghentikan langkahnya. "Kau tahu kalau aku tidak ingin berada satu ruangan denganmu jika hanya ada kau dan aku saja," katanya berterus terang seraya melanjutkan kembali langkahnya.
Chris memegang pergelangan tangan Chloe yang membuat wanita itu mau tak mau menghentikan langkahnya kembali. Namun, Chloe tetap pada posisinya, tidak berbalik untuk menatap Chris yang masih memegang pergelangan tangannya.
"Apa semuanya belum cukup untukmu? Beberapa bulan ini aku sudah berusaha untuk menjadi ayah yang baik bagi Cleo. Apa semua itu belum cukup untukku mendapatkan maaf darimu?" tanya Chris.
Chloe dengan cepat menghentakkan lengannya sehingga membuat pegangan Chris di tangannya terlepas begitu saja. Ia lalu berbalik dan menatap pria itu dengan mata yang menyipit tajam. "Jadi, kau memperlakukan Cleo seperti itu hanya untuk mendapatkan maaf dariku? Kau melakukan semua itu tidak dari dalam hatimu. Kau mempermainkannya, Chris," katanya dengan amarah yang sudah mulai menguasai dirinya.
"Tidak. Bukan begitu maksudku, Chloe. Sungguh, aku sangat menyayangi Cleo," balas Chris yang terdengar sedikit panik.
Chloe memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan dirinya yang mulai dipenuhi oleh amarah. "Sebenarnya apa alasanmu kembali, Chris?" tanyanya seiring dengan matanya yang kembali terbuka.
"Aku kembali karena aku menyesal telah meninggalkan kalian."
"Aku tahu. Kau sudah mengatakannya saat itu. Aku hanya ingin kau memberikan alasan yang lebih spesifik lagi."
Chris diam sejenak. Memikirkan terlebih dahulu apakah ia harus mengatakannya atau tidak. Dan hatinya berkata kalau ia harus mengatakannya. "Aku kembali karena aku mencintaimu, Chloe. Aku baru menyadarinya setelah kau pergi dari hidupku. Awalnya aku berusaha untuk menepis semua rasa itu. Tetapi, aku tidak bisa. Aku begitu mencintaimu sampai rasanya aku ingin hidup bersamamu kembali."
"Lalu, kenapa kau baru kembali sekarang?"
"Karena aku terlalu malu untuk bertemu denganmu, Chloe. Tahun-tahun tanpamu aku habiskan dengan perasaan bersalah yang begitu menyiksaku. Aku sangat ingin menemuimu dan anak kita, tetapi aku tidak punya keberanian untuk melakukannya."
Chloe menggigit bibir dalamnya untuk meredam air matanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Ia bisa merasakan penyesalan yang begitu dalam lewat penjelasan yang dilontarkan oleh Chris. Namun, rasa sakit yang bersarang di hatinya membuatnya enggan untuk menerima pria itu kembali.
"Dulu aku pernah menawarkan cintaku kepadamu, bukan? Saat itu, aku ingin menggantikan posisi Lori di hatimu, tetapi kau menolaknya begitu saja. Dan sekarang, dengan gampangnya kau mengatakan kalau kau mencintaiku. Semuanya tidak semudah itu, Chris," ucap Chloe dengan suaranya yang terdengar pelan, namun masih bisa didengar oleh Chris.
Chris menelan ludahnya susah payah. Benar apa yang dikatakan Chloe. Ia dulu terlalu sombong untuk menerima Chloe yang dengan baik hati menawarkan cintanya agar hidupnya tak terus-menerus berputar di sekitar Lori saja. Ia dulu terlalu jahat sampai mengabaikan wanita itu tanpa berkeinginan untuk mengetahui apa yang saat itu tengah dirasakan oleh Chloe. Dan saat ini, hanya penyesalan lah yang ia dapatkan dari sikapnya saat itu.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kembalilah ke apartemenmu. Aku akan mengantar Cleo ke sana saat jam makan siang nanti," ucap Chloe lantas berjalan meninggalkan Chris.
Chris menatap kepergian Chloe dengan senyum getir yang menyiratkan akan kesakitan yang begitu dalam. Banyak sekali penyesalan yang saat ini tengah dirasakannya. Dan ia sadar, penyesalan itu tak akan pernah terlihat di mata Chloe. Wanita itu bahkan terang-terangan mengatakan kalau ia tak ingin kembali bersamanya lagi.
Beberapa tahun yang lalu, hubungannya dengan Chloe hanyalah sebatas perjanjian yang dibuat oleh wanita itu. Tetapi sekarang, Chris ingin mengubah hubungan tak sehat yang mereka jalani dulu dengan sebuah hubungan baru yang akan membawa mereka menuju sebuah dunia baru yang bernama kebahagiaan.
Ia ingin sekali mewujudkan mimpinya untuk bisa menjadikan Chloe sebagai istrinya dan membangun rumah tangga bersamanya. Namun, ia sadar sesadar-sadarnya kalau wanita itu benar-benar sudah tidak menginginkannya lagi.