2 bulan kemudian...
Chloe menahan kedua tangan Chris yang sudah bersiap untuk melepas kemeja miliknya. Ia lalu melepas ciuman panas mereka lantas menjauhkan kepalanya untuk memberi jarak di antara dirinya dengan Chris.
"Jangan sekarang," Chloe berbisik pelan.
"Kenapa?" tanya Chris dengan suara yang terdengar sedikit serak akibat gairah yang sudah menggelegak di dalam tubuhnya.
"Aku sedang tidak enak badan," jawab Chloe dengan rengekannya yang terdengar manja.
Chris terkekeh pelan. Ia lalu mengancingkan kembali kemeja Chloe yang hampir dilepasnya kalau saja wanita itu tidak menahannya. Setelahnya, ia kembali menatap Chloe lantas berkata, "Kenapa tidak bilang dari tadi, hm? Aku sudah sampai seperti ini dan kau langsung menghentikannya. Tidak asyik sekali," ucapnya dengan wajah cemberutnya.
"Seperti apa?"
"Seperti ini," jawab Chris dengan senyum gelinya seraya melirik ke bagian bawah tubuhnya untuk memberitahu Chloe.
Chloe langsung mengikuti arah pandang Chris dan detik itupula ia langsung menjerit histeris ketika melihat ada sesuatu yang menonjol di balik boxer yang dipakai pria itu. "Pergi sana! Dasar tidak tahu malu!" teriak Chloe dengan kesal seraya mendorong d**a Chris untuk menjauhkan pria itu darinya.
Chris terbahak dengan kuat. Ia lalu kembali menatap Chloe setelah tawanya sedikit mereda. "Ini salahmu. Kau yang membuatnya seperti ini. Lagipula, kau juga sudah sering melihatnya. Kenapa kau harus berteriak seperti itu? Dasar amatir," ejeknya seraya turun dari atas ranjang.
Chloe melempar bantal ke arah Chris yang masih berdiri di sisi ranjang dengan kesal yang lagi-lagi membuat Chris terbahak dengan kuat. Pria itu bahkan masih sempat-sempatnya mengejek Chloe ketika bantal yang tadi dilempar wanita itu berhasil ditangkapnya.
Chloe yang sudah sangat kesal dengan Chris, akhirnya memilih untuk turun dari atas ranjang lantas berjalan keluar sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal. Namun, baru saja ia ingin membuka pintu kamarnya, Chris tiba-tiba saja memeluknya dari belakang lantas langsung meletakkan dagunya pada bahunya.
"Kau sudah periksakan keadaanmu? Aku bisa mengantarmu ke dokter kalau kau mau," ucap Chris kemudian.
Chloe yang awalnya sudah ingin memaki Chris, langsung mengurungkan niatnya begitu mendengar pertanyaan pria itu. Chloe yang awalnya sangat kesal dengan Chris, langsung luluh akibat pertanyaan yang terdengar seperti sedang mencemaskannya.
"Kau mencemaskanku ya?" tanya Chloe yang bermaksud untuk menggoda Chris.
Chris terkekeh pelan. "Tentu saja. Kalau kau sakit, siapa yang nantinya akan kutiduri. Kau tahu sendiri kalau aku tidak suka tidur dengan wanita sembarangan. Aku hanya butuh satu wanita yang akan terus menemaniku di ranjang. Dan saat ini, aku membutuhkanmu," jelasnya sembari mengetatkan pelukannya di tubuh Chloe.
Bunga-bunga di hati Chloe yang awalnya sudah bermekaran, langsung layu begitu Chris mengatakan sesuatu yang membuatnya sadar akan siapa dirinya dan sadar akan posisinya di hidup Chris. Ia lalu tersenyum miris seraya melepas pelukan Chris secara perlahan.
"Aku tidak apa-apa. Jangan cemaskan aku," Chloe mengulas senyum kecil di bibirnya lantas memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Chris. "Uhm... Chris, aku ingin bertanya kepadamu," katanya kemudian.
"Apa itu? Tanyakan saja. Kenapa kau jadi sopan begini," sahut Chris dengan kekehan kecil yang mengiringi kalimatnya.
"Bagaimana..." Chloe tampak sedikit ragu saat ingin mengeluarkan pertanyaannya. Namun, pada akhirnya ia tetap melanjutkannya. "Bagaimana kalau aku mencintaimu?" ia bertanya dalam satu tarikan napas. Dan di akhir kalimatnya, ia memberanikan diri untuk menatap Chris.
Chris tersenyum kecil sebelum menjawab pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Chloe, pertanyaan yang sedikit membuatnya terkejut. "Tidak masalah bagiku kalau kau mencintaiku, tetapi kau tahu sendiri kalau aku hanya mencintai Lori. Jadi, kau harus berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk mencintaiku," ia menepuk pelan kepala Chloe sebelum berderap meninggalkannya.
"Tetapi sepertinya aku mencintaimu," ucap Chloe dengan suaranya yang terdengar pelan, tetapi untungnya masih bisa didengar dengan jelas oleh Chris sehingga pria itu langsung menghentikan langkahnya.
Chris segera memutar tubuhnya lantas berjalan beberapa langkah untuk kembali mendekat ke arah Chloe. "Kau bilang apa tadi?" tanyanya untuk memastikan bahwa apa yang didengarnya tadi tidaklah salah.
"Sepertinya aku mencintaimu," jawab Chloe tanpa berani menatap Chris.
"Apa kau yakin?"
Chloe memberanikan diri untuk menatap Chris sebelum menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh pria itu.
"Maaf. Tetapi sepertinya aku akan menolak cintamu. Kau tahu sendiri alasannya," balas Chris dengan raut wajahnya yang tampak merasa tidak enak dengan Chloe.
Sungguh, Chris tak pernah berharap jika Chloe akan jatuh cinta dengannya. Dari awal ia hanya menganggap wanita itu sebagai temannya saja. Baik teman saat di ranjang maupun teman yang sesungguhnya. Dan ia juga tak menyangka jika wanita itu bisa jatuh cinta dengannya mengingat sikap yang dintunjukkan Chloe saat berhadapan dengannya. Benar-benar sulit dipercaya.
"Apa kau masih mencintai Lori?" Chloe bertanya dengan hati-hati.
"Ya, aku masih mencintainya."
"Bagaimana bisa? Ah, maksudku kau sudah lama tidak kembali ke London dan otomatis kau tidak pernah bertemu lagi dengannya, tetapi kau masih mencintainya sampai saat ini. Aku pikir kau sudah melupakannya."
"Melupakan seseorang yang kita cintai memang tidak mudah. Dan karena aku memang tidak berniat sedikit pun untuk melupakan Lori, maka dari itu aku masih tetap mencintainya sampai saat ini. Kau harus tahu itu. Dan sekarang, sepertinya kau yang harus melupakan seseorang yang kau cintai karena kau sudah tahu sendiri kalau orang itu tidak akan pernah mencintaimu."
Chloe menatap Chris dengan senyum kecil yang dengan sangat terpaksa ia pasang di bibirnya untuk memberitahu pria itu bahwa ia adalah wanita yang kuat walaupun ia baru saja merasakan sakit yang luar biasa saat seseorang yang dicintainya menolaknya begitu saja hanya karena wanita yang kini sudah bahagia bersama suaminya.
"Aku rasa cukup sampai di sini pembicaraan kita mengenai hal ini. Aku akan melupakan apa yang terjadi saat ini," Chris mengelus sejenak rambut Chloe sebelum berderap meninggalkan wanita itu.
Chloe tersenyum getir setelah Chris hilang dari pandangannya. Ia pernah merasakan hal yang sama saat masih sekolah dulu. Ia juga pernah ditolak oleh pria yang disukainya. Namun, entah kenapa kali ini rasanya jauh lebih sakit dari apa yang pernah dialaminya dulu.
Ia teramat sadar kalau perasaan yang saat ini bersarang di hatinya adalah perasaan cinta yang ia miliki untuk Chris. Hidup selama tiga bulan bersama Chris, ia tidak bisa untuk tidak mencintai pria itu. Pesona yang Chris miliki ditambah dengan kebaikan hatinya, membuatnya tanpa sadar melabuhkan cintanya di hati pria itu.
Dan sekarang, ia baru saja ditolak oleh Chris. Dan rasanya sungguh menyakitkan. Entah apa yang akan dilakukannya setelah ini. Mungkin ia juga akan melupakan apa yang terjadi saat ini seperti apa yang akan Chris lakukan.