DUA PULUH SATU

1975 Words

“Hino. Hino. Bangun!” Tania mengguncang-guncang bahu Hino yang lelap di sampingnya. Setelah beberapa bulan hidup bersama Hino, Tania sudah terbiasa dengan kebiasaan tidur Hino. Tidak mempan dengan mengguncang, Tania pun melakukan k*******n dengan menggigit Hino. “ADUH!” Hino langsung terduduk dengan wajah merah. Dengan gusar Hino mengelus daun telinga yang digigit Tania. “Kamu!” Hino kelepasan membentak Tania. Di awal-awal pernikahan, setiap Hino tidak sengaja membentak atau bersuara keras sedikit saja Tania akan bersedih. Tania lalu akan meminta maaf karena membuat Hino kesal, tapi sekarang sudah banyak yang berubah dari diri Tania. “Kebo banget!” ucap Tania ketus. “Kamu sih, nggak bisa apa banguninnya lembutan dikit?” balas Hino. “Udah jerit-jerit. Aku udah bikin tidur kamu kaya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD