DUA PULUH TIGA

2053 Words

Hino merasakan ada yang mengg*git hidungnya. Begitu ia membuka mata, kedua maniknya menemukan mata Tania yang berwarna cokelat. Mereka saling bertatapan sekian lama. Hingga Tania meringis s*kit lalu giginya meninggalkan hidung Hino. “Kenapa?” “Perut aku keteken,” jawab Tania. Hino langsung duduk lalu mengelus perut istrinya. “Kita ke dokter, ya,” kata Hino. “Nggak apa-apa deh kayaknya. Sekarang udah nggak s*kit lagi. Aku tadi lupa kalau perutnya gede,” ucap Tania tersenyum malu. “Makanya jangan suka ngeja*lin suaminya,” kata Hino. “Makanya kamu juga kalau dibangunin cepat bangunnya!” ucap Tania sewot. Hino lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Tania. Ia meng*cup b*bir Tania cepat. Lalu berjalan ke kamar mandi. “Lain kali banguninnya begitu!” teriak Hino di balik kamar mandi. Pipi Tani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD