Hino merasakan ada yang mengg*git hidungnya. Begitu ia membuka mata, kedua maniknya menemukan mata Tania yang berwarna cokelat. Mereka saling bertatapan sekian lama. Hingga Tania meringis s*kit lalu giginya meninggalkan hidung Hino. “Kenapa?” “Perut aku keteken,” jawab Tania. Hino langsung duduk lalu mengelus perut istrinya. “Kita ke dokter, ya,” kata Hino. “Nggak apa-apa deh kayaknya. Sekarang udah nggak s*kit lagi. Aku tadi lupa kalau perutnya gede,” ucap Tania tersenyum malu. “Makanya jangan suka ngeja*lin suaminya,” kata Hino. “Makanya kamu juga kalau dibangunin cepat bangunnya!” ucap Tania sewot. Hino lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Tania. Ia meng*cup b*bir Tania cepat. Lalu berjalan ke kamar mandi. “Lain kali banguninnya begitu!” teriak Hino di balik kamar mandi. Pipi Tani

