Jika berbicara soal sistem pendidikan terpadu tentu tak bisa lepas dari sistem pendidikan yang dicanangkan oleh Finlandia. Sudah jadi rahasia umum jika negara yang berlokasi di Eropa Utara itu dikenal sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
Ini berdasarkan hasil dari tes internasional dan penelitian, Finlandia dikenal sebagai negara dengan kualitas kurikulum pendidikan terdepan. Dengan tingkat kelulusan tes internasional tertinggi di dunia, berhasil memuncaki indeks pendidikan dari negara di seluruh dunia.
Rahasia dari pencapaian Finlandia tersebut terletak pada reformasi pendidikan yang telah diteliti dan diterapkan di sekolah formalnya. Oleh karenanya, Finlandia berhasil dengan konsisten memiliki mutu pendidikan yang jauh lebih baik dibanding negara lainnya.
Tak hanya itu, negara Eropa lain, yakni Britania Raya juga dikenal memiliki sistem pendidikan yang maju. Di negara tersebut, sistem pendidikan dibagi menjadi lima tahapan, yaitu pendidikan awal hingga tinggi.
Melalui pembagian tahapan pendidikan tersebut, Britania Raya mencanangkan kurikulum nasional yang wajib ditaati oleh setiap institusi pendidikan formal di sana.
Selain itu, Belanda sebagai negara maju mengaplikasikan sistem pendidikan dengan kurikulum internasional yang disebut International Baccalaureate atau IB. Dengan menerapkan program pendidikan tersebut, siswa sekolah di Belanda mampu mendapatkan kurikulum andalan negara lain dan bersaing di perguruan skala global.
Berlanjut ke sistem pendidikan di Swiss yang menerapkan program pendidikan desentralisasi. Artinya, pendidikan di negara tersebut diatur dan dikelola bukan oleh pemerintah pusat, melainkan oleh tingkat kewilayahan.
Seluruh aspek pendidikan seperti durasi sekolah, kurikulum, hingga metode pembelajaran diumumkan oleh pemerintah daerah. Namun, yang menjadi titik berat di sistem pendidikan Swiss—penerapan ilmu serta nilai-nilai yang berhubungan dengan pendidikan. Jadi, siswa tak hanya mendapatkan pendidikan formal saja, tetapi juga softskill yang amat penting dibutuhkan di dunia kerja nantinya.
Negara maju di Benua Asia juga tidak kalah berkualitasnya dengan Benua Eropa. Terbukti ada beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan juga Singapura yang dikenal memiliki sistem pendidikan berkualitas.
Sebagai contoh, Korea Selatan yang berani menggelontorkan anggaran besar-besaran demi memiliki sistem pendidikan terpadu. Anggaran pemerintah untuk memajukan sistem pendidikan digunakan pada sektor sarana, prasarana, dan evaluasi agar mutunya tetap terjaga.
Bagaimanapun pemerintah Korea Selatan menganggap bahwa kualitas pendidikan masyarakatnya memengaruhi kualitas negara secara menyeluruh. Dengan demikian, semakin baik sistem pendidikan yang diberikan, semakin bagus pula kualitas negara tersebut.
Negeri Sakura, Jepang, juga tidak kalah ketat dalam menjaga kualitas pendidikannya.
Tidak hanya pendidikan formal seperti sains dan eksakta, beberapa tahun pertama sekolah di Jepang lebih menekan pada pembangunan karakter. Kurikulum di sana yang diacu oleh pemerintah Jepang juga lebih menonjol ke kerja kelompok daripada individu.
Beralih ke sistem pendidikan di negara tetangga, Singapura adalah negara Asia Tenggara yang dianggap paling maju. Tidak hanya memiliki sistem manajemen pemerintahan yang rapi, sistem pendidikan Singapura juga layak untuk dicontoh, khususnya oleh Indonesia.
Menganut sistem pendidikan fleksibel serta tidak terpaut pada satu metode, Singapura mampu memberikan kebebasan pada siswanya untuk memilih ilmu yang akan dipelajari. Siswa sekolah di Singapura dapat memilih cara belajar yang dirasa paling efektif dan bertujuan memenuhi kepentingan yang dimiliki.
Secara singkat, sistem pendidikan di Singapura tidak mengekang siswa untuk mempelajari materi yang tidak diinginkan dan mungkin tidak dibutuhkan di masa depan. Jadi, sekolah bukanlah suatu hal yang dipaksakan dan ilmu yang didapatkan siswa cocok dengan cita-cita yang ingin diraih nantinya.
Membahas tentang pendidikan memang tak akan ada habisnya. Meski Sena menjelaskan teori dari materi yang disampaikan Pak Gemma dengan baik, tetap saja pria muda itu memberikannya hukuman mencabuti rumput di halaman belakang sekolah.
Tahu begitu, harusnya Sena langsung bolos sedari awal kepergok daripada makan hati karena sifat rese' gurunya yang tidak bisa dihilangkan dan suka kambuh tak kenal waktu. Apakah iya mood Pak Gemma sedang jelek karena suatu masalah yang menimpa beliau?
Sena asyik melihat-lihat barisan kelas yang berjejer memanjang di lorong sekolah, belum memulai hukuman yang diterimanya. Masa bodohlah kalau ini membuang-buang waktu.
"Dasar kambing! Monyet, huh! Nyesel gue ngeiyain guru gila itu." Lebih bagus kalau waktu ini cepat berlalu, Sena pengin melabrak dua tokoh utama yang merampas hampir seluruh pikirannya.
"Mereka pasti masih ada di situ." Seingat Sena yang pernah menghafal jadwal orang-orang yang merawat kebun anggrek di halaman belakang sekolah, dirinya yakin seratus persen kalau mereka masih beristirahat di sana di jam-jam seperti ini.
Derap langkah kaki terus terdengar seiring kaki Sena membawanya ke tempat yang jadi first time pertemuan gadis itu dengan Frasa Astial Juanda, satu-satunya cowok dengan segudang rahasia tersembunyi.
Omong-omong, harusnya dari jarak segini dirinya bisa membaca pikiran Frasa sekarang, tetapi hingga matanya beradu pandang dengan manik kelam milik cowok itu—kok, Sena tak bisa menguliknya sama sekali?
Dinding tak kasat mata macam mana yang membuat Sena yang Maha Benar ini tak bisa mengorek sedikit pun informasi yang tengah dipikirkan Frasa tentang dirinya? Gadis itu punya salah apa sampai ....
"Kak Sena, Ila kangen banget sama Kakak!" Ila mendadak menghambur ke dalam pelukan Sena yang sempat melempar tatapan penuh selidik ke arah Frasa.
"Kakak juga kangen." Akan tetapi, pada akhirnya gadis beriris Indranilla itu membalas pelukan Ila tak kalah erat. Mereka berdua cipika-cipiki sendiri seolah-olah tak menganggap adanya kehadiran Frasa.
Sena melirik Frasa diam-diam. Cowok itu memiliki hubungan apa dengan Ila? Mengapa keduanya bisa akrab? Membuat dirinya penasaran saja, semoga bukan karena berniat buruk pada Ila sebab akhir-akhir ini banyak kasus kriminal yang bertebaran.
"Kak, kenalin Pa—" Frasa membekap mulut Ila sebelum gadis kecil imut itu lanjut berbicara, cowok itu tersenyum merasa tak enak di depan Sena yang kebingungan.
Ila melebarkan mata saat diberi kode rahasia oleh Frasa, lalu manggut-manggut paham. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Kenapa tingkah mereka berdua terlihat aneh?
"Ah, Ila lupa nama Kakak ini siapa." Dia tersenyum hambar dan seperti menghindari kontak mata dengan Sena. Mendengkus tanda gemas.
"Yah, wajar kalo Ila lupa. Mau main sama Kakak nggak?" Menjulurkan tangan yang tak disambut Ila sama sekali. Frasa memandang Sena dengan sorot sejuta makna.
"Apa tujuan lo datang ke sini, huh?" Frasa membuka suaranya yang berat membuat Sena gelagapan mencari gagang sapu di dekatnya supaya tidak dinilai jelek, entah kenapa gadis itu merasa harus menjaga image darinya.
"Itu bukan urusan lo, Sa!"
Duh, Na, kenapa lo nge-sok kesannya?
Sena reflek menggembungkan pipi grogi, ragu-ragu menatap Frasa yang bergeming di tempat dengan wajah tanpa ekspresi. Firasatnya tak enak.
Bunga Anggrek sepertinya sudah menjadi oksigen dan identik bagi seorang Frasa. Sena pun menyadari kode yang ditanyainya saat itu merupakan pengakuan secara tak langsung mengatakan bahwa ....
Cowok itu menyukainya sebagai seorang perempuan.