bc

Cintailah Aku 18+

book_age18+
624
FOLLOW
3.9K
READ
others
others
others
drama
comedy
sweet
male lead
others
like
intro-logo
Blurb

Tiffany Nandyra Sudrajat, berusia 27 tahun. Dikarenakan hobi nya yang suka foya-foya, ayahnya menikahkan Tiffany dengan anak sahabatnya dulu. Ia lah Dimas Dirgantara, seorang Banpol yang hidup penuh kesederhanaan dan memiliki sifat yang ramah dan sedikit pendiam.

Tentu saja Tiffany menentang keras perjodohan itu, pasalnya dia sudah memiliki tambatan hatinya.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya?

chap-preview
Free preview
Menikah?
"Menikah? Aku nggak salah dengar, Pa!" Kedua mata Tiffany membulat kaget, setelah mendengar penuturan ayahnya. Bingkisan belanjaan dari hasil shopping masih memenuhi kedua tangannya. Aji Sudrajat melipat koran yang sedari tadi ia baca. "Ya, kamu akan papa nikah kan." Menyeruput kopi yang sedari tadi terletak di atas meja. "Hahaha...Papa pintar banget ngelucu nya tapi Pa, lain kali cari bahan yang pas dong kalau mau ngerjain Fany," ujar Tiffany, diiringi tawa konyol nya. "Bik Ijah, tolong ini diberesin." Bukannya menjawab perkataan Tiffany, Aji justru menyuruh pembantunya itu untuk membawa gelas bekas kopi tersebut. "Nanti malam, dia akan kemari. Untuk melamar kamu, jadi jangan ke mana-mana lagi. Di rumah saja," ujar Aji, dengan pandangan serius. Bingkisan belanjaan Tiffany jatuh bersamaan. Wanita itu mendekati Aji, ia masih belum percaya dengan penuturan ayahnya itu. "Ini, Papa serius?" Memasang wajah setengah penasaran. Aji mengangguk pelan, "papa nggak main-main," ucapnya meyakinkan. "Nggak! Fany nggak mau, Pa! Hari gini pakai dijodohkan! Memangnya Fany gak laku, apa!" Wanita itu mengerutkan wajahnya, menunjukkan betapa kesalnya ia sekarang. Aji menghembuskan napasnya, "usia papa sepertinya nggak akan lama lagi. Papa takut nggak bisa melihat cucu papa nanti," ucapnya pelan. Tiffany berdecih, ia menepis tangan Aji yang hendak menyentuh pundaknya. "Tapi, Fany kan sudah punya Miko, Pa. Fany nikah sama Miko saja. Nggak perlu lah jodoh sana jodoh sini, emangnya Fany barang, apa." "Oh, Miko si berandalan itu! Yang hobi nya mabuk-mabukkan itu, nggak sampai mati pun papa nggak akan setuju! Pokoknya nanti malam kamu harus di rumah. Titik!" "Tapi, Pa. Fany mau-" "Nggak ada tapi-tapian!" Tiffany kembali menenteng belanjaannya, ia berlalu masuk ke kamarnya dengan wajah kabut kalang. Brugh! Bingkisan tersebut berserakan di lantai. Ia pun merebahkan tubuhnya di ranjang. "Hantu apa sih yang merasuki, papa! Dikira zaman Siti Nurbaya kali pakai jodoh-jodohan segala. Ogah aku! Orang sudah punya pacar malah disuruh sama orang lain," gerutunya dengan wajah kesal tentunya. "Miko lagi apa ya? Ya, ampun banyak banget pesan yang belum dibaca." Membaca satu-persatu rentetan pesan chat di ponselnya. "Halo, Beby maaf ya baru bisa hubungi sekarang. Iya tadi bicara sama papa dulu. Aku sudah di kamar kok Beb, oke nanti malam kita jumpa. Ke club biasa kan, oke miss you too Beb. Emmuachhh!" Ponsel ia letakkan kembali, ketika panggilan selesai. Tiffany bangkit, lalu membuka bingkisan belanjaannya lalu mencoba satu persatu gaun yang ia beli. Gaun merah tanpa lengan yang menunjukkan belahan p******a serta paha nya. "Baiklah, pakai yang ini saja. Pokoknya malam ini aku mau pergi sama Miko. Biarin saja, mereka datang. Toh! Aku mau nya sama Miko kok. Bule ku tercinta," gumamnya sambil menatap pantulan wajahnya di cermin. *** Malam pun tiba, Tiffany sudah siap dengan gaun merahnya. Ia menenteng high heels, mengendap-endap keluar dari rumah. "Non." Suara bi Ijah berhasil menghentikan langkahnya. Wanita itu hampir terperanjak. "Bibi...ngapain sih pakai ngagetin segala!" bentak Tiffany dengan suara berbisik. "Non, mau ke mana? Tadi tuan bilang-" "Sttt, bukan urusan Bibi. Aku mau keluar, awas jangan ngadu," ujar Tiffany. "Tapi, Non-" "Sttt! Mending sekarang Bibi urus dapur sana." Tiffany mendorong pelan tubuh bi Ijah. Dengan sedikit ragu, bi Ijah pun berlalu pergi. Tiffany kembali berjalan mengenda-endap keluar hingga ke garasi mobil. Ya, wanita itu pun kabur disaat penjaga sedang menunaikan shalat Maghrib. "Yuhu...akhirnya bebas!" teriak Tiffany, seraya melajukan mobilnya. Drrrt Drrrt Drrrt Ponsel bergetar, pertanda telepon masuk. Nama Miko tertera di sana membuat senyumannya mengembang. "Halo, Beby ku...iya, ini lagi di jalan. Iya dong, tenang saja apa pun yang Bebeb ku minta pasti dikasi kok. Mau berapa botol? Aku bayarin. Iya dong! Apa sih yang enggak buat kamu." Mobil pun semakin laju, hingga tibalah dia di sebuah klub malam yang terbesar di Jakarta. Sebelum turun dari mobil, Tiffany kembali bercermin. Mengoleskan lip balm untuk melembabkan bibir merahnya yang mulai kering. Kemudian, gadis itu keluar dengan lenggokannya yang pastinya sangat mempesona. "Terima kasih," ucapnya ketika dua penjaga mempersilahkannya masuk. Kedua mata Tiffany menyapu isi ruangan yang sudah dipenuhi para manusia yang berlalu lalang diiringi musik yang super menggelegar hingga memenuhi klub. Senyuman Tiffany mengembang ketika pandangannya berhasil menangkap sosok di pojok dengan baju berwarna orange dan bermotif daun janda bolong. Ia lah Miko dengan isapan rokok di mulutnya menikmati alunan musik yang menggelegar. Dengan cepat, ia melangkah mendekati kekasihnya itu. Tiba-tiba langkahnya terhenti, ketika Miko didatangi seseorang yang Tiffany kenal. Laura Sanders, sepupunya sendiri yang kebetulan bercampur dengan darah Amerika. Tak lama kemudian, langkah Tiffany kembali cepat ketika Laura tak lagi di sana. "Ngapain Laura dekatin kamu?" tanya Tiffany dengan nada kesal. "Eh Beby ku sayang sudah datang. Oh Laura nggak bilang apa-apa kok kecuali cuma menyapa doang," jawab Miko sambil mengelus-elus pundak Tiffany yang terbuka. Wajah Tiffany masih kesal, namun ia membiarkan tangan nakal Miko memainkan pundak mulusnya. "Cantik banget sih, jadi pengen nikahin," ujar Miko. "Kamu sudah siap?" tanya Tiffany dengan rona wajah girang nya. Miko terdiam sejenak. "Beb yang sabar ya, nanti ketika targetnya dapat. Kita pasti nikah kok, nanti aku belikan kamu rumah mewah melebihi rumah papa kamu." "Yah...kirain mau secepatnya. Ternyata...." Wajah Tiffany tampak lusuh, pasalnya kalimat itu andalan Miko setiap kali Tiffany membahas tentang pernikahan. "Sorry ya, Beb. Bukannya karena nggak mau, tapi kan kamu tahu aku cinta banget sama kamu. Makanya, aku ingin buat istana untuk kamu Ratu ku tercinta." Gombalan itu pun membuat senyum Tiffany melebar. Bukan sekali dua kali Tiffany kecewa. Tetapi karena cintanya pada Miko telah membutakan mata batin Tiffany. Terlebih lagi mulut manis Miko yang selalu berhasil membuatnya luluh. Musik semakin kencang, Miko menarik Tiffany untuk bergoyang bersamanya di tengah kerumunan orang-orang. Malam semakin larut, minuman di tangan Tiffany semakin berkurang. Ya, gadis itu mencoba melupakan percekcokan antara dirinya dengan sang ayah tadi siang. Masih setengah sadar, gadis itu terus bergelayut manja di d**a Miko yang terbuka disertai dengan aliran keringat. "Beb, sexy banget." Tiffany menyentuh d**a Miko yang tidak terlalu berotot. "Mau coba, nggak?" goda Miko sambil terus mengusap-usap punggung Tiffany. "Apaan sih, dasar nakal!" Tiffany mencubit pinggul kekasihnya itu. Drrrrrrrrrttt Drrrrrrrrrrrrttt Drrrrrrrrrrttt "Hp kamu bergetar tuh," ujar Miko. "Biarin, nggak penting juga. Kamu yang paling penting," jawab Tiffany sambil tersenyum manis. "Pesan hotel yuk," goda Miko lagi. "Jangan ngaco ya, kamu." Tiffany menjauhkan dirinya dari Miko. Ya, senakal-nakalnya Tiffany, hingga sekarang ia berusaha menjaga mahkotanya itu. "Hahaha...bercanda kok Bebeb ku. Jangan marah dong nanti cantiknya hilang lho." Tiffany pun luluh, ia kembali memeluk tubuh Miko. Drrrrrrrrrttt Drrrrrrrrrrrrrrrttt Drrrrrrrrrrrrrrttt Ponselnya kembali bergetar, namun gadis itu tetap enggan mengangkatnya. "Siapa tahu, penting. Beb, jangan gara-gara kamu nggak angkat telepon papa kamu jadi nyalahin aku lho. Kamu nggak mau kan papa kamu berpikiran yang aneh-aneh lagi tentang aku," ujar Miko. "Iya-iya ini aku angkat. Halo...apa!!!" Bersambung...

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dilamar Janda

read
320.5K
bc

TERPERANGKAP DENDAM MASA LALU

read
5.7K
bc

Sang Pewaris

read
53.3K
bc

Scandal Para Ipar

read
696.7K
bc

Marriage Aggreement

read
82.2K
bc

JANUARI

read
38.0K
bc

Terjerat Cinta Mahasiswa Abadi

read
2.7M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook