Ayah Lara berusaha melawan, tapi tubuhnya jauh lebih lemah dibanding Niko yang terus menghajarnya. Sekali dorong, ia tersungkur ke lantai gudang. Niko menunduk, menarik kerah bajunya dengan kasar. “Apakah kamu sadar apa yang telah kamu lakukan pada putrimu sendiri?” suaranya meninggi. “Dia hampir mati karenamu!” Ayah Lara hanya tertawa pendek, tak menjawab. Itu membuat Niko makin geram. Tinju terus menghantam wajah pria itu, membuatnya terhuyung. Tinju berikutnya menyusul, lebih keras. “Tuan, cukup!” Roy buru-buru menahan lengan Niko sebelum pukulan berikutnya jatuh. “Dia harus tetap hidup. Kita perlu serahkan dia ke polisi.” Niko terengah, dadanya naik turun. Tangannya masih mengepal, tapi perlahan dilepas. Tatapannya tajam menusuk ayah Lara. “Take him,” ujarnya datar. “Biar hukum ya

