Bab 128

2313 Words

Lara semakin tergugu. Tangisnya pecah tanpa sisa, tubuhnya bergetar dalam pelukan hangat itu. Semua yang selama ini ia tahan, semua yang ia sembunyikan rapat-rapat, akhirnya runtuh begitu saja. Saat diperlakukan selembut ini, sisi lemahnya justru semakin terbuka, semakin tidak terbendung. “Nyonya ….” Indah mengecup puncak kepala Lara dengan penuh sayang, lembut, seolah ingin menenangkan seluruh luka yang bergejolak di dalam diri gadis itu. Ia memeluk Lara lebih erat, merangkulnya seperti seorang ibu yang memeluk putrinya sendiri—tanpa jarak, tanpa penilaian. Bukan hanya Lara yang hancur. Indah pun ikut merasakan retakan itu, merambat pelan ke dalam dadanya. Ia menyadari betul betapa malangnya nasib gadis dalam pelukannya ini—harus berjuang sendirian, harus menahan semuanya sendiri, bahk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD