Bab 136

1111 Words

“Jika kau membuat Marinka bersedih dan bahkan menangis sedikit saja, maka jangan salahkan aku jika perempuan itu akan menanggung akibatnya.” Kalimat Richard itu terus terngiang di kepala Niko tanpa henti, memantul berulang kali seperti kutukan yang tidak bisa ia hilangkan. Lelaki yang sedang mengemudikan mobilnya itu bahkan nyaris tidak bisa berpikir jernih lagi. Bayangan wajah dingin ayahnya saat mengucapkan ultimatum itu terus berkelebat di kepalanya, bercampur dengan bayangan Lara yang entah sekarang berada di mana dan dalam keadaan seperti apa. Dan untuk pertama kalinya, Niko benar-benar merasa semuanya mulai lepas dari kendalinya. Ini salahnya. Ia terlalu sibuk mencoba melindungi semua orang dengan caranya sendiri sampai tidak sadar bahwa tindakannya justru melukai semuanya sekali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD