Suasana rumah jenderal masih terasa seperti medan perang. Bau asap mesiu belum sepenuhnya hilang, dan pecahan kaca yang belum sempat dibersihkan memantulkan cahaya lampu koridor. Aruna berjalan perlahan, langkahnya ringan tapi sarat ketegangan. Setelah kejadian di lorong dan pertemuan antara Raka dan perwira yang mencurigakan itu, rumah ini tidak lagi terasa seperti tempat tinggal—lebih seperti markas musuh yang bisa meledak kapan saja. Raka sedang mengobrol dengan dua penjaga baru di halaman depan, wajahnya serius, sementara Jenderal sedang rapat darurat dengan staf keamanannya di ruang tengah. Tidak ada yang memperhatikan Aruna. Tidak ada yang sadar bahwa di balik rasa takutnya, ada rasa ingin tahu yang membakar. Dan malam ini… dia memutuskan untuk bergerak sendiri. Aruna memejamkan

