BAB 24

1818 Words

Langit subuh di pangkalan itu memerah samar. Udara dingin menggigit, mencium kulit seperti pisau tipis. Aruna berdiri di depan mobil militer tanpa pelat, membawa tas kecil berisi perlengkapan medis. Raka berdiri di sebelahnya, masih mengenakan seragam lapangan, wajahnya nyaris tanpa ekspresi. “Ke mana kita sebenarnya?” tanya Aruna pelan. Raka menatap ke depan. “Lokasinya dirahasiakan. Tapi mereka bilang, kamu ditugaskan jadi dokter relawan di daerah bencana longsor. Cuma beberapa hari, katanya.” “Relawan?” Aruna mengerutkan kening. “Kok mendadak banget? Aku bahkan nggak dikasih waktu pamit.” Raka menatapnya sejenak, lalu berkata dengan nada rendah, “Justru itu tujuannya.” Seketika Aruna paham. Ini bukan sekadar tugas kemanusiaan. Ini pemindahan diam-diam. Ia bukan dikirim untuk meno

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD