Chilhood 2

1053 Words
        Hamparan bunga daffodil yang luas menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan dan memanjakan mata. Angin semilir berhembus pelan menyapu udara hangat pagi itu.         Aphrodite terlelap di taman bunga istana itu ditemani kucing persia berbulu putih lebat yang sangat setia menungguinya. Tidurnya sangat damai meski sedang di alam terbuka. Gadis kecil itu memang selalu mempercayai sekitarnya. Dialah Putri kerajaan Oriana.         "Aphy." panggil Raja Jeffery kepada anak gadisnya.         "Aphy, kamu dimana sayang?" Raja Jeffery berkeliling taman mencari putri kecilnya karena hampir setiap hari anaknya selalu menghabiskan pagi di taman untuk menggambar.         Sang Raja tersenyum lembut begitu melihat putrinya terlelap di antara hamparan bunga daffodil. Dia menghampiri putrinya dan mengelus kepalanya lembut.         "Aphy, bangun sayang." Raja membangunkan putrinya dengan lembut.         "Hemm ..." Aphrodite hanya menggumam pelan tanpa membuka mata.         "Aphy ... Aphy ... Aphrodite, Ayah tahu kamu sudah bangun Nak." Kata sang Raja sambil mencubit pipi anaknya gemas.         Akhirnya gadis kecil itu membuka matanya dan tersenyum lebar. "Kenapa Ayah selalu tahu kalau Aphy tidak tidur?"         Jeffery menggendong putrinya yang baru berumur enam tahun itu lalu berjalan ke dalam istana. "Ehm.., karena bola matamu bergerak-gerak saat kamu pura-pura tidur sayang." Jawab Jeffery.         "Bluinse kemari." Panggil Aphrodite pada kucing kesayangannya. Kucing putih gemuk itu langsung berputar-putar di kaki Jeffery.         "Ayah turunkan Aphy, Aphy mau menggendong Bluinse." Rengek Aphrodite.         Jeffery menurunkan Aphrodite dengan enggan dan kucing persia gemuk itu langsung melompat kedalam dekapan Aphrodite.         "Aphy, ada yang harus Ayah katakan padamu." Kata sang Ayah sambil membimbing Putri kecilnya menuju ruang tamu khusus di menara kanan istana.         "Ada apa Ayah?" Tanya Aphrodite dengan senyum lebar yang tak pernah tanggal dari wajahnya.         "Aphy, apa kamu merasa kesepian saat Ayah pergi untuk waktu yang cukup lama?” Jeffery kembali bertanya.         "Ehm, tidak. Disini ada banyak pelayan, mereka selalu menemani Aphy main. Hanya saja tidak ada yang jago bercerita seperti Ayah." Jawab Aphrodite sekenanya. Dia begitu asyik mengelus bulu halus bluinse.         Mereka sampai di ruang tamu. Raja Jeffery mendudukan putrinya di kursi panjang dan dia sendiri duduk merangkul malaikat kecilnya dengan sayang.         "Bagaimana kalau Ayah ingin memberi Aphy seorang Ibu?" Mata Aphrodite membesar begitu mendengar apa yang di katakan Ayahnya.         "Ibu? Aphy akan punya Ibu?" Tanya gadis itu dengan mata berbinar bahagia.         "Iya. Aphy suka?" Tanya Jeffery         "Tentu Ayah. Aphy sangat iri dengan teman teman Aphy. Semua teman aphy kalau ke sekolah selalu di antar oleh Ibunya, hanya Aphy yang diantar Ayah atau kadang Ruly, Aphy sangat ingin punya Ibu, yang selalu memeluk dan mencium Aphy dengan sayang." Kata Aphrodite dengan sangat antusias.         Raja Jeffery memeluk Aphy dengan erat, dadanya terasa nyeri mendengar putrinya memendam keinginan seperti itu. Matanya berkaca kaca. "Harusnya Aku lebih peka, harusnya Aku mencari seorang Ibu untuknya sejak lama."         "Mulai sekarang Aphy tidak akan sedih lagi, minggu depan Ayah akan menikah dan Aphy akan punya Ibu." Ucap Jeffery.         "Benarkah? Seperti apa Ibu Aphy? Apa dia cantik?" Tanya Aphrodite.         "Tunggu sebentar." Raja Jeffery mengecup dahi putrinya, lalu berjalan keluar ruangan. Tak berapa lama dia kembali bersama seorang wanita cantik nan tinggi ramping dan sangat anggun.         "Aphrodite, perkenalkan ini Rowena. Calon Ibu kamu sayang." Kata Jeffery mengenalkan wanita cantik di sampingnya.         Wajah Aphrodite langsung cerah bermandikan bahagia. Rowena berjalan mendekati Aphrodite dan membelai kepalanya dengan sayang.         "Putri Aphrodite, bolehkan saya menjadi ibu yang mulia?" Tanya perempuan itu dengan sopan. Aphrodite diam memandangi wanita itu. Menelitinya dari atas sampai bawah.         "Ayah! Ibu sangat cantik." Kata Aphy setengah berteriak. Dua orang dewasa itu tergelak mendengar reaksi Aphrodite.                                                                                               *********               “Ruly, kamu tahu! Aku akan punya Ibu.” Aphrodite berkata penuh antusias saat Ruly sedang menyisir rambutnya.             “Benarkah yang mulia? Ini berita yang sangat bagus. Saya ikut senang.” Jawab Ruly.             “Tapi Ruly... Apakah tidak apa-apa jika Aku punya Ibu baru? Bagaimana dengan Ibuku yang sudah tiada? Apa Ibu akan bersedih? Aphy tidak ingin membuat Ibu sedih.” Kata Aphrodite dengan polos.             “Tentu saja tidak Tuan Putri. Yang mulia Ratu pasti ikut bahagia untuk Tuan Putri. Beliau juga pasti menginginkan yang terbaik untuk Tuan Putri.” Jawab Ruly.             Aphrodite tersenyum senang. Rona bahagia tergambar jelas diwajahnya. “Aphy tidak sabar ingin segera punya Ibu. Aphy sangat iri dengan teman-teman Aphy yang selalu bercerita tentang Ibunya. Aphy juga ingin seperti teman-teman yang selalu menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama seorang Ibu.” Celoteh Aphy panjang lebar.             “Bersabarlah yang mulia. Tidak lama lagi keinginan yang mulia akan segera terwujud.” Ucap Ruly yang dijawab Aphrodite dengan anggukan penuh semangat.             “Kamu tahu Ruly. Calon Ibu Aphy sangatlah cantik. Wajahnya begitu putih dan tanpa cacat. Seperti bidadari yang biasa Aphy lihat di buku dongeng. Sangat sangat cantik.” Aphrodite masih terus bercerita tentang calon Ibunya. Gadis kecil itu terlihat begitu bahagia. Seorang anak memanglah sangat membutuhkan kehadiran sosok Ibu.             Tak berapa lama, Ruly selesai mendandani Aphrodite. Gadis kecil itu terlihat begitu cantik dan menggemaskan. Pakaian apapun yang dikenakannya selalu berhasil memancarkan kecantikan dari diri anak kecil itu.             “Ayo Ruly. Aku sudah berjanji pada calon Ibuku untuk bertemu sore ini. Dia bilang ingin lebih dekat denganku. Bukankah dia sangat baik Ruly.” Kata Aphrodite. Ruly membukakan pintu kamar dan Aphrodite melangkah keluar dengan begitu anggun. Aphrodite berjanji akan bertemu Rowena di taman bunga daffodil, tempat favorit Aphrodite. Karena pesta pernikahan sudah di depan mata. Rowena sudah tinggal diistana di menara khusus untuk tamu agar memudahkan mempersiapkan pesta pernikahan.             Aphrodite berjalan dengan sangat anggun menuju taman bunga daffodil. Aura kebangsawannya benar-benar menguar dengan kuat. Sejak kecil Aphrodite sudah dididik untuk menjadi Ratu masa depan. Karena Dia-lah satu-satunya pewaris tahta kerahaan Oriana.             “Yang mulia sudah tiba.” Ucap Rowena dengan sangat manis begitu melihat Aphrodite memasuki gazebo di taman bunga itu. Wanita itu menyambut Aphrodite dengan penuh hormat.             Aphrodite membalasnya dengan anggukan kecil. Gadis itu sudah terbiasa dengan fomalitas semacam itu. “Duduknya, sebentar lagi kita akan menjadi keluarga. Tidak perlu formalitas seperti ini lagi.” Ucap Aphrodite.             Rowena tersenyum senang dan duduk di kursi di hadapan Aphrodite. Para pelayan segera menuangkan teh dan menyajikan camilan yang sudah disiapkan sedari tadi. “Saya begitu senang mendengar yang mulia merestui pernikahan saya dengan yang mulia Raja.” Kata Rowena membuka percakapan.             “Tentu saja. Aku sudah sangat lama ingin punya seorang Ibu. Dan kamu sangatlah baik dan cantik. Tentu saja aku setuju kamu menjadi Ibuku.” Jawab Aphrodite dengan polosnya.             Aphrodite dan Rowena mengobrol berdua dengan sangat menyenangkan. Aphrodite tampak begitu antusias dengan Ibu barunya. Dan Rowena sendiri memperlakukan Aphrodite dengan sangat baik. Layaknya seorang Ibu yang sedang bercengkerama dengan anaknya sendiri. Ruly mengamati Tuan Putri yang sudah dilayaninya sejak bayi. Dia ikut bahagia melihat Aphrodite yang terlihat begitu ceria. Semoga setelah ini hanya akan ada senyum dan kebahagiaan di wajah Tuan Putri . -to be continue-
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD