Pagi itu, Silvia kembali beraktivitas seperti biasa. Mengawali pagi dengan sarapan dan secangkir mochacino di pantry. Namun ada yang berbeda dari wajahnya yang biasa ceria dan menyambut teman-temannya dengan penuh semangat. Pikiran Silvia masih berkelebat pada kejadian malam itu. Silvia masih tidak habis pikir mengapa Geraldy bisa sejahat itu padanya. Selama dia mengenal Geraldy dua tahun terakhir, laki-laki itu sosok yang lemah lembut, ramah dan penyayang. Geraldy selalu ada kapan saja Silvia butuh, bahkan sebelum Silvia membutuhkan sesuatu, Geraldy sudah siap sedia untuknya. Dulu, Geraldy hadir dalam hidup Silvia saat gadis itu mulai merasa membutuhkan seseorang untuk mengisi ruang hatinya. Geraldy adalah orang pertama yang menghuni hati Silvia. Geraldy orang pertama yang mengajarkan

