Eps.7

1781 Words
Tanpa berpikir panjang Nayya langsung menerima panggilan itu. " Assalamualaikum..iya Ray" " Waalaikumsalam..lagi apa Nay? Belajar ya?" " Enggak Kok Ray..lagi rebahan aja, masih males mau buka buku, kamu lagi apa? Kok nelpon?" " Ga boleh ya nelpon kamu, yah..sudah dulu kalo gitu." Dengan nada kurang enak seperti tersinggung. " hmmm..maaf..bukan gitu maksudku." " gapapa Nay..sudah dulu ya, Assalamualaikum..." " Wa..." Tutttt..tuuuutttt...tuuutttt... Belum selesai Nayya menjawab, panggilan sudah terputus. Baru aja hatinya berbunga malah harus kecewa. Mau nelpon balik kan malu. Mau ngomongin apa juga. Nayya membolakbalikkan hp nya, bingung jadi serba salah. Sosok yang dianggap seperti kakak laki-lakinya beberapa hari ini marah gara-gara Nayya salah ngomong. " Haduuuh..kamu kenapa sih Ray, aku kan kangen pengen ngobrol" batin Nayya. Karena matanya belum bisa terpejam Nayya turun dari ranjang menuju meja belajar. Dibukanya buku pelajaran hari ini, dibacanya kembali tapi tidak ada satupun yang masuk ke otak. Tubuhnya disini tapi pikirannya entah dimana. Nayya merasa bersalah ke Ray. " Ray..kok dimatikan telponnya, aku pengen dengar suaramu. Seandainya kamu bener-bener kakakku..bisa diajak ngobrol, dengerin aku cerita." Batinnya. Tanpa sadar ada yang memperhatikan kegelisahan Nayya sejak tadi dari ranjang tidurnya. " Wooooiiiiii...sadar Nay..jangan ngelamun aja. Bisa kerasukan hantu ganteng loh" teriak Ghea yang membuat Nayya kaget dan ga sengaja buku yang dipegangnya terjatuh. " Tuh kan..kamu ga fokus belajar Nay.." " dasaaaar...buat kaget aja, aku masih fokus kok mengerjakan tugas. Nih aku berusaha menyelesaikan persamaan reaksi." Diangkatnya buku tulisnya didepan wajah Ghea. Seketika Ghea tertawa karena yang ditunjukkan Nayya hanya halaman kosong terbalik pula. "Nayya..Nayya..kalo lagi galau ga usah sok fokus. Jadinya malah malu-maluin." Tertawa semakin keras sengaja mengejek Nayya. Nayya yang ditertawakan hanya bisa cemberut. Nayya mulai malas curhat ke Ghea karena teman sekamarnya itu selalu menggodanya. *** Pagi ini Nayya hanya ada satu mata kuliah, yang lainnya jam kosong. Jadi bisa pulang lebih awal dan ada waktu sedikit bersantai duduk menikmati makanan dikantin asrama. Ghea juga kebetulan hanya masuk sekali. Seperti biasa Nayya duduk di pojok. Menaruh tas dan buku dimeja kantin lalu mengambil makanan siang ini. Nayya mengambil oseng kacang dengan telur ceplok lengkap dengan sambal bajaknya dan ga lupa memesan es teh. Nayya kembali ke mejanya, duduk sendiri sambil menunggu Ghea yang katanya mau nyusul ke kantin. Baru suapan pertama di kejauhan terlihat Rayyan yang berjalan bersama temannya menuju kantin sebelah tempat Nayya duduk. Nayya menunduk karena semalam Ray marah tersinggung dengan pertanyaan Nayya yang berujung mengakhiri panggilan. Perasaan Nayya ga enak, pengen segera menyelesaikan makannya tapi sudah terlanjur janji makan siang dengan Ghea. Mau duduk lama dikantin lurus didepan pandangannya yang hanya berjarak beberapa meja ada Rayyan sedang duduk menghadap Nayya. Walaupun agak jauh tapi Nayya masih bisa dengan jelas melihat Rayyan. Perasaan Nayya semakin tidak nyaman. Diambilnya hp " Ghe..kamu sudah nyampe mana? Jangan lama-lama ya. Aku sudah ambil makan dan sudah pesen es teh. Kalo kelamaan khawatir nasiku keburu dingin" dikirim ke nomor Ghea. " sampai didepan gedung saintek, udah.. duluan aja makan nya ga papa kok Nay. Sebentar lagi aku juga nyampe kok" balas Ghea. " oke..kalo bisa cepetan ya :( "dibalasnya dengan penuh perasaan gelisah. " siaapppp meluncur". balas Ghea sambil terus berjalan menuju kantin asrama. Nayya mulai gelisah, rasanya Ghea begitu lama. Selera makannya juga sudah hilang entah kemana. Nayya bahkan tidak berani mengangkat wajahnya untuk menatap kedepan. 'Nayya..kamu kenapa sih? Kok jadi gini. Mana Nayya yang pemberani hah?' Batin Nayya bertanya dan memaki dirinya sendiri 'Bukannya selama ini kamu cuek aja sama cowok, kok sama Rayyan jadi beda. Kamu kenapa Nay?'. Nayya semakin gelisah, batinnya berkecamuk. Sampai akhirnya Ghea datang. "Nay.." Sapa Ghea sambil menepuk bahu Nayya. Nayya yang menunduk sambil melamun kaget, rasanya jantungnya sudah siap melompat keluar. " Syukurlah Ghe akhirnya kamu datang. Buruan duduk trus ambil makan, makananku keburu dingin." " hmmm..tumben nunggu, kan biasanya nunggunya sambil makan Nay, itu kok masih penuh?. Bukannya tadi sudah dibilang makan duluan aja" Ghea mengernyit heran. " kan nunggu kamu.."terlihat Nayya tersenyum gelisah. Ghea berjalan meninggalkan meja Nayya untuk mengambil makanan dan memesan minumannya. Tanpa sengaja Nayya melihat Rayyan yang sejak tadi memperhatikannya. Rayyan tersenyum sambil menggerakkan bibirnya menyebutkan nama Nayya dari tempat duduknya. Akhirnya Nayya membalas senyumnya, lalu kembali mengaduk makanannya walaupun itu bukan kebiasaannya. 'Bukannya semalam Ray marah, kok sekarang jadi tersenyum manis? Fokus fokus fokus..lanjut aja makanmu Nay' batin Nayya. Selera makan Nayya lenyap, yang ada malah jadi bingung. Hati dan mata bertolak belakang. Hati berkata apa mata melihat apa. "Huuuuuuuhhhhh..!!!" Menghembuskan nafas dengan kasar. Ghea yang berjalan menuju ke meja yang Nayya tempati dengan sepiring nasi lengkap dengan lauknya menautkan kedua alisnya heran melihat sikap Nayya. Drrttt..drrtttt..drrttt... Hp Nayya yang dari tadi diatas meja bergetar. Ada sms masuk dari Rayyan, " Nay..makan yang banyak. Nanti ketemu dikelas ya? :) " " hmmmm..iya Ray" balas Nayya singkat. Ghea mendekat lalu duduk tepat didepan Nayya. "Kamu kenapa Nay kok kelihatan bingung? Ada masalah lagi? Rayyan lagi?" " Engg..gak kok Ghe" sambil menyuapkan makanan kemulutnya. " yuk cepet habisin makan nya biar bisa segera istirahat siang" lanjut nya. Mereka berdua menghabiskan makanan dalam hening. Nayya yang biasanya banyak ngomong, kali ini hanya diam. Dalam hati Ghea bertanya-tanya atas sikap Nayya tapi kali ini memilih diam membiarkan sahabatnya itu menenangkan pikirannya sendiri. Siang menjelang sore, seperti biasa asrama terlihat ramai. Mahasiswa mahasiswi baru sibuk bersiap untuk kuliah wajib bahasa. Tak terkecuali Nayya dan Ghea. Nayya sedikit berbeda, raut wajahnya terlihat begitu gelisah. Ghea mendekat "kamu sakit Nay?"dengan nada sedikit khawatir. "Engg..gak kok Ghe" tersenyum tapi terlihat gelisah. "Syukurlah kalo begitu, yuk berangkat". Ucap Ghea sambil berlalu menuju rak sepatu kemudian ditentengnya keluar kamar diikuti Nayya dibelakangnya. Sampai didepan pintu kelas, tiba-tiba Nayya berhenti, ada ragu dihatinya saat melihat Rayyan yang sudah duduk ditempat favoritnya yaitu bangku pojok paling belakang. 'Apa yang sebaiknya aku lakukan? Haruskah menyapanya lebih dulu' Nayya kebingungan. Padahal sebelum ini Nayya cuek pada siapapun terlebih pada makhluk yang namanya cowok. Ghea tidak melihat itu makanya dengan santai berlalu menuju tempat duduknya diikuti Nayya dibelakangnya. Sebelum duduk Nayya melihat ke arah Rayyan. Rayyan yang menyadari pandangan Nayya membalasnya dengan senyuman. Baru saja Nayya duduk hpnya sudah bergetar, segera dilihatnya karena ada pesan baru yang masuk. " nanti pulang bareng ya Nay?"isi sms Rayyan. Nayya yang menerima sms-nya melotot membaca isinya, padahal seharusnya Nayya merasa senang tapi kini rasa ragu selalu ada dihatinya. Rasa yang belum pernah dirasakannya selama ini, ingin lebih dekat tapi juga takut merasa nyaman, jadi serba salah. Setelah berpikir beberapa detik Nayya akhirnya menggerakkan jarinya mengetik sesuatu, "oke Ray". Perkuliahan kelas bahasa hari ini selesai, Ray yang sudah keluar kelas lebih dulu menunggu Nayya didepan pintu. " Nay..kita makan bareng didepan kampus ya? Tempat pertama kali kita makan bareng. Mau ya?" Nayya menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk makan bareng Rayyan. Berjalan berdampingan menuju warung lalapan sambil sesekali bercerita tentang diri masing-masing. Belum selesai ngobrolnya mereka berdua sudah sampai didepan warung lalapan. Segera Rayyan menghampiri bapak yang berada di meja pemesanan. " Kamu mau makan apa Nay?" melihat kesamping menatap Nayya yang terlihat berpikir. " Nasi lalapan belut, hmmm...minumnya es teh aja". jawab Nayya sambil kembali menatap Rayyan. " oke..siap". " Pak kami pesan Nasi lalapan belut 1, Nasi lalapan lele 1, minumnya es teh 2 dimakan disini ya pak". Si bapak menjawab, " iya..silahkan ditunggu ya" Rayyan dan Nayya masuk kedalam untuk mencari tempat duduk. Karena didalam penuh akhirnya mereka berdua duduk diluar bagian pojok dekat kasir. Seperti sebelumnya mereka mengobrol sekedarnya hanya saja kali ini terlihat lebih akrab. Datang mas pembawa pesanan, menata pesanan diatas meja dan mempersilahkan makan. " silahkan mbak mas". " iya..terimakasih ya mas" ucap mereka berdua kompak. Mereka berdua mulai memakan makanan yang dipesannya. Nayya yang sangat menyukai sayuran kali ini sudah tidak segan untuk memakan semuanya. Diambilnya daun kemangi dicocol ke sambal, lanjut ke daun selada dan rebusan sayur sawi. Nayya memakannya dengan lahap. Rayyan yang melihat melongo dan menghentikan suapannya. " Kamu suka banget sayuran ya Nay? jadi ingat kambing" ucap Rayyan saking herannya. untung Nayya tidak mengambil hati karena memang keadaannya seperti itu. " hehehe..iya Ray, maaf ya..kamu malu ya makan sama aku?" jawab Nayya sedikit malu. Nayya memang ga bisa kontrol kalau didepannya ada sayur-sayuran. makannya jadi kalap. sebenarnya malu-maluin tapi mau gimana lagi. " ga juga kok, cuma aneh aja. makannya seperti enaaaak gitu" dengan wajah yang terheran-heran. " ini punyaku masih utuh, kamu mau Nay?" " kalau boleh..mau aja Ray, cuma aku ga makan timunnya" " oke..sayuran ini buat kamu semua" " makasih Ray..." melanjutkan makannya sampai habis, begitu juga Rayyan yang lanjut minum es tehnya. Rayyan geleng-geleng kepala melihat Nayya menghabiskan sayurannya. Setelah selesai makan, mereka berdua bergegas kembali menuju asrama karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.45 wib, sedangkan pintu asrama ditutup pukul 21.00 wib pas. sebelum berpisah menuju asrama masing-masing, Rayyan dan Nayya saling mengucap terimakasih. walaupun masih canggung tapi Nayya merasa sangat senang. Masuk kamar asrama, menggantungkan tasnya disamping meja belajar, lalu duduk ditepi ranjang. Ghea yang sudah rebahan menoleh ke arah Nayya, " kayaknya ada yang lagi berbunga-bunga" sambil senyum menyelidik. Kali ini Nayya tersenyum dengan wajahnya yang bersemu merah. " cuma makan kok Ghe, jangan mulai deh kan aku jadi gimana gitu" Nayya beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum bersiap tidur. Ghea terus senyum-senyum menggoda. Setelah selesai dengan rutinitasnya Nayya merebahkan tubuhnya diranjang. Baru menarik selimutnya hpnya berdering, kali ini bukan sms melainkan panggilan telpon dan itu dari Rayyan. " Assalamualaikum.." " Waalaikumsalam..belum tidur kan Nay?" jawab Rayyan dari seberang. " Baru mau Ray..kamu juga kok belum istirahat?" " Temen-temen masih rame ngumpul diteras asrama. ada yang ngobrol ada yang main kartu, ada juga yang telponan sama ceweknya" canda Ray. " oh..sudah ada yang punya cewek ya?"tanya Nayya yang sudah mulai kepo. " iya lah kan sudah beberapa hari tinggal disini hehehe..kalo aku masih belum"jelas Rayyan walaupun itu obrolan receh alias ga penting. Nayya yang disebrang hanya tertawa mendengar Ray. Obrolan mereka berdua berlanjut lumayan lama, mulai obrolan receh, candaan sampai cerita macam-macam yang ga jelas. yang penting obrolannya tetap menyenangkan. Nayya yang mulai mengantuk menguap berkali-kali sampai terdengar oleh Rayyan. " Kamu ngantuk Nay?" Rayyan bertanya karena terdengar samar suara menguap. " iya.." Nayya mulai menjawab dengan singkat. Sebenarnya Rayyan tahu itu tapi enggan menutup telpon. akhirnya Nayya tertidur dengan hp masih di telinganya. "Nay..hallo...halloo..." Rayyan mengulang kata-katanya tapi sayang Nayya sudah pergi ke alam mimpi. Terdengar suara nafas yang begitu teratur dari seberang. " Ya sudah Nay..aku tutup ya telponnya, selamat beristirahat Nay.." segera Rayyan mengakhiri panggilan telponnya. Adzan subuh terdengar samar..Nayya yang terbangun kaget saat menatap hpnya. 'aku tertidur saat ditelpon Rayyan' gumamnya lirih. " waduh..gimana ini, apa Rayyan akan marah?" Nayya mulai gelisah. ingin sekali sms meminta maaf dan menyapa Rayyan dipagi ini, tapi Nayya mengurungkan niatnya.. Termenung gelisah dipinggir ranjang tidurnya. sampai akhirnya hpnya berdering.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD