Suara langkah sepatunya yang tegas seolah mengomandoi jarak yang semakin lebar di antara mereka. Boy hanya bisa menghela napas panjang, sembari meraba folder dokumen hasil curian semalam yang kini ia sembunyikan dengan rapat di balik pinggang celananya, tertutup oleh seragam yang sengaja ia buat agak longgar. Suasana di Hotel Pratama Grand terasa jauh lebih mencekam daripada hari biasanya. Angeline rupanya benar-benar murka karena dokumen rahasia miliknya hilang di pelabuhan secara misterius. Angeline menggunakan Siasat "The Public Execution" (Eksekusi Publik) Inilah bagian yang paling licik. Angeline pura-pura tidak tahu siapa yang datang ke gudang Blok C. Pemeriksaan Fisik yang akan dilakukan Angeline dan anak buahnya sebagai Senjata karena Angeline tahu luka terseret aspal dan pinc

