Alessa duduk di pinggir ranjang sambil menunduk menatap tangannya sendiri yang gemetar di pangkuan. "Aku nggak mau buka rahasia ini ke siapa pun," ucapnya pelan dengan suara serak. Dominic menurunkan ponselnya perlahan dan menatap gadis itu lekat. Pandangannya tidak lagi sama seperti beberapa menit lalu. "Memang aku bukan anak baik," lanjut Alessa sambil tersenyum miris tanpa mengangkat wajah. "Tapi ayahku juga bukan ayah yang baik. Dia bahkan nggak pernah berusaha jadi baik buat aku." Alessa mendongak tiba-tiba dan menemukan sorot mata Dominic yang berubah melunak. "Jangan tatap aku kayak gitu," desisnya tajam. "Aku benci dikasihani. Simpan saja rasa kasihanmu buat orang lain." Dominic meremas ponsel di tangannya hingga buku jarinya memutih. Rasa frustrasi menghantam dadanya den

