67

1256 Words

Bruk! Nala hampir tersandung kakinya sendiri sebelum buru-buru mendorong d**a suaminya dan pergi tanpa menoleh. Ebas tertawa puas. Hari ini sudah dimulai dengan sangat menyenangkan. Nala berjalan cepat menuju ruang makan, mencoba mengabaikan debaran jantungnya yang masih belum stabil akibat bisikan Ebas tadi. Tadi malam masih kurang, ya? Astaga, suaminya itu memang tidak ada habisnya menggoda dirinya. Saat ia tiba di ruang makan, Mama Haris sudah duduk dengan tenang, menyeduh teh hangat sambil menunggu. "Mana suamimu?" tanya sang mertua dengan senyum lembut. "Sedang mandi, Ma," jawab Nala sambil menuangkan jus ke dalam gelas. Mama Haris menatap menantunya dengan penuh perhatian. "Kamu baik-baik saja, kan, Sayang?" Nala terkejut mendengar pertanyaan itu. "Tentu saja, Ma. Kenapa?" M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD