Ebas menghela napas panjang saat akhirnya mobilnya memasuki halaman rumah. Pukul sembilan malam. Lebih lambat dari yang ia harapkan. Awalnya, ia berencana untuk pulang sore, tapi semua hanya angan-angan belaka. Setelah meninggalkan markas, niatnya langsung pulang karena kekhawatirannya terhadap Nala. Namun, rencana besar yang ia jalankan untuk menghancurkan Angga membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. Hari ini, ia harus bekerja ekstra. Meeting dengan para pemegang saham dan investor berjalan cukup lama. Namun, semua itu tidak sia-sia. Tidak ada protes atau penolakan berarti dari mereka. Sebagai pewaris keluarga Indrayan sekaligus pemilik bisnisnya sendiri, kepercayaan mereka pada Sebasta Bayanaka Indrayan sudah tidak diragukan lagi. Setiap bukti yang ia paparkan mengenai kebusukan A

