BAB 32

1030 Words

Mata Amara melotot mendapati lelaki yang dulu menyakitinya itu, ia langsung menarik lengan yang digenggam Fadli. "Ngapain kamu cari aku, ha!" sinis wanita itu. "Dan jangan pegang-pegang, bisa! Aku udah punya suami." Mendengar itu rasa sedih menghampiri, rasanya seperti ditusuk terus menerus tanpa jeda saat ditatap Amara yang begitu penuh kebencian. "Jangan gitu, Mara! Aku selalu mencarimu lho," lontar lelaki itu. Amara mendelik mendengar lontaran sang mantan suami, dia tidak memperdulikan nada suara Fadli yang menyedihkan. "Apa yang mau kamu omongin, kalau gak ada mendingan jauh-jauh deh," usir istri Kean ini. Tangan Fadli hendak kembali meraih lengan Amara, tetapi wanita itu segera menghindar membuat lelaki tersebut menatap kecewa. "Ayo kita rujuk, kamu emang yang terbaik,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD