BAB 31

1272 Words

Hari ini, Amara akhirnya bisa merasakan kebebasan setelah beberapa hari terkurung di rumah sakit. Kini keduanya berada di dalam kendaraan roda empat, keheningan menemani mereka, membuat Kean yang biasanya selalu suka ketenangan kini mengeluarkan suara menghilangkan rasa canggung. Lelaki itu kini berbeda, dia bahkan saat Amara di rumah sakit, sama sekali tak pergi ke perusahaan. saat Amara bertanya kenapa tidak pergi bekerja saja, dengan wajah percaya diri dia berucap sombong. "Aku bos mereka, mana ada yang berani memarahi karena cuma gak ke kantor." Amara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mengingat hal tersebut. Disaat wanita itu terus memandang ke depan, suara Kean memecahkan keheningan yang tadi tercipta. "Apa kamu mau minum," tawar Kean. Mendengar tawaran sang suami,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD